5 Cara Menentukan Segmentasi Pasar dengan Tepat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Sebagai seorang pemilik bisnis atau calon pengusaha, Anda harus memahami cara menentukan segmentasi pasar. Segmentasi pasar merupakan sebuah strategi yang perlu dilakukan dalam menjalankan bisnis untuk mengelompokan pasar atau mencari target pasar berdasarkan minat, kebutuhan, karakteristik, dan kategori lainnya. Hal ini perlu dilakukan agar Anda dapat mempromosikan produk atau jasa secara efektif.

Bayangkan apabila Anda tidak mengetahui target market yang akan dituju, berapa banyak strategi marketing yang telah dilakukan dan akhirnya menjadi sia-sia? Berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk melakukan promosi serta pemasangan iklan dan hasil yang didapat tidak sesuai dengan target yang diharapkan. Untuk itu, dalam artikel ini, ToffeeDev akan memberikan informasi kepada Anda mengenai cara menentukan segmen pasar agar seluruh strategi marketing yang dijalankan dapat berbuah dan berjalan dengan efektif.

5 Cara Menentukan Segmentasi Pasar

Menentukan segmentasi pasar tidaklah sulit. Ada 5 cara yang dapat Anda lakukan, yaitu sebagai berikut:

1. Buat Analisa Target Persona

Cara pertama yang dapat Anda lakukan untuk menentukan segmen pasar adalah buat analisa target persona. Apa itu target persona? Target persona ini merupakan proyeksi dari calon pelanggan yang sesuai dengan segmentasi pasar Anda. Dengan membuat analisa target persona, maka Anda akan lebih memahami segmentasi pasar yang ingin dituju baik dari segi produk atau jasa yang ditawarkan serta dari segi calon potensi customer.

Baca Juga: Beginilah 5 Cara Untuk Mengenal Target Audiens Kamu

Untuk membuat target persona, Anda dapat membuat analisa berdasarkan beberapa segmentasi. Biasanya, faktor yang dimasukkan ke dalam analisa target persona adalah seperti umur, hobi, kebiasaan belanja, tingkat pendapatan, dan lain-lainnya. Anda akan mempelajari lebih lanjut mengenai jenis-jenis segmentasi yang diperlukan dalam melakukan analisa target persona pada pembahasan selanjutnya di bawah ini. 

2. Pahami Kebutuhan Konsumen Saat Ini

Sebagai pengusaha atau pemilik bisnis, Anda harus memahami apa yang konsumen butuhkan. Anda dapat menggali informasi melalui berbagai cara dan platform seperti pengisian kuisioner atau melakukan riset melalui internet. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui segmentasi pasar dan bahkan membuat strategi bisnis untuk menjadikan mereka sebagai konsumen loyal ataupun menarik minat mereka yang tidak termasuk ke dalam segmentasi pasar saat ini.

3. Lakukan Analisis dan Olah Data

Setelah Anda mengetahui target persona serta apa yang konsumen butuhkan saat ini, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengolah dan menganalisis data-data tersebut. Nantinya, hasil analisis dan olah data tersebut dapat Anda jadikan sebagai acuan dalam menyusun strategi bisnis ke depannya.

4. Buat Strategi Pemasaran Produk 

Ketika segmentasi pasar telah ditentukan, maka kini saatnya untuk Anda menentukan strategi pemasaran produk yang tepat. Seperti misalnya, dalam strategi pemasaran digital, terdapat dua jenis strategi berdasarkan klasifikasinya yaitu B2B atau Business-to-Business yang berarti strategi bisnis ini ditujukan untuk profesional atau menarik customer untuk menjalin kerja sama. Kemudian jenis strategi pemasaran produk yang kedua adalah B2C atau Business-to-Consumer yang berarti strategi ini ditujukan untuk end user.

Baca Juga: 8 Strategi Pemasaran Produk yang Efektif

Dalam memasarkan produk untuk pasar B2B, platform dan strategi yang digunakan sudah jelas berbeda dengan pasar B2C. Dalam pasar B2B, platform yang digunakan untuk mempromosikan bisnis adalah LinkedIn. Selain itu, jika bisnis Anda masuk ke dalam strategi pemasaran produk untuk B2B, maka pengembangan website sangatlah dibutuhkan agar konsumen dapat melihat portfolio atau studi kasus yang pernah dikerjakan sebelumnya. Anda juga bisa menambahkan konten-konten artikel untuk meningkatkan traffic website agar lebih banyak orang melihat website bisnis tersebut.

Untuk strategi pemasaran produk pasar B2C biasanya akan jauh lebih mudah. Anda bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk atau jasa yang dimiliki. Ada banyak platform yang bisa digunakan untuk menarik pasar B2C seperti Facebook, Twitter, Instagram, hingga TikTok.Jasa SEO

5. Review dan Evaluasi 

Dalam menjalankan strategi pemasaran produk apapun, Anda perlu melakukan review dan evaluasi. Dengan melakukan review serta evaluasi, Anda dapat mengetahui strategi pemasaran apa yang perlu dikembangkan atau adakah segmentasi pasar yang harus diubah. 

Ciri-ciri Segmentasi Pasar Efektif

Ketika Anda ingin menentukan segmen pasar, ada beberapa ciri-ciri segmentasi pasar efektif yang perlu diperhatikan. Ciri-ciri ini harus menjadi dasar agar segmentasi pasar yang Anda tentukan menjadi lebih efektif. Berikut ini, ada 5 ciri-ciri pasar efektif, yaitu:

  • Measurable (Terukur): Segmentasi pasar haruslah dapat terukur dan dapat dibuktikan dengan angka. Jika analisis dilakukan hanya dengan perkiraan semata saja, maka segmentasi pasar yang didapatkan tidak akurat dan tentu akan mempengaruhi hasil dari strategi bisnis yang dijalankan.
  • Accessible (Terjangkau): Segmentasi pasar harus dapat dijangkau oleh konsumen secara jelas yang berarti tidak ada penghalang yang membuat konsumen tidak dapat membeli produk atau jasa yang Anda miliki.
  • Substansial (Berpengaruh): Segmentasi pasar harus dapat mempengaruhi bisnis dalam artian memberikan keuntungan bagi Anda
  • Differentiable (Dapat Dibedakan): Segmentasi pasar harus dapat dibedakan secara jelas untuk tiap kategorinya dan tidak bias
  • Actionable (Realistis): Segmentasi pasar harus dapat direalisasikan dan tidak hanya sekadar analisis serta goal semata saja. 

Jenis-jenis Segmentasi Pasar

Di poin pembahasan sebelumnya dalam bagian target persona, Anda tentu sudah mengetahui bahwa ada berbagai jenis-jenis segmentasi pasar, bukan? Jenis-jenis segmentasi tersebut digunakan untuk dapat melakukan analisa target persona dalam menentukan segmen pasar. Untuk itu, berikut ini ada 6 jenis segmentasi pasar yang perlu Anda ketahui, yaitu sebagai berikut:

1. Segmentasi Demografi

Segmentasi pertama yang biasanya dilakukan pertama kali dalam menganalisa segmentasi pasar adalah segmentasi demografi. Dalam segmentasi ini, Anda perlu mempertanyakan beberapa hal seperti:

  • Untuk kalangan mana produk atau jasa ini ditujukan?
  • Siapa yang cocok untuk menggunakan produk atau jasa ini?
  • Apakah produk atau jasa ini dispesifikasikan terhadap anak-anak, remaja, dewasa, atau orang tua?

Dari beberapa pertanyaan di atas, Anda dapat melihat bahwa variabel-variabel yang masuk ke dalam segmentasi demografi meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan lainnya.

2. Segmentasi Geografi

Segmentasi geografi atau wilayah tentu saja untuk menelaah di mana produk atau jasa yang Anda miliki akan ditujukan. Seperti di Indonesia sendiri, apakah produk atau jasa Anda sesuai dengan kebutuhan konsumen di kota besar? Atau produk dan jasa tersebut ternyata lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang tinggal di pedesaan.

Anda juga harus melihat berapa banyak pesaing yang ada di wilayah yang akan dituju. Ataukah wilayah tersebut ternyata sama sekali belum memiliki perusahaan yang menawarkan produk atau jasa seperti yang Anda miliki sehingga hal tersebut bisa menjadi peluang? 

3. Segmentasi Psikografis

Analisa segmentasi yang ketiga adalah segmentasi psikografis. Segmentasi ini cenderung lebih sulit untuk dianalisis dibandingkan segmentasi lainnya. Hal ini dikarenakan segmentasi psikografis mencakup variabel seperti perilaku konsumen ketika berbelanja atau reaksi konsumen ketika melihat produk atau jasa yang Anda tawarkan. 

Baca Juga: 4 Contoh Strategi Pemasaran Produk

4. Segmentasi Harga

Setiap konsumen memiliki tingkat pendapatan yang berbeda-beda. Jika produk atau jasa yang Anda tawarkan memiliki harga yang tinggi, maka sudah jelas segmentasi pasar yang dituju adalah mereka yang memiliki tingkat pendapatan yang tinggi dan dapat membeli suatu produk atau jasa dengan harga tersebut.

Apabila Anda ingin memangsa pasar secara general atau semua kalangan dapat membeli produk atau jasa yang ditawarkan, maka tentukanlah mulai dari harga terendah hingga menengah. 

5. Segmentasi Waktu

Waktu juga menjadi pertimbangan bagi pebisnis dalam menentukan segmentasi pasarnya. Seperti misalnya, Anda merupakan seorang pengusaha fashion untuk musim hujan, maka tentu saja konsumen akan mencari produk-produk tersebut saat musim hujan tiba. Namun jika produk atau jasa yang ditawarkan tidak memiliki waktu yang spesifik, maka Anda bisa mengabaikan segmentasi waktu ini.

6. Segmentasi Sosial-Budaya

Segmentasi terakhir yang perlu Anda analisis adalah segmentasi sosial-budaya. Mengapa Anda harus melakukan analisis terhadap segmentasi sosial-budaya? Karena dalam segmentasi ini, Anda perlu memperhatikan variabel mengenai kelas sosial, norma masyarakat, suku, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan sosial-budaya.

Sebagai contoh, kita tinggal di negara Indonesia dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam. Dengan demikian, Anda perlu mempertimbangkan norma-norma yang dilarang seperti apabila produk yang dijual merupakan barang non-halal.  

Mengapa Anda Perlu Menentukan Segmentasi Pasar

Menentukan segmen pasar merupakan proses yang sangat penting bagi seluruh pemilik bisnis, apapun jenis usahanya. Mengapa demikian? Ada 5 alasan mengapa Anda perlu menentukan segmentasi pasar yang perlu diketahui berikut ini:

  • Pelayanan yang diberikan kepada konsumen akan lebih baik dan memuaskan karena Anda sudah mengetahui apa yang mereka butuhkan serta karakteristik dari tiap-tiap kategori konsumen
  • Anda dapat lebih mudah untuk membedakan kelompok segmentasi pasar sehingga perkembangan bisnis ke depannya akan lebih mudah dengan melihat minat dan selera konsumen yang telah ada
  • Strategi bisnis yang Anda jalankan akan menjadi lebih terarah dan juga spesifik sehingga tidak hanya biaya saja yang dapat dipangkas secara efisien, namun waktu dan tenaga juga
  • Dengan mengetahui segmentasi pasar, maka evaluasi perkembangan rencana bisnis ke depannya akan menjadi lebih mudah karena Anda sudah memiliki acuan yaitu hasil analisis dan olah data segmentasi pasar yang telah dibuat sebelumnya
  • Terakhir, Anda dapat mengenal serta mempelajari strategi bisnis yang kompetitor gunakan karena segmentasi pasar yang sama

Jadi, itulah informasi mengenai 5 cara menentukan segmentasi pasar dengan tepat yang perlu Anda ketahui. Melalui artikel ini, ada banyak informasi yang bisa Anda serap dan juga praktikkan untuk bisnis yang dijalani saat ini. Segmentasi pasar ini dapat diterapkan untuk setiap jenis usaha dan juga dengan strategi bisnis apapun, baik offline maupun online.

Sebagai tambahan, pengembangan bisnis secara online juga perlu masuk ke dalam pertimbangan untuk bisnis Anda saat ini. Apalagi dengan bertambahnya pengguna internet setiap tahun, hal ini tentu dapat menjadi peluang yang baik bagi bisnis Anda, bukan?

Oleh karena itu, apabila bisnis Anda ingin dikembangkan dalam dunia online atau yang biasa disebut dengan digital marketing, silakan hubungi ToffeeDev sekarang juga! ToffeeDev merupakan salah satu Digital Marketing Agency terpercaya dan berpengalaman di Indonesia yang siap untuk membantu segala kebutuhan bisnis di dunia digital, termasuk bisnis yang Anda miliki saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post