Bandwidth: Jenis, Contoh & Tips Mengoptimalkannya

apa itu bandwidth

Proses pembuatan website tidak hanya mengutamakan tampilan dan fitur yang menarik. Anda juga harus memperhatikan elemen website yang tak terlihat seperti bandwidth. Kecepatan dan kinerja website Anda ternyata dipengaruhi pula oleh kapasitas bandwidth yang tersedia. Bandwidth yang terbatas akan menyulitkan pengguna internet ketika mengakses website Anda. Pertanyaannya, sudahkah Anda memahami apa itu bandwidth?

Banyak yang mengaitkan bandwidth dengan kecepatan internet, padahal keduanya sangat berbeda. ToffeeDev akan mengulas lengkap tentang bandwidth, termasuk contoh dan cara mengoptimalkannya agar website Anda bisa beroperasi dengan lancar. Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Memahami Apa Itu Bandwidth

Bandwidth pada dasarnya merupakan jumlah data yang ditransfer dalam satuan bit per second (bps). SIngkatnya, bandwidth alias lebar pita merupakan kapasitas maksimum data yang dikirim (upload) dan diunduh (download) setiap detiknya. Ukuran bandwidth dihitung berdasarkan jumlah lalu lintas (traffic) dan ukuran konten dalam satu halaman website.

Mari kita analogikan bandwidth sebagai jalan raya agar lebih mudah memahami pengertiannya. Bandwidth diibaratkan sebagai jalan raya yang lebar, sedangkan data yang masuk ke dalam bandwidth digambarkan sebagai kendaraan yang melintasi jalan raya tersebut. Tentu Anda sudah hafal bahwa jalan raya akan lancar apabila kendaraan yang melewatinya sedikit, begitu pula sebaliknya.

Baca Juga: Apa itu VPS dan Fungsinya

Artinya, traffic internet akan lancar apabila data yang masuk ke bandwidth masih sedikit. Sebaliknya, traffic internet akan tersendat atau lagging jika data yang masuk ke bandwidth banyak dan tidak sesuai kapasitasnya.

Berdasarkan analogi di atas, Anda bisa menyimpulkan bahwa kapasitas bandwidth merupakan salah satu indikator penting sebelum membuat website. Makin besar kapasitas bandwidth, proses pertukaran data berjalan lancar meskipun traffic kunjungan website Anda sedang berada di puncaknya. Tidak hanya itu, jumlah data yang melewati bandwidth dalam satu waktu pun masih bisa bertambah.

banner

Jenis-Jenis Bandwidth

Ada dua jenis bandwidth yang perlu Anda pahami, yaitu bandwidth analog dan bandwidth digital. Bagaimana penjelasannya?

1. Bandwidth Analog

Bandwidth analog adalah kisaran frekuensi yang dihasilkan untuk mentransmisikan sinyal analog melalui saluran transmisi. Sinyal analog ini biasanya berasal dari mikrofon, kamera, atau instrumen musik yang menghasilkan sinyal gelombang kontinu. Satuan bandwidth analog yaitu Hertz (Hz) dan merupakan selisih antara frekuensi puncak tertinggi dan terendah dari sinyal analog.

2. Bandwidth Digital

Jenis bandwidth inilah yang sering digunakan dalam dunia transmisi data di internet. Bandwidth digital adalah kapasitas data yang ditransmisikan melalui media transmisi digital dalam waktu tertentu. Satuan dalam bandwidth digital tidak selalu bps, bisa pula kilobits per detik (kbps), Megabits per detik (Mbps), atau Gigabits per detik (Gbps). 

Bandwidth digital lebih unggul daripada bandwidth analog. Pasalnya, sinyal digital bisa direkonstruksi dan dikirim kembali jika terjadi gangguan dalam proses transmisi. Bandwidth digital juga mempunyai kapasitas yang lebih besar dibandingkan bandwidth analog. Namun, kedua  jenis bandwidth ini berperan penting dalam teknologi jaringan karena bisa memengaruhi kinerja dan kecepatan transmisi data pada sistem komunikasi.

Baca Juga: Apa itu Malware dan Jenis-Jenisnya

Contoh Bandwidth dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh bandwidth sudah sering Anda lihat pada sinyal internet yang dipasang di smartphone. Ada tiga jenis jaringan telepon yang sering digunakan pada saat ini, yaitu 3G, 4G, dan 5G. Jaringan 4G memiliki bandwidth yang lebih besar daripada 3G. Tidak heran ketika beralih dari 3G ke 4G, Anda akan merasakan traffic internet yang lebih cepat. Begitu pula teknologi 5G, kapasitas bandwidth yang digunakan jauh lebih tinggi daripada 4G dan 3G.

Ada pula contoh penggunaan bandwidth pada Virtual Private Server (VPS). Contohnya, Anda menggunakan layanan VPS dengan bandwidth mulai dari 100 Mbps dan total pengiriman data 1TB. Artinya, pengguna internet bisa mengakses VPS dengan kecepatan 100 Megabit per detik. Kapasitas VPS yang lebih besar akan menawarkan bandwidth yang lebih kuat sehingga proses pengoperasian server lebih lancar meski sedang diakses oleh banyak pengunjung.

Baca Juga: Apa itu Server Proxy? Berikut 6 Cara Periksa Proxy Melalui Komputer

Tips Mengoptimalkan Bandwidth

Terkadang Anda merasa bahwa lalu lintas internet sedang padat padahal jaringannya masih stabil. Itu artinya Anda perlu mengoptimalkan penggunaan bandwidth. Lakukan cara di bawah ini agar kapasitas bandwidth tetap stabil meski sedang diakses oleh banyak pengguna.

1. Gunakan Cloud

Penggunaan cloud merupakan langkah praktis untuk mengoptimalkan kinerja bandwidth. Cloud akan mengalihkan sebagian traffic yang bekerja pada jaringan pribadi sehingga lebih ringan. Beberapa tekanan yang ada dalam jaringan pun bisa dikurangi dengan menggunakan cloud sehingga kinerja website Anda lebih maksimal.

2. Gunakan QoS

Quality of Service (QoS) merupakan cara mengoptimalkan bandwidth yang bisa dilakukan di smartphone. Cara kerjanya, traffic internet yang bekerja di smartphone akan memprioritaskan untuk membuka aplikasi tertentu. Artinya, aplikasi yang tidak dibutuhkan pun otomatis ditutup sehingga kinerja bandwidth tidak terlalu berat.

3. Lakukan Update Backup

Proses pembaruan jaringan membutuhkan banyak bandwidth sehingga beberapa fungsi jaringan akan menutup. Solusinya, lakukan update backup agar kinerja jaringan lebih ringan. Opsi ini sebaiknya dilakukan di luar jam kerja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti komputer mati di tengah pekerjaan.

Baca Juga: 5 Perbedaan Cloud Computing dengan Web Hosting

4. Batasi Penggunaan Internet yang Kurang Penting

Bisa jadi bandwidth makin berat karena Anda menggunakan internet untuk hal yang kurang penting selama bekerja. Contohnya, membuka YouTube pada jam kerja, padahal ada website pekerjaan lain yang membutuhkan bandwidth lebih besar. Solusinya, Anda harus membatasi penggunaan yang kurang penting agar kinerja bandwidth tetap mumpuni.

Setelah memahami apa itu bandwidth, barulah Anda bisa membuat website sesuai rencana dan kebutuhan. Proses pembuatan website tentunya tidak memakan waktu yang cukup singkat sehingga bisa mengganggu fokus Anda dalam berbisnis. Solusinya, gunakan saja jasa web developer ToffeeDev. Anda bisa berkonsultasi mengenai tampilan dan fitur website yang diinginkan dan tim website developer kami akan mewujudkannya. Hubungi kami segera untuk menggunakan jasa kami! Bangunlah website bisnis yang profesional hanya bersama ToffeeDev!

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan! Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!

Scroll to Top
WhatsApp chat