Begini Cara Menggunakan Funnel Marketing Strategy Dalam Bisnis Anda

funnel marketing strategy

Dalam melakukan sebuah bisnis kita telah mengetahui beberapa atau bahkan banyak strategi marketing untuk meningkatkan penjualan. Umumnya, prinsip dan fokus yang dimiliki oleh setiap strategi marketing juga berbeda-beda. Namun satu hal yang pasti adalah semua strategi marketing bertujuan untuk meningkatkan laba yang dihasilkan bisnis Anda. Dalam berbisnis kita juga telah mengetahui seberapa pentingnya mengenali target pasar yang kita tuju. Ada beberapa strategi marketing yang dapat kita gunakan untuk mengetahui siapa target pasar dari produk bisnis kita seperti marketing segmentation, concentrated marketing, analisis target audience dan funnel marketing strategy. 

Pada artikel kali ini ToffeeDev tidak akan menjelaskan semua strategi yang sudah disebutkan tadi, tetapi akan lebih berfokus menjelaskan kepada Anda mengenai arti dari funnel marketing strategy, mengapa strategi marketing ini penting dan bagaimana cara kerja dari strategi tersebut. Funnel marketing strategy berbicara tentang bagaimana Anda mengetahui lebih dalam mengenai pasar Anda. Tidak hanya soal penjangkauan dari target Anda, melainkan juga mengetahui proses yang ada dari awal hingga akhir target pasar berhubungan dengan produk Anda.

Dengan mengetahui setiap prosesnya dari awal sampai akhir, Anda akan dimudahkan untuk mengetahui kekurangan atau kebocoran dari strategi yang sudah Anda lakukan. Dengan begitu Anda jadi dapat mengambil tindakan yang paling tepat untuk menanggulanginya dengan strategi yang baru. Akibatnya, setiap strategi yang Anda lakukan semakin tepat sasaran kepada target pasar yang memang sesuai dengan produk dari bisnis Anda. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja simak penjelasan di bawah ini untuk pemahaman yang lebih lengkap.

Arti Funnel Marketing Strategy

pengertian funnel marketing strategy

Funnel Marketing Strategy adalah suatu strategi marketing yang menjabarkan kepada suatu perusahaan mengenai target pasar atau target konsumen yang berpotensi membeli produk Anda. Penjabaran yang dilakukan adalah dari awal konsumen berinteraksi atau mengenal produk hingga menjadi pembeli, bahkan menjadi pelanggan setia dari produk Anda. Funnel marketing strategy atau yang biasa disebut dengan purchase funnel hampir mirip dengan strategi yang disebut customer journey. Perbedaan di antara keduanya terdapat pada prosesnya.

Jika customer journey hanya menjelaskan proses interaksi konsumen dari awal hingga akhir, funnel marketing strategy juga menjelaskan proses interaksi konsumen dari awal hingga akhir namun ditambah dengan jumlah target pasar yang bisa diraih. Jadi sebenarnya apa saja proses interaksi konsumen dari awal hingga akhir yang dimaksudkan? Proses interaksi konsumen dapat kita bayangkan seperti corong yang awalnya memiliki lebar yang cukup luas, namun semakin ke bawah lebarnya semakin sempit. Lebar apanya yang semakin luas dan semakin sempit?

Ini berbicara mengenai jangkauan pasar yang dapat Anda raih dalam bisnis Anda. Pada bagian strategi awal untuk mengenalkan produk kepada calon konsumen, tentu Anda dapat menjangkau banyak konsumen. Dengan strategi yang Anda lakukan, semakin banyak orang yang tadinya tidak mengetahui keberadaan produk Anda jadi lebih mengetahuinya. Prosesnya sendiri terbagi menjadi 3 bagian utama, yakni Awareness, Consideration dan Conversion.

Ketiga bagian ini hanyalah salah satu versi dari sekian banyak versi yang ada. Setiap versi memiliki tahapan dan prosesnya yang berbeda-beda, ada yang memiliki 3 tahapan, 5 tahapan, bahkan 7 tahapan. Namun versi manapun yang Anda pilih tidak akan jadi masalah, karena pada intinya semua proses yang ada memiliki tujuan dan prinsip yang sama. Perbedaannya hanya terdapat pada seberapa detail versi yang Anda gunakan. Pilih dan gunakan versi yang paling sesuai dengan kebutuhan produk bisnis Anda.

Baca Juga: Sales Funnel dan SEO: Repeat Purchase hingga Loyalitas Customer

Mengapa Strategi Ini Penting?

Jadi mengapa strategi ini sangat penting untuk Anda gunakan dan implementasikan? Secara garis besar Anda jadi dapat mengetahui semua proses yang dilalui oleh konsumen Anda dari bagaimana pertama kali mengetahui produk Anda, melihat dari media apa dan apa yang membuat mereka akhirnya memutuskan untuk membeli produk Anda, serta mengapa mereka memilih menjadi pelanggan setia Anda. 

Data-data terkait konsumen inilah yang dapat Anda gunakan untuk melakukan analisis lebih jauh agar semakin banyak konsumen yang dapat dijangkau, semakin banyak konsumen yang mempertimbangkan untuk membeli produk, yang akan berakhir kepada pembelian produk dan kesetiaan pelanggan Anda. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa alasan mengapa penggunaan strategi ini sangat penting.

1. Menjangkau Konsumen Baru

Jika Anda langsung menargetkan pasar tanpa tahu mana pasar yang Anda tuju, tentu strategi yang Anda lakukan jadi salah sasaran. Hal ini akan membuang waktu dan dana yang telah Anda keluarkan pada target pasar yang tidak seharusnya menjadi fokus Anda. Saat Anda mulai mengetahui konsumen Anda dari awal proses funnel marketing hingga akhirnya, maka Anda jadi dapat menargetkan pasar dengan tepat bahkan menjangkau konsumen-konsumen yang baru. 

Strategi funnel marketing memperlihatkan kepada Anda mana saja strategi yang belum maksimal digunakan. Saat Anda mengetahui mana yang belum maksimal, Anda jadi dapat menggantinya dengan strategi yang baru, yang bisa menjangkau lebih banyak konsumen yang tepat dari produk Anda.

Baca Juga: 5 Cara Menentukan Segmentasi Pasar dengan Tepat

2. Meningkatkan Pertimbangan Konsumen

Data yang dihasilkan dari implementasi strategi ini akan membantu Anda untuk mencocokkan strategi mana yang akan digunakan untuk meningkatkan pertimbangan konsumen dalam membeli produk Anda. Misalnya karena Anda sudah mengenal produk dan karakteristik target dari produk Anda, Anda jadi dapat menggunakan iklan atau ads yang sesuai dengan target pasar Anda. Mereka jadi bisa melihat produk Anda secara lebih detail dan berkala. 

Pada awalnya mungkin target pasar Anda hanya mengetahui keberadaan produk Anda, namun seiring berjalannya waktu target pasar Anda jadi kembali berkeinginan untuk membeli produk Anda. Hal ini dikarenakan pemasangan iklan yang terus muncul di media sosial mereka. Pada penjelasan di bawah, Anda akan diberitahu cara-cara untuk membuat target pasar menimbang-nimbang produk Anda agar cara tersebut menghasilkan penjualan produk Anda. Penelitian yang dilakukan oleh Amazon membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat dapat mendorong konsumen untuk menambahkan produk Anda ke keranjang dua kali lipat lebih banyak dari yang tidak menggunakan strategi ini.

3. Meningkatkan Penjualan

Tentu saja dengan semakin mengenal siapa target pasar Anda dan memperbaiki strategi-strategi yang belum maksimal dengan strategi yang baru, akan membuat produk Anda mengalami peningkatan penjualan. Selain itu strategi ini akan membantu Anda lebih lagi mengenali produk Anda yang mungkin selama ini belum Anda ketahui seperti pain point dan preferensi target pasar Anda. 

Anda juga tidak hanya dapat mengetahui karakteristik mereka melainkan dapat membuat peningkatan dari produk-produk yang Anda tawarkan. Data hasil strategi ini akan membantu Anda membuat pertimbangan-pertimbangan lain yang dapat meningkatkan kualitas, tidak hanya dari segi produk, melainkan dari segi pelayanan dan citra brand Anda. Pada akhirnya semua hal ini akan membawa Anda kepada penjualan yang semakin meningkat dan hasil yang semakin memuaskan.

Baca Juga: Barisan Ide Kreatif Untuk Meningkatkan Penjualan

4. Membangun Kesetiaan Pelanggan

Setelah Anda melakukan perbaikan-perbaikan pada seluruh aspek bisnis Anda, khususnya produk, pelayanan dan strategi yang berkaitan untuk menjangkau konsumen, Anda jadi dapat mengerti strategi mana saja yang dapat membangun kesetiaan pelanggan. Selain itu Anda juga semakin mengerti produk mana saja yang kalau Anda tawarkan kepada konsumen, mereka akan melakukan pembelian ulang. 

Saat mereka sudah puas terhadap pelayanan dan perbaikan produk yang Anda lakukan, maka respon yang diberikan konsumen positif, bahkan produk Anda menjadi salah satu yang akan mereka cari saat berhubungan dengan jenis produk yang Anda jual.

Tahapan Funnel Marketing Strategy

tahapan funnel marketing strategy

Pada artikel ini, ToffeeDev tidak hanya akan menjelaskan tiga tahapan inti dari strategi ini melainkan lima tahapan untuk memberikan penjelasan yang lebih detail yang bisa Anda implementasikan berikutnya.

1. Awareness (Top of The Tunnel atau TOFU)

Tahap ini adalah tahap di mana konsumen atau target pasar Anda mengenal produk dan brand Anda. Suatu keadaan di mana konsumen menemukan produk Anda melalui berbagai media yang ada. Baik dari social media, website, iklan TV, radio, podcast, koran, majalah atau bahkan dari testimoni yang diberikan oleh orang-orang di lingkungan konsumen.

2. Consideration (Middle of The Funnel atau MOFU)

Seperti namanya consideration atau pertimbangan, tahapan ini berarti konsumen mulai tertarik terhadap produk Anda. Namun belum melakukan pembelian, melainkan masih melakukan beberapa pertimbangan penting menurut konsumen. Dalam tahapan ini juga kemungkinan besar konsumen sedang membandingkan apa yang Anda tawarkan dengan apa yang ditawarkan oleh kompetitor. Bisa berapa perbandingan produk, harga, pelayanan, promosi dan penawaran yang diberikan.

Baca Juga: Pengertian dan Belajar Marketing Funnel 

3. Conversion (Middle of The Funnel atau MOFU)

Tahapan ini adalah ketika konsumen akhirnya sudah membuat keputusan untuk membeli produk Anda. Pada tahap ini berarti ada beberapa keunggulan yang produk Anda tawarkan dari produk yang ditawarkan kompetitor. Anda bisa saja unggul dalam hal pelayanan, promosi yang menarik, nilai manfaat yang diberikan produk Anda lebih banyak dan banyak hal lainnya. Selain itu dengan terjualnya produk Anda di pasaran berarti konsumen telah menaruh kepercayaan kepada produk Anda.

Jasa SEO

4. Loyalty (Bottom of The Funnel atau BOFU)

Loyalty atau loyalitas adalah tahap di mana konsumen lebih lagi menaruh kepercayaan terhadap produk Anda, karena mereka sangat puas terhadap produk yang telah mereka beli dari Anda. Intinya semua kepuasan mengenai pelayanan, produk, promo dan nilai lainnya membuat konsumen menjadi pelanggan tetap. Akibatnya konsumen akan melakukan pembelian ulang terhadap produk Anda. Pada tahap ini juga Anda sebagai produsen akan memberikan benefit tambahan seperti promo, freebies, dan program lainnya yang menguntungkan bagi pelanggan Anda yang sudah menunjukkan kesetiaannya kepada Anda.

5. Advocacy

Advocacy atau bisa juga kita sebut testimoni, merupakan hasil dari semua persiapan matang dan eksekusi yang telah Anda lakukan dengan baik. Dengan konsumen yang puas maka tanpa diminta oleh Anda, konsumen akan dengan senang hati menceritakan pengalaman positif mereka dengan produk Anda kepada teman-teman dan keluarga. Hal ini karena konsumen yang puas akan cenderung ikut merekomendasikan produk-produk yang menurut mereka memiliki nilai yang baik untuk mereka beli. Jadi advocacy yang diberikan oleh konsumen Anda adalah pengiklanan gratis yang bisa Anda dapatkan.

Baca Juga: Cara Penerapan Customer Journey Dalam Bisnis

Tahapan Metode AIDA

tahapan metode aida

Tahapan metode AIDA merupakan tahapan yang sudah sering digunakan pada berbagai aspek bisnis. Metode ini juga dapat menggambarkan proses interaksi konsumen pertama kali terhadap produk Anda seperti yang baru saja dijelaskan di atas. Metode AIDA pada funnel marketing berguna untuk Anda pahami dalam pembuatan konten bagi produk dan bisnis Anda. Coba Anda perhatikan penjelasan berikut ini.

1. Attention

Huruf A yang pertama adalah attention atau perhatian. Tahap ini sama seperti tahapan awareness, di mana konsumen baru saja akan mengetahui keberadaan produk Anda. Produk Anda akan dikenal jika konten yang dibuat dapat menarik perhatian dari konsumen. Selain konten yang menarik, media yang Anda gunakan untuk membagikan konten yang telah dibuat sangat penting. Semua ini bertumpu pada satu hal yakni karakteristik dari konsumen Anda. Saat Anda sudah mengenali karakteristik dari konsumen dengan baik, maka Anda akan mengetahui kebutuhan dan juga pain point dari konsumen. Kedua hal ini juga yang akan membantu produk Anda dikenal oleh konsumen.

2. Interest

Huruf I pada metode AIDA dapat dikenali sebagai interest atau informasi. Tahapan ini adalah tahap di mana konsumen mulai menaruh ketertarikan kepada produk yang Anda tawarkan. Jika tertarik, berarti konsumen menganggap bahwa produk Anda adalah solusi dari masalah yang mereka alami. Namun tidak langsung begitu saja membeli produk Anda, konsumen juga akan mencari informasi lebih dalam terkait produk Anda dan produk kompetitor Anda untuk mendapatkan nilai yang terbaik dari setiap produk yang nantinya akan dipilih.

Baca Juga: Penjelasan dan Faktor Penting Dalam Consumer Behavior

3. Desire

Pada tahap ini, konsumen mulai menunjukkan bahwa mereka menginginkan produk Anda karena informasi yang telah mereka cari. Pada tahap ini, Anda harus menunjukkan manfaat dan keuntungan apabila konsumen membeli produk Anda, misalnya promo-promo menarik, freebies, kualitas serta pelayanan yang baik. Hal ini dapat dilihat konsumen dari konten-konten yang Anda buat. Konten yang dibuat haruslah menarik dan yang paling penting, konten Anda harus berhasil meyakinkan konsumen bahwa memilih produk Anda adalah pilihan yang sangat tepat.

4. Action

Action adalah tahap di mana konsumen akhirnya memutuskan untuk membeli produk Anda. Selain dari bagian konsumen untuk memutuskan akan melakukan pembelian produk, Anda sebagai produsen juga harus memastikan bahwa setiap konten yang Anda buat sangat menarik untuk konsumen. Anda harus memastikan untuk menaruh “call to action” pada akhir dari penulisan konten yang Anda buat. Call to action” yang dibuat juga tidak boleh sembarangan.

Penulisan call to action yang baik adalah penulisan yang SEO friendly, yakni yang mudah untuk digunakan oleh konsumen serta tidak memakan proses dan waktu yang panjang. Jika proses pembelian Anda melalui beberapa link yang harus diisi dan dibuka, sebelum konsumen melakukan klik untuk beli, mereka sudah tidak jadi untuk membeli produk Anda. Oleh karena itu usahakan proses pembelian dan pembayaran dilakukan dengan cara yang mudah dan singkat.

Baca Juga: Behavioral Segmentation: Strategi Marketing Efektif untuk Tingkatkan Pelanggan

Metode manapun yang Anda pilih, inti atau tujuan dari strategi ini tetap sama yakni untuk mengenalkan produk Anda kepada konsumen dan yang pada akhirnya membuat keputusan untuk melakukan pembelian terhadap produk Anda. Meskipun nanti ada konsumen yang masuk pada pertengahan dari strategi ini, Anda tidak perlu khawatir. Prosesnya akan tetap sama dan berjalan sesuai dengan tahapan yang ada.

Penerapan dan Cara Kerja Funnel Marketing Strategy

penerapan funnel marketing strategy

Setelah dijelaskan mengenai tahapan-tahapan yang ada dalam strategi marketing funnel, pasti Anda jadi bertanya-tanya bagaimana Anda melakukannya dengan baik agar Anda mendapatkan hasil yang positif, bukan? Sebenarnya tanpa Anda mempelajarinya, kemungkinan besar Anda sudah pernah melakukannya tanpa Anda sadari. Penerapan strateginya cukup mudah dan sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini. Langsung saja simak penjelasan berikut ini.

1. Awareness

Pada tahapan ini, tugas Anda adalah untuk mengetahui masalah atau kebutuhan dari konsumen Anda. Hal ini penting untuk menentukan produk apa yang akan Anda jual nantinya, karena produk yang Anda jual harus menawarkan solusi dari permasalahan konsumen Anda. Kalau produk Anda tidak menjawab solusi dari masalah yang ada, akan sulit bagi produk Anda untuk dibeli atau bahkan dilirik oleh konsumen. Selain itu produk yang berfokus pada penyelesaian masalah konsumen akan membuat produk Anda bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Produk yang Anda jual tidak hanya viral sesaat lalu mati, tetapi akan bertahan meskipun keadaan berganti. Lalu karena ini adalah langkah awal di mana konsumen baru saja akan mengenal produk Anda, jadi Anda harus memikirkan bagaimana cara memperkenalkannya kepada konsumen. Misalnya, Anda sudah menemukan permasalahan bahwa saat ini masih ada banyak orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi untuk mereka bepergian.

Kendaraan umum memang sudah tersedia, namun masyarakat harus berjalan kaki terlebih dahulu sampai ke jalan raya untuk menemukannya. Selain itu penggunaan kendaraan umum meskipun murah, namun masih mengharuskan penggunanya untuk transit atau berganti kendaraan beberapa kali agar sampai ke tempat tujuan. Mungkin konsumen juga merasa lelah untuk berganti kendaraan beberapa kali, tetapi tidak menyadarinya.

Saat Anda menyadari masalah ini, Anda memikirkan solusi yaitu ojek online. Ojek online ini mudah digunakan, tinggal menggunakan aplikasi, memesan driver ke lokasi tujuan dan akan ada driver yang langsung menjemput ke titik lokasi pengguna. Meskipun pengguna sadar bahwa kendaraan umum tidak efektif namun mereka tidak aktif dalam mencari solusi permasalahan ini.

Oleh karena itu tugas Anda adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat mengenai produk jasa ojek online Anda. mengenalkan ojek online agar mereka sadar bahwa produk yang Anda jual adalah solusi dari permasalahan yang mereka alami. Anda bisa mengenalkannya dengan beberapa media berbeda sekaligus agar produk Anda dapat menjangkau banyak konsumen. Anda bisa menggunakan beberapa media berikut:

  • Iklan TV
  • Iklan Radio
  • Majalah
  • Koran
  • Website
  • Iklan outdoor (baliho, spanduk, reklame atau billboard)
  • Social media
  • Paid Ads (Google, Facebook, YouTube, Instagram, LinkedIn, Path, dan lain sebagainya)
  • Influencer
  • Endorsement
  • SEO

Baca Juga: Seluk Beluk Brand Awareness yang Wajib Anda Ketahui

2. Consideration

Anda sudah mencari tahu masalah apa yang dialami oleh konsumen atau apa saja pain point dari konsumen, apa langkah selanjutnya? Langkah selanjutnya adalah mencari informasi lanjutan mengenai masalah tersebut. Pada tahapan ini Anda harus mencari informasi sebanyak dan selengkap mungkin mengenai produk yang akan Anda jual.

Informasi yang Anda dapatkan tidak hanya digunakan untuk membangun produk tetapi juga untuk membantu Anda dalam membuat konten yang cocok digunakan kepada target pasar Anda. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam membuat konten bagi konsumen Anda:

Menarik

Dengan fase kehidupan yang serba cepat, Anda harus membuat konten yang menarik perhatian dari konsumen yang melihat. Dalam social media Instagram misalnya. Saat konten Anda penuh dengan banyak tulisan yang membosankan, manfaat produk Anda yang bagus tetap tidak akan dilirik oleh konsumen. Oleh karena itu konten yang Anda buat harus singkat, jelas dan padat yang tetap mencakup semua informasi produk Anda.

Maksimalkan setiap fitur dari media yang Anda gunakan. Contoh penggunaan Instagram tadi misalnya, dalam Instagram terdapat banyak fitur yang dapat Anda gunakan untuk membuat konten menarik. Beberapa fitur yang dapat digunakan seperti reels, story, tv dan live. Anda harus menggunakan fitur-fitur tersebut dengan kreativitas, sebagai contoh Anda dapat mengupload hasil stop motion yang Anda buat di reels atau tv pada Instagram.

Tampilan stop motion yang menarik tentu akan membuat konsumen tertarik melihat konten yang Anda buat. Saat konsumen sudah tertarik dan berhenti di konten yang Anda buat, tentu pesan dari konten mengenai produk Anda akan tersampaikan dengan baik kepada konsumen. Akibatnya produk Anda akan masuk ke dalam pertimbangan konsumen karena produk Anda ditemukan memiliki nilai manfaat yang sedang dibutuhkan.

Bermanfaat dan Mengedukasi Konsumen

Konten yang menarik tentu saja belum cukup. Jika isi konten Anda hanya informasi asal atau informasi yang hanya menjual, konsumen tetap tidak akan tertarik kepada produk Anda. Saat ini konten yang memberikan informasi yang bermanfaat serta mengedukasi akan lebih diterima oleh konsumen.

Konten yang mengandung informasi seperti ini biasa disebut juga sebagai strategi soft selling. Strategi soft selling berarti menjual produk Anda secara tersirat. Misalnya pada beberapa kalimat awal, Anda memberikan beberapa informasi penting yang harus diketahui oleh konsumen. Informasi tersebut bisa berupa hasil penelitian atau data berupa fakta yang memberikan wawasan bagi konsumen.

Pada bagian akhir dari informasi tersebut, Anda harus menyertakan kalimat “call to action” supaya konsumen memberikan respon terhadap konten Anda. Respon yang diharapkan tentu saja adalah konsumen yang melakukan pembelian, namun jika mereka hanya melakukan share tentu tidak apa-apa. Respon apa pun yang diberikan oleh konsumen tetap akan berdampak pada konten Anda yang akan menjangkau semakin banyak orang.

Baca Juga: Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling

Menunjukkan Keunggulan Produk

Selain dua poin di atas, jangan lupa untuk menunjukkan keunggulan yang dimiliki produk Anda. Poin ini berguna untuk memberitahukan kepada konsumen keunggulan yang dimiliki oleh produk Anda dan yang tidak dimiliki oleh produk kompetitor. Keunggulan Anda yang tidak dimiliki oleh kompetitor akan menjadi nilai tambah serta menjadi kekuatan produk Anda di pasaran.

Dengan begitu, saat konsumen melakukan pertimbangan antara produk Anda dengan produk kompetitor, konsumen akan lebih memilih menggunakan produk Anda. Untuk menunjukkan keunggulan dan nilai dari produk Anda yang akan diterima oleh konsumen, Anda dapat memberikan gambaran ekspektasi yang diinginkan konsumen. Misalnya produk yang Anda jual adalah skincare. 

Akan lebih baik untuk menonjolkan hasil yang diberikan saat konsumen menggunakan produk skincare daripada hanya menjelaskan kandungan-kandungan yang ada di dalamnya. Anda juga bisa menggunakan kandungan yang ada untuk membuat konsumen percaya, tetapi konten harus diakhiri dengan manfaat dari kandungan-kandungan tersebut.

SEO

Dengan semua media digital yang ada, penggunaan SEO akan sangat menguntungkan saat banyak orang melakukan pencarian pada mesin pencari dan media online lainnya. SEO atau search engine optimization adalah cara untuk melakukan optimasi pencarian khususnya dalam mesin pencari seperti Google. Namun saat ini SEO tidak hanya digunakan pada mesin pencari melainkan semua media online.

SEO digunakan untuk membuat konten Anda menjadi urutan paling atas saat dicari oleh konsumen. Optimisasi yang dilakukan adalah penggunaan keyword yang tepat sesuai dengan isi konten Anda. Jika konten Anda berada di paling atas pada mesin pencari, tentu saja konten Anda akan terlihat dan dibaca oleh konsumen. Akibatnya konten Anda akan membuat produk semakin dikenal dan akan menjadi pertimbangan konsumen.

Beberapa tips membuat konten di atas memiliki satu tujuan, yakni untuk membuktikan kepedulian Anda sebagai produsen kepada konsumen. Dengan konten yang bermanfaat, mengedukasi dan memudahkan konsumen dalam setiap prosesnya, akan menunjukkan itikad baik Anda. Citra dari brand dan produk Anda akan semakin meningkat dan semakin mendapatkan kepercayaan di mata konsumen.

Baca Juga: Manfaatkan Teknik Inbound Marketing Untuk Kesuksesan Bisnis Anda

3. Conversion

Pada tahap ini, Anda harus membawa konsumen dari tahap mempertimbangkan kepada tahap memutuskan untuk membeli produk Anda. Pada tahap ini konsumen perlu diyakinkan oleh Anda melalui value yang dimiliki oleh produk Anda. Jika mereka merasa nilai yang Anda tawarkan merupakan best deal yang dapat mereka terima, maka konsumen pasti akan membeli produk Anda. Selain itu ada beberapa cara yang dapat Anda gunakan, simak poin-poin bawah ini.

  • Menawarkan garansi uang kembali selama 30 hari.
  • Menawarkan masa percobaan gratis selama 7 hari atau 30 hari.
  • Menawarkan diskon dalam periode waktu tertentu.
  • Menawarkan bundle atau paket yang memberikan banyak keuntungan.
  • Menawarkan pembelian dua barang atau lebih dengan membayar harga satu barang.
  • Menambahkan customer service yang dapat dihubungi konsumen sewaktu-waktu.
  • Menambahkan bagian FAQ untuk menjawab pertanyaan konsumen.
  • Menambahkan testimoni dari konsumen yang merasa puas terhadap pembelian mereka. Bisa berupa hasil yang didapatkan, berupa pelayanan yang diberikan atau testimoni lainnya yang dapat membantu meyakinkan konsumen yang masih ragu.
  • Melakukan interaksi real time untuk menjawab pertanyaan dan memberikan alasan-alasan untuk meyakinkan konsumen.

Beberapa cara di atas dapat Anda gunakan sebagai “tembakan terakhir” untuk membuat konsumen Anda akhirnya membeli produk yang ditawarkan. Misalnya produk Anda sudah ada di keranjang konsumen cukup lama, mungkin sampai mereka lupa telah memasukkan produk Anda ke dalam keranjang. Dengan menawarkan promo, bundle, dan keuntungan lainnya, konsumen jadi merasa terdorong untuk segera melakukan pembelian. Apalagi jika keuntungan-keuntungan yang Anda tawarkan memiliki jangka waktu tertentu.

Sebagai contoh, promo buy 1 get 1 hanya berlaku pada hari di mana Anda memposting konten promo tersebut. Saat konsumen melihat promo tersebut, tentu urgensi untuk membeli produk Anda akan semakin dirasakan oleh konsumen. Dengan membuka live interaction juga akan membuat konsumen menjadi yakin dengan jawaban-jawaban langsung yang Anda berikan. Dengan begitu akan semakin banyak konsumen yang akhirnya akan langsung membeli produk Anda.

4. Loyalty

Pada tahap ini di mana konsumen akan melakukan pembelian kembali terhadap produk Anda, strategi-strategi yang menarik konsumen juga perlu dilakukan. Tidak hanya berhenti saat konsumen telah melakukan pembelian, promo dan keuntungan lainnya harus terus dijalankan. Hal ini agar konsumen dapat melihat bahwa keputusan mereka untuk menjadi pelanggan tetap tidak salah.

Dengan memutuskan menjadi pelanggan tetap justru ada banyak manfaat dan keuntungan lain yang dapat konsumen rasakan. Demi memuaskan konsumen dan menjaga kepercayaan mereka terhadap produk Anda, berikut ini beberapa program yang dapat Anda gunakan untuk membuat konsumen menjadi pelanggan tetap.

Memberikan Reward

Salah satu cara yang sering digunakan oleh banyak bisnis adalah reward. Reward yang ditawarkan dapat berupa apa saja. Misalnya poin yang didapatkan dari pembelian produk-produk Anda. Saat telah berhasil mengumpulkan 50 poin, konsumen dapat menukarkannya dengan produk yang telah disediakan.

Anda juga dapat memberikan reward berupa diskon 20% saat konsumen pertama kali bergabung menjadi pelanggan setia. Selain itu Anda juga bisa menjelaskan keuntungan lain yang didapatkan saat bergabung menjadi anggota dari brand produk Anda. Keuntungan yang paling sering digunakan dan ditonjolkan adalah pemberian reward saat konsumen berulang tahun.

Dengan begitu konsumen jadi merasa lebih dihargai dan merasa menjadi pelanggan setia Anda adalah hal yang baik. Tidak hanya konsumen yang merasa dihargai, data konsumen yang Anda miliki dapat digunakan selanjutnya untuk mengirimkan e-mail untuk merekomendasikan produk Anda.

Baca Juga: 5 Macam Strategi Efektif untuk Menjual Apapun dengan Mudah

Merekomendasikan Produk

Dengan data-data yang sudah diisi konsumen saat mereka bergabung menjadi anggota atau pelanggan setia, Anda dapat menggunakan kembali data yang ada untuk mengirimkan rekomendasi produk yang berkaitan dengan konsumen. Anda bisa mengirimkan rekomendasi melalui e-mail atau notifikasi pada smartphone konsumen (jika Anda menggunakan aplikasi).

5. Advocacy

Pada tahap ini sebenarnya Anda tidak perlu melakukan apa pun karena pada tahap ini Anda mendapatkan iklan secara gratis yang diberikan oleh konsumen, khususnya pelanggan setia Anda. Namun meskipun pekerjaan Anda sudah selesai, ada baiknya jika Anda memberikan wadah untuk para konsumen memberikan opini dan review positif. Opini dan review positif yang diberikan pelanggan sangat bermanfaat untuk membangun citra dari brand Anda.

Jadi konsumen tidak hanya membuat produk Anda terjual lebih banyak, namun citra brand dari produk Anda juga akan semakin menguat. Apabila hal ini terjadi, konsumen-konsumen baru yang belum terjangkau akan berpotensi menjadi konsumen Anda. Strategi word of mouth atau promosi dari pelanggan Anda sangat terbukti membantu seseorang memutuskan akan membeli suatu produk.

Hal ini sama saat Anda sedang ingin berbelanja pada suatu platform online shopping untuk membeli suatu barang. Saat Anda ingin membeli suatu barang, pasti Anda akan melihat review yang diberikan oleh orang-orang yang telah membeli barang tersebut. Jika bintang rata-rata yang diberikan di atas empat maka Anda berani untuk membeli produk tersebut.

Jika bintang rata-rata di bawah tiga maka Anda tidak jadi membeli produk tersebut dan mencari produk sejenis yang lain. Hal ini Anda lakukan karena Anda tahu terdapat banyak kasus penipuan, bukan? Anda melihat review untuk memastikan bahwa biaya yang Anda keluarkan sebanding dengan barang yang akan Anda dapatkan.

Sama dengan konsumen Anda, review yang diberikan oleh konsumen-konsumen sebelumnya akan membantu mereka dalam memutuskan untuk melakukan pembelian produk Anda. Fakta menunjukkan bahwa sebesar 70% orang atau konsumen bergantung kepada review yang telah diberikan terhadap suatu produk. Oleh karena itu menyediakan tempat atau wadah bagi konsumen baru untuk memberikan dan melihat review dari konsumen sebelumnya merupakan hal yang penting.

Baca Juga: Mantapkan Website Anda dengan 7 Social Proof Ini

Jadi apakah Anda sudah mengerti mengapa funnel marketing strategy banyak digunakan pada suatu bisnis? Apakah Anda sudah mengerti mengenai pentingnya menggunakan strategi ini pada bisnis Anda? Semoga dengan artikel ini Anda mendapatkan wawasan baru tentang strategi yang dapat digunakan untuk membantu Anda mendapatkan hasil penjualan yang meningkat. Seperti sudah disebutkan juga sebelumnya, penggunaan SEO adalah salah satu cara yang penting untuk Anda lakukan. 

Apabila Anda sedang mencari jasa SEO untuk membuat artikel dan konten lain agar banyak dicari oleh konsumen, Anda bisa menggunakan jasa SEO dari ToffeeDev. Selain itu kami juga menyediakan jasa lain yang Anda butuhkan, yang bertujuan membuat produk Anda semakin dikenal oleh banyak orang. Anda dapat langsung membuka website kami untuk informasi mengenai jasa dan pelayanan lainnya yang ToffeeDev tawarkan untuk Anda. Anda bisa langsung klik di sini.

Share this on :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat