Langkah Akurat Menciptakan Buyer Persona untuk Bisnis Anda

Pemilik bisnis atau digital marketer harus paham dengan istilah buyer persona, sehingga strategi pemasaran yang dibuat bisa menjangkau target audiens yang telah ditentukan. Buyer persona juga membawa manfaat yang banyak bagi bisnis, terutama yang menggunakan digital marketing sebagai strategi pemasarannya.

Tim marketing bisnis, khususnya digital marketing, seringkali kebingungan saat mengecek rincian engagement dari iklan atau marketing yang sudah dijalankan. Kehadiran buyer persona ini bisa membantu identifikasi tujuan pelanggan dalam menciptakan strateginya. Pertanyaannya, bagaimana cara menciptakan buyer persona untuk bisnis kita?

Mengenal Buyer Persona

Buyer persona adalah deskripsi rinci mengenai seseorang yang mewakili target audiens kita dan sifatnya semi-fiktif. Dikatakan semi-fiktif, sebab kita menciptakan sebuah persona atau orang yang benar-benar merepresentasikan karakteristik pelanggan terbaik kita.

Karakteristik itu mencakup informasi seperti demografis (usia dan jenis kelamin), minat (interest) dan tingkah laku pelanggan potensial kita. Dari sinilah, kita bisa memahami tujuan, pain points, serta buying patterns mereka.

Buyer persona ini diciptakan agar kita bisa membuat copywriting atau pesan dalam marketing, apapun jenisnya. Copywriting yang dihasilkan pun tidak sembarangan, malahan lebih terarah secara spesifik kepada target audiens. Selain membuat copy, buyer persona juga membantu bisnis dalam menciptakan atau mengembangkan produk atau layanan baru, bahkan membuat brand semakin dikenal secara luas.

Buyer persona yang diciptakan dalam bisnis jumlahnya bisa lebih dari satu. Alasannya, orang yang membeli produk kita selalu beragam, mulai dari karakteristik hingga alasan membeli produk kita. Meskipun tidak bisa mengenali konsumen atau audiens secara pribadi, setidaknya kita bisa menciptakan buyer persona untuk merepresentasikan setiap segmentasi pasarnya.

Baca Juga: Cara Penerapan Customer Journey Dalam Bisnis

Pentingnya Menggunakan Buyer Persona

Seberapa penting buyer persona itu padahal kita sudah memetakan target audiens? Jawabannya adalah sangat penting, karena kita pun bisa memahami audiens atau pelanggan dengan lebih baik. Kalau kita sudah memahami pelanggan sepenuhnya, kita akan mampu membuat konten iklan, copywriting, bahkan mengembangkan produk sesuai dengan harapan mereka.

Misalnya, sebuah beauty marketplace sudah tahu bahwa target audiens mereka adalah perempuan dan laki-laki berusia 19-49 tahun. Pertanyaannya, apakah bisnis tersebut paham betul mengenai behavior pelanggannya? Bagaimana background dari audiens tersebut? Itulah mengapa kita harus membuat buyer persona dengan segala karakteristik tersebut.

Buyer persona yang dibangun akan semakin kuat bila research-nya dilakukan lebih detail kepada pelanggan melalui beberapa metode, seperti survey atau wawancara. Dengan informasi tersebut, kita bisa membangun persona yang benar-benar merepresentasikan pelanggan kita.

Jasa SEO

Manfaat Buyer Persona

Sebelumnya, dijelaskan secara singkat bahwa buyer persona bisa membantu bisnis membuat copywriting dalam iklan. Ternyata, buyer persona pun berguna dalam membangun bisnis secara internal. Kali ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai manfaat buyer persona yang berguna untuk bisnis.

1. Membantu Melihat Kebutuhan Pelanggan

Pada dasarnya, bisnis atau perusahaan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Agar bisnis mereka berkembang lebih baik, mereka pun harus menilai bisnis mereka dari kacamata pelanggan. Mereka pun harus bisa ‘membaur’ dengan pelanggan sehingga produk atau layanan yang mereka tawarkan bisa diterima dengan mudah.

Permasalahannya, bisnis seringkali menggunakan pesan atau kata-kata yang tidak bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya. Acapkali mereka membentuk copy, selalu ada masyarakat yang tidak memahaminya. Akibatnya, mereka tidak jadi membeli produk yang ditawarkan, atau malah membeli tapi tidak memahami produknya dengan baik.

Inilah manfaat persona, tujuannya adalah membantu tim marketing untuk membuat materi pemasaran, terutama unggahan media sosial dan website yang benar-benar mampu menjangkau audiensnya. Selain itu, persona juga membantu mereka untuk fokus terhadap prioritas dan kebutuhan konsumen saat membeli produk mereka.

Ketika membuat strategi pemasaran, buyer persona ini bisa jadi bayangan terhadap kebutuhan dan tujuan pelanggan. Jadi, apapun iklan yang dibuat harus memenuhi kebutuhan si persona dulu sebelum disebarkan ke audiens. Sehebat apapun ide marketing yang dibuat, semua akan sia-sia bila kebutuhan persona ini tidak terpenuhi.

Strategi pemasaran yang memenuhi kebutuhan persona ini dijamin menarik perhatian audiens pula saat dilakukan. Hasil penjualan bisnis pun meningkat, belum lagi brand loyalty yang dibangun oleh bisnis berkat adanya buyer persona ini.

Baca Juga: Penjelasan dan Faktor Penting Dalam Consumer Behavior

2. Menargetkan Iklan Digital dengan Lebih Efektif

Membuat iklan digital, khususnya social media ads, selalu melibatkan pemilihan target audiens secara detail. Mulai dari umur, jenis kelamin, hingga lokasi, semuanya merupakan bagian dalam social media ads targeting.

Buyer persona ini membantu bisnis menciptakan iklan digital yang lebih efektif dan mampu memengaruhi audiens yang melihatnya. Persona ini tidak hanya mempercepat waktu dalam melakukan targeting, tapi juga menciptakan konten iklan yang benar-benar cocok bagi target audiens yang sudah ditentukan.

Selalu ingat, ada juga bisnis yang memiliki dua atau lebih buyer persona. Untuk hal ini, kita bisa membuat konten iklan yang berbeda untuk masing-masing persona. Targeting seperti ini bisa meningkatkan conversion rates serta kualitas iklan media sosial itu sendiri.

3. Pengembangan Produk

Secara internal, buyer persona pun membantu bisnis mengembangkan produk yang sudah ada atau menciptakan produk baru. Dengan adanya persona, kita bisa mengetahui produk atau fitur seperti apa yang benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan kita.

Baca Juga: Rekomendasi Cara Mempromosikan Produk Dengan Efektif

Cara Menentukan Buyer Persona

Waktunya menciptakan buyer persona untuk merasakan tiga manfaat di atas. Sebelum menciptakan persona buyer, kita harus melakukan riset secara mendalam terhadap pelanggan yang sudah pernah membeli bisnis kita. Inilah beberapa langkah menciptakan buyer persona untuk bisnis Anda.

1. Melakukan Riset terhadap Pelanggan

Riset itu sangat penting dilakukan dalam membuat buyer persona, karena harus merepresentasikan keadaan konsumen yang ada di lapangan. Jadi, jangan sekali-kali menciptakan buyer persona mengikuti insting yang belum tentu valid.

Saat melakukan riset, pertimbangkanlah indikator pelanggan ini: umur, lokasi, bahasa (bisa bahasa gaul atau formal), minat, tantangan, fase kehidupan, dan pola berbelanja. Buyer persona juga bisa diterapkan untuk jenis audiens B2B, dengan indikator berupa skala atau ukuran bisnis dan pegawai perusahaan yang membuat keputusan pembelian. Semua data tersebut bisa didapatkan dari Social Media Analytics, Google Analytics atau database pelanggan yang pernah membeli produk kita.

Untuk strategi digital marketing, bisnis pun harus mempertimbangkan jenis media sosial yang digunakan. Selain menciptakan konten iklan yang tepat, kita juga harus mengetahui channel untuk memasarkan produk. Perhatikan juga tingkat kompetisinya, sehingga iklan kita lebih unggul dibandingkan kompetitor.

Baca Juga: Mengapa Perlu Melakukan Riset Pemasaran?

2. Mengetahui Pain Points Pelanggan

Pain points adalah letak masalah yang ingin diselesaikan oleh pelanggan dan bisa digunakan untuk membangun sebuah bisnis. Apa masalah yang sedang diselesaikan oleh pelanggan potensial kita? Apa yang menghalangi mereka dari tujuannya? Itu adalah beberapa pertanyaan yang diajukan untuk mengetahui pain points target pelanggan kita.

Bagaimana cara mencari tahunya? Jawabannya, kita bisa melakukan social listening dan social media sentiment analysis. Kedua tips di atas bisa dilakukan dengan cara mengadakan live streaming di media sosial untuk membahas produk kita. Dari kegiatan tersebut, kita bisa memahami mengapa pelanggan memilih produk kita dan apa saja fitur produk yang tidak berguna untuk mereka.

Social listening juga bisa dilakukan dengan mendengar beberapa pertanyaan dari calon pelanggan. Dari situ, kita bisa mengevaluasi strategi pemasaran dengan cara menambahkan fitur yang ingin mereka pahami. Beberapa testimoni pelanggan pun berguna untuk membangun customer persona yang lebih kuat.

3. Mengidentifikasi Tujuan Pelanggan

Kalau pain points merupakan masalah yang ingin diselesaikan oleh pelanggan, tujuan (goals) merupakan hal positif yang ingin mereka capai. Tujuan itu bisa berupa pribadi ataupun profesional, yang penting menyangkut motivasi mereka.

Tujuan mereka bisa jadi berhubungan dengan solusi yang ditawarkan melalui produk atau layanan kita. Tujuan buyer persona kita itu lebih penting, meskipun tidak berkaitan dengan fitur produk kita. Bentuknya bermacam-macam, bisa berupa peningkatan metode iklan atau produk bisnis sehingga sesuai dengan tujuan pelanggan.

Untuk mengetahuinya, kita juga bisa memanfaatkan social listening. Perlu diingat, social listening ini juga bisa melalui tim customer service yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Tim sales juga bisa menjadi sumber social listening kita, dari merekalah kita bisa mendengar apa yang ingin dicapai oleh pelanggan dengan produk atau layanan bisnis.

Baca Juga: Apa Itu Segmentasi Konsumen eCommerce?

4. Mengidentifikasi Manfaat Produk atau Layanan Bisnis

Setelah mengetahui pain points dan goals pelanggan, kita bisa memahami bagaimana produk atau layanan kita bermanfaat bagi mereka. Untuk step ini, kita harus fokus kepada manfaat yang diberikan dan melupakan fitur serta keunggulan yang ada di dalam produknya. Fitur adalah apa yang bisa dilakukan oleh suatu produk, sedangkan manfaat adalah bagaimana produk kita bisa membantu hidup pelanggan.

Untuk mengidentifikasinya, kita bisa menggunakan tiga pertanyaan ini berdasarkan pain points dan goals yang sudah didapatkan:

  1. Bagaimana kita bisa membantu?
  2. Apa penghalang utama audiens dalam membeli produk kita?
  3. Apakah pelanggan sudah siap langsung membeli produk kita atau menunggu ulasannya terlebih dulu?

Untuk jawabannya, kita pun bisa menggunakan metode social listening tadi, serta berkolaborasi dengan tim lainnya.

5. Menciptakan Buyer Persona

Setelah mengumpulkan semua informasi di atas, waktunya mulai menciptakan buyer persona Anda. Mulailah dengan mengelompokkan setiap karakteristik yang sama untuk membangun satu buyer persona. Berikan buyer persona ini beberapa data pribadi, seperti nama, pekerjaan, dan karakteristik lainnya, sehingga terlihat seperti orang asli.

Perlu diingat, persona itu merupakan deskripsi yang realistis terhadap seseorang yang mewakili salah satu segmentasi pasar kita. Meskipun tidak semua orang sesuai dengan karakteristik persona kita, setidaknya mereka akan diwakili oleh suatu buyer persona sehingga kita bisa menggunakan strategi marketing yang tepat untuk dilakukan.

Baca Juga: 5 Cara Menentukan Segmentasi Pasar dengan Tepat

Kembangkan Bisnis di Era Digital Bersama Toffeedev

Buyer persona memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk membuatnya, tapi hasilnya pasti bermanfaat untuk bisnis Anda. Dengan adanya buyer persona, bisnis akan berjalan sesuai dengan visi dan misi yang sudah ditetapkan, serta bisa menjangkau audiens potensial yang membutuhkan produk atau layanan kita.

Buyer persona pun menjadi salah satu step dalam menciptakan strategi digital marketing yang dilakukan oleh Toffeedev untuk kliennya. Toffeedev telah bekerja sama dengan perusahaan dari berbagai sektor ekonomi yang ada di Indonesia untuk merevolusi bisnis di zaman digital. Tentunya tidak mudah bagi sebuah bisnis untuk tetap bertahan dalam perubahan zaman, karena itu, Toffeedev sebagai digital marketing agency hadir sebagai partner bisnis Anda.

Kami menyediakan Jasa SEO untuk meningkatkan brand awareness bisnis Anda, sehingga bisa mencapai page one saat dicari di Google. Hubungi tim kami segera untuk informasi lebih lengkapnya.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat