Ketika traffic, leads, atau conversion bisnis berhenti bertumbuh, menambah campaign belum tentu menjadi jawaban.
Bisnis perlu mengetahui bagian mana yang menghambat pertumbuhan, lalu menguji perubahan berdasarkan data untuk menemukan pendekatan yang lebih efektif.
Di sinilah peran growth hacker menjadi relevan dalam digital marketing. Pelajari lebih lanjut bagaimana keberadaannya menjadi faktor penunjang yang bisa Anda manfaatkan secara maksimal!
Daftar Isi
TogglePoin-Poin Penting Untuk Diingat
- Growth hacker berfokus pada pencarian dan pengujian peluang yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis secara terukur.
- Peran growth hacker tidak terbatas pada satu channel karena eksperimen dapat dilakukan di SEO, advertising, content, website, maupun customer journey.
- Data membantu growth hacker menentukan masalah, menyusun hypothesis, memilih prioritas eksperimen, dan mengevaluasi hasil.
- Eksperimen sebaiknya memiliki tujuan dan metrik yang jelas agar bisnis dapat membedakan perubahan yang berdampak dari sekadar aktivitas marketing.
- Growth hacker bekerja lintas fungsi karena pertumbuhan dapat dipengaruhi oleh marketing, produk, teknologi, hingga pengalaman pelanggan.
Growth Hacker Sebenarnya Mengerjakan Apa?
Growth hacker bekerja dengan satu pertanyaan utama: bagian mana dari proses pertumbuhan bisnis yang masih bisa diperbaiki?
Karena itu, pekerjaannya tidak berhenti pada menjalankan campaign. Growth hacker mencari hambatan dalam perjalanan pelanggan, menyusun dugaan penyebabnya, kemudian menguji perubahan yang berpotensi memperbaiki hasil.
Misalnya, bisnis sudah mendapatkan banyak pengunjung dari iklan, tetapi hanya sedikit yang mengisi formulir.
Growth hacker tidak langsung menyimpulkan bahwa budget iklan perlu ditambah. Ia dapat memeriksa relevansi audiens, pesan iklan, landing page, penawaran, hingga proses setelah formulir dikirim untuk menemukan titik yang paling mungkin menyebabkan penurunan conversion.
Pola kerjanya kemudian berulang seperti:
Menemukan masalah โ buat hypothesis โ jalankan eksperimen โ ukur hasil โ ambil keputusan.
Baca Juga: Taktik Growth Hacking Maksimal untuk Bisnis Startup
Apa Bedanya Growth Hacker dengan Digital Marketer?
Growth hacker dan digital marketer dapat bekerja pada channel yang sama, tetapi fokus pengambilan keputusannya dapat berbeda.
1. Fokus pada Pertumbuhan, Bukan Sekadar Aktivitas Marketing
Digital marketer dapat bertanggung jawab menjalankan aktivitas seperti SEO, advertising, social media, atau content marketing sesuai strategi perusahaan.
Growth hacker melihat aktivitas tersebut dari sudut yang lebih eksperimental dengan mempertanyakan bagaimana setiap aktivitas dapat dioptimalkan untuk menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik.
Artinya, keberhasilan tidak cukup dinilai dari apakah campaign sudah berjalan. Pertanyaan berikutnya ialah apakah campaign tersebut menghasilkan perubahan yang berarti terhadap acquisition, conversion, retention, atau metrik bisnis lain yang relevan.
2. Eksperimen Menjadi Bagian dari Proses Kerja
Growth hacker menggunakan eksperimen untuk menguji apakah suatu perubahan benar-benar memberikan dampak.
Eksperimen dapat berupa perubahan pesan iklan, targeting, CTA, alur onboarding, landing page, atau mekanisme referral.
Pendekatan ini membuat keputusan marketing tidak hanya bergantung pada asumsi. Data dari eksperimen menjadi dasar untuk menentukan apakah sebuah ide perlu dihentikan, diperbaiki, atau dikembangkan lebih jauh.
3. Data Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan
Data membantu growth hacker menentukan masalah yang perlu diprioritaskan dan mengukur dampak dari perubahan yang dilakukan.
Metrik yang digunakan bergantung pada tujuan bisnis, mulai dari traffic dan conversion hingga acquisition cost, retention, atau revenue.
Dengan demikian, growth hacker tidak mengejar angka yang terlihat bagus tetapi tidak berhubungan dengan tujuan bisnis.
Channel Apa yang Bisa Dioptimalkan Growth Hacker?
Growth hacker tidak harus bekerja pada satu channel tertentu. Fokusnya berada pada peluang pertumbuhan, sehingga channel yang digunakan mengikuti masalah dan audience yang ingin dijangkau.
SEO dan Content
SEO dan content dapat digunakan untuk menemukan peluang acquisition melalui kebutuhan pencarian yang belum terlayani dengan baik.
Growth hacker dapat menguji topik, format, landing page, atau distribusi content untuk melihat pendekatan mana yang mampu mendatangkan audience yang lebih relevan.
Paid Advertising
Dalam advertising, eksperimen dapat dilakukan pada audience, creative, offer, placement, atau pesan campaign.
Hasilnya kemudian dibandingkan berdasarkan metrik yang relevan dengan tujuan bisnis, bukan hanya jumlah impressions atau clicks.
Social Media dan Community
Social media dapat menjadi ruang untuk menguji pesan, format content, dan respons audience. Sementara itu, community dapat membantu bisnis memahami kebutuhan pengguna sekaligus menemukan peluang engagement, referral, atau retention.
Website dan Conversion Path
Website menjadi bagian penting ketika masalah pertumbuhan muncul setelah audience datang. Perubahan pada value proposition, CTA, form, navigasi, atau alur conversion dapat diuji untuk mengetahui apakah friction dalam perjalanan pengguna dapat dikurangi.
Baca Juga: Kembangkan Bisnis Anda dengan Market Growth Rate! Simak Cara Menghitungnya
Bagaimana Growth Hacker Menentukan Eksperimen?
Eksperimen yang banyak belum tentu menghasilkan strategi yang lebih baik. Growth hacker perlu menentukan masalah yang paling penting terlebih dahulu agar waktu dan sumber daya digunakan pada peluang yang memiliki dampak bisnis.
1. Temukan Bottleneck dalam Customer Journey
Perhatikan perjalanan pelanggan dari pertama kali mengenal bisnis hingga melakukan tindakan yang diharapkan. Jika banyak audience berhenti pada tahap tertentu, titik tersebut dapat menjadi kandidat eksperimen.
Memahami customer journey membantu tim melihat masalah berdasarkan pengalaman pelanggan, bukan hanya berdasarkan performa satu channel.
2. Buat Hypothesis yang Bisa Diuji
Hypothesis perlu menjelaskan hubungan antara masalah, perubahan yang diusulkan, dan hasil yang diharapkan.
Contohnya, jika banyak pengunjung meninggalkan landing page sebelum mengisi form, tim dapat menguji apakah penyederhanaan form meningkatkan jumlah submission.
Dengan hypothesis yang jelas, eksperimen memiliki alasan dan ukuran keberhasilan yang dapat dievaluasi.
3. Tentukan Metric Sebelum Eksperimen
Sebelum eksperimen dimulai, tentukan metrik yang akan digunakan untuk menilai hasil. Pilih metrik yang benar-benar berkaitan dengan tujuan eksperimen agar tim tidak mengubah kesimpulan setelah melihat data.
Misalnya, peningkatan clicks belum tentu berarti campaign lebih baik jika leads yang dihasilkan justru memiliki kualitas lebih rendah.
4. Evaluasi Hasil dan Scale yang Berhasil
Setelah eksperimen selesai, hasilnya perlu dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Jika perubahan memberikan dampak positif yang relevan, bisnis dapat mempertimbangkan penerapan lebih luas.
Sebaliknya, hasil yang tidak sesuai hypothesis tetap memberikan informasi. Kegagalan eksperimen dapat membantu tim menghindari asumsi yang sama pada percobaan berikutnya.
Skill Apa yang Dibutuhkan Growth Hacker?
Karena bekerja di antara marketing, data, dan eksperimen, growth hacker membutuhkan kombinasi kemampuan yang cukup luas.
1. Analytical Thinking
Kemampuan analitis membantu growth hacker membaca data, menemukan pola, dan menentukan masalah yang layak diuji. Angka tidak berhenti sebagai laporan, tetapi digunakan untuk menghasilkan keputusan.
2. Experimentation dan Problem Solving
Growth hacker perlu mampu mengubah masalah menjadi hypothesis yang dapat diuji. Kemampuan ini penting agar eksperimen tidak berubah menjadi rangkaian perubahan acak tanpa tujuan yang jelas.
3. Digital Marketing Knowledge
Pemahaman tentang SEO, advertising, content, social media, analytics, dan conversion membantu growth hacker melihat hubungan antaraktivitas marketing. Dengan pemahaman tersebut, peluang optimasi dapat ditemukan lebih luas daripada hanya dari satu channel.
4. Business Understanding
Growth bukan sekadar meningkatkan traffic atau engagement. Growth hacker perlu memahami bagaimana perubahan pada marketing atau customer experience berkaitan dengan acquisition, revenue, retention, atau tujuan bisnis lainnya.
Communication dan Collaboration
Eksperimen sering membutuhkan kerja sama antara marketing, product, sales, data, dan technology. Karena itu, growth hacker perlu mampu menjelaskan masalah, hypothesis, hasil, serta rekomendasi kepada tim yang memiliki fungsi berbeda.
Baca Juga: Strategi Meningkatkan Keuntungan Perusahaan dengan Cepat
Kapan Bisnis Membutuhkan Pendekatan Growth Hacker?
Pendekatan ini mulai relevan ketika bisnis sudah memiliki aktivitas digital, tetapi pertumbuhannya belum bergerak sesuai harapan dan tim kesulitan menentukan apa yang harus diperbaiki terlebih dahulu.
Misalnya, traffic sudah meningkat tetapi leads tetap stagnan. Kondisi lain dapat muncul ketika biaya acquisition terus naik, conversion rendah, retention menurun, atau berbagai channel sudah dijalankan tetapi belum diketahui mana yang memberikan kontribusi paling berarti.
Dalam situasi seperti ini, menambah aktivitas tanpa mengetahui akar masalah dapat membuat sumber daya semakin tersebar.
Pendekatan growth hacker membantu tim memusatkan perhatian pada bottleneck, menguji hypothesis, dan menggunakan hasil eksperimen untuk menentukan langkah berikutnya.
Growth Hacker Bukan Sekadar โPemburu Taktikโ
Growth hacker sering dikaitkan dengan ide kreatif dan strategi yang tidak biasa. Namun, nilai utamanya bukan pada seberapa unik sebuah taktik, melainkan pada kemampuan menghubungkan masalah, eksperimen, data, dan keputusan secara berkelanjutan.
Sebuah eksperimen yang gagal tetap dapat berguna jika hasilnya membantu bisnis memahami audience dengan lebih baik. Sebaliknya, taktik yang terlihat menarik belum tentu layak diterapkan jika tidak memberikan dampak terhadap tujuan bisnis.
Karena itu, growth hacker sebaiknya dipandang sebagai peran yang membantu bisnis membangun proses pertumbuhan berbasis pembelajaran.
Digital marketing menjadi salah satu ruang penting untuk menjalankan proses tersebut karena berbagai channel, audience, dan customer touchpoint dapat diuji secara terukur.
Ingin Strategi Digital Marketing Lebih Terukur? Pilih Partner
Eksperimen growth akan lebih bermakna ketika setiap channel memiliki tujuan, data, dan indikator keberhasilan yang jelas.
Jika bisnis Anda sudah menjalankan berbagai aktivitas digital tetapi masih kesulitan menentukan prioritas atau menghubungkan aktivitas marketing dengan tujuan bisnis, digital marketing agency dari ToffeeDev dapat membantu menyusun strategi yang lebih terarah.
ToffeeDev mengembangkan strategi digital marketing dengan menggabungkan SEO, digital advertising, content, social media, website, dan analisis data sesuai kebutuhan bisnis.
Konsultasikan kebutuhan digital marketing Anda dengan ToffeeDev hari ini untuk menentukan pendekatan yang paling relevan dengan kondisi bisnis!