Banyak bisnis sudah berhasil mendatangkan traffic melalui SEO, iklan, maupun media sosial, tetapi jumlah conversion tetap tidak sesuai harapan.
Salah satu penyebab yang sering terlewat terletak pada penggunaan call to action (CTA) yang tidak sesuai dengan posisi calon pelanggan di dalam marketing funnel.
Padahal, setiap tahap funnel memiliki kebutuhan informasi, tingkat kesiapan membeli, dan ekspektasi yang berbeda.
Karena itu, memahami strategi call to action marketing funnel dapat membantu Anda mengarahkan audiens menuju tindakan yang lebih relevan dan meningkatkan peluang terjadinya conversion.
Daftar Isi
ToggleApa Maksudnya Call to Action Marketing Funnel?
Call to action marketing funnel mengacu pada strategi menyesuaikan ajakan tindakan (CTA) berdasarkan posisi calon pelanggan dalam marketing funnel.
Setiap tahap funnel memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda, sehingga CTA yang digunakan juga tidak bisa disamakan.
Misalnya, pengguna yang baru mengenal brand biasanya lebih responsif terhadap CTA seperti “Baca Selengkapnya” atau “Download Panduan Gratis“, sementara calon pelanggan yang sudah mempertimbangkan produk cenderung membutuhkan CTA seperti “Jadwalkan Demo” atau “Minta Penawaran“.
Ketika bisnis menggunakan CTA yang sesuai dengan user intent pada setiap tahap funnel, peluang untuk mendorong audiens melanjutkan ke tahap berikutnya akan menjadi lebih besar dan conversion dapat meningkat secara lebih efektif.
Baca Juga: Memahami Conversion Funnel: Langkah-langkah untuk Mengoptimalkan Konversi
Apa Hubungan CTA dengan Marketing Funnel?
CTA berfungsi sebagai jembatan yang mengarahkan pengguna menuju langkah berikutnya dalam perjalanan pembelian. Semakin sesuai CTA dengan kebutuhan pengguna pada setiap tahap funnel, semakin besar peluang mereka melanjutkan proses hingga menjadi pelanggan.
Beberapa hubungan penting CTA dan marketing funnel:
- CTA membantu memindahkan pengguna dari satu tahap funnel ke tahap berikutnya.
- CTA membangun komitmen secara bertahap sebelum penjualan terjadi.
- CTA mengurangi hambatan ketika pengguna ingin mengambil tindakan.
- CTA membantu meningkatkan conversion rate pada setiap channel marketing.
- CTA memberikan sinyal intent yang berguna untuk aktivitas nurturing dan remarketing.
8 Strategi Buat Call to Action Marketing Funnel Agar Tidak Salah Sasaran
CTA yang efektif tidak hanya berfokus pada penjualan. Sebaliknya, CTA perlu disesuaikan dengan tingkat kesiapan audiens agar setiap interaksi terasa relevan dan natural. Berikut beberapa strategi yang dapat Anda terapkan.
1. Gunakan CTA Edukasi pada Tahap Awareness
Pengguna pada tahap awareness biasanya masih mencari informasi dan belum siap membeli. Karena itu, CTA seperti “Pelajari Selengkapnya“, “Baca Panduan Lengkap“, atau “Download Ebook Gratis” sering menghasilkan respons yang lebih baik dibanding ajakan langsung untuk membeli. Pendekatan ini membantu membangun kepercayaan sebelum menawarkan produk atau layanan.
2. Sesuaikan CTA dengan Intent Keyword
Setiap keyword menunjukkan tingkat niat yang berbeda. Keyword seperti “apa itu CRM” membutuhkan CTA edukatif, sedangkan keyword “jasa CRM terbaik” dapat diarahkan ke CTA konsultasi atau demo produk. Kesesuaian antara keyword dan CTA sering berdampak langsung pada conversion rate.
3. Gunakan CTA Soft Conversion di Tahap Consideration
Pada tahap consideration, audiens mulai membandingkan berbagai solusi. Anda dapat menawarkan CTA seperti “Jadwalkan Demo”, “Coba Gratis“, atau “Lihat Studi Kasus“. Pendekatan ini membantu pengguna mengevaluasi solusi tanpa tekanan untuk langsung membeli.
4. Berikan CTA yang Mengurangi Risiko
Banyak calon pelanggan menunda keputusan karena merasa belum yakin. CTA seperti “Konsultasi Gratis“, “Audit Gratis“, atau “Tanpa Komitmen” membantu mengurangi hambatan tersebut. Semakin rendah risiko yang dirasakan, semakin besar kemungkinan pengguna mengambil tindakan.
5. Gunakan CTA Berbeda untuk Cold Audience dan Warm Audience
Audiens yang baru mengenal brand membutuhkan CTA yang berbeda dibanding pengguna yang sudah pernah berinteraksi.
Cold audience biasanya lebih responsif terhadap konten edukatif, sedangkan warm audience cenderung siap menerima CTA yang mengarah pada penjualan. Segmentasi ini membantu meningkatkan efektivitas kampanye.
6. Maksimalkan CTA pada Halaman dengan Traffic Tinggi
Tidak semua halaman memiliki potensi conversion yang sama. Identifikasi halaman yang menghasilkan traffic terbesar, kemudian optimalkan CTA pada halaman tersebut. Langkah ini sering memberikan dampak yang lebih cepat dibanding membuat halaman baru dari nol.
7. Sesuaikan CTA dengan Device Pengguna
Pengguna mobile memiliki perilaku yang berbeda dibanding pengguna desktop. CTA seperti tombol WhatsApp atau Click-to-Call biasanya bekerja lebih baik pada perangkat mobile. Penyesuaian ini membantu mempercepat proses conversion.
8. Gunakan Data untuk Mengoptimalkan CTA
CTA terbaik sering lahir dari proses pengujian. Lakukan A/B testing pada copywriting, warna tombol, posisi CTA, dan penawaran yang diberikan. Data hasil pengujian akan membantu Anda menemukan kombinasi yang paling efektif untuk bisnis.
Baca Juga: Apa Itu Awareness, Consideration, dan Conversion?
Checklist Membuat CTA yang Meningkatkan Conversion
CTA yang efektif tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mampu mendorong tindakan yang sesuai dengan tujuan bisnis. Sebelum mempublikasikan landing page, artikel, atau iklan, gunakan checklist berikut untuk memastikan CTA Anda bekerja secara optimal.
| Checklist CTA | Tujuan |
| Sesuai dengan tahap funnel | Memastikan CTA relevan dengan kebutuhan pengguna |
| Menggunakan kata kerja yang jelas | Membantu pengguna memahami tindakan yang harus dilakukan |
| Menawarkan manfaat yang spesifik | Memberikan alasan kuat untuk mengklik CTA |
| Mengurangi risiko pengguna | Meningkatkan rasa aman sebelum mengambil tindakan |
| Mudah ditemukan secara visual | Mencegah CTA terlewat oleh pengunjung |
| Relevan dengan isi halaman | Menjaga konsistensi pesan |
| Menggunakan bahasa yang sederhana | Mempermudah pemahaman pengguna |
| Mendukung pengalaman mobile | Memastikan CTA tetap nyaman digunakan |
| Memiliki tracking conversion | Memudahkan pengukuran performa |
| Diuji secara berkala | Membantu meningkatkan conversion dari waktu ke waktu |
Baca Juga: Berapa Conversion Rate yang Bagus? Ini Faktor dan Cara Meningkatkannya!
Jangan Biarkan Traffic Berhenti di Tengah Funnel, Buat Strategi yang Tepat Bersama ToffeeDev!
Muncul di halaman pertama Google memang penting. Namun ketika pengunjung datang lalu pergi tanpa meninggalkan data, tanpa menghubungi tim sales, atau tanpa melakukan pembelian, bisnis tetap kehilangan peluang yang seharusnya bisa didapatkan.
Inilah alasan mengapa strategi SEO modern tidak lagi hanya berbicara tentang keyword dan traffic. Bisnis perlu memahami bagaimana pengguna berpindah dari tahap mencari informasi, mempertimbangkan solusi, hingga akhirnya mengambil keputusan.
Di setiap tahap tersebut, call to action yang tepat dapat menjadi pembeda antara pengunjung biasa dan calon pelanggan potensial.
ToffeeDev membantu bisnis membangun SEO yang terhubung langsung dengan marketing funnel sehingga setiap konten memiliki fungsi yang lebih jelas terhadap tujuan bisnis.
Jika Anda ingin website tidak hanya ramai dikunjungi tetapi juga mampu menghasilkan leads dan conversion yang lebih konsisten, saatnya berdiskusi bersama tim ToffeeDev hari ini!