6 Tips Instagram Ads agar Menarik Banyak Audience

Instagram tercatat sebagai salah satu media sosial terpopuler di Indonesia. Popularitas Instagram tahun ini berhasil menempati urutan ketiga, melampaui Facebook yang ada di bawahnya. Pengguna platform media sosial ini juga terdiri dari berbagai kalangan usia, jenis kelamin, bahkan lokasi. Tak heran, banyak bisnis online dan perusahaan yang memilih untuk beriklan di Instagram dengan fitur Instagram ads.

Saat mengakses story atau scrolling post di beranda, pengguna Instagram dan media sosial lainnya sudah familiar dengan kehadiran iklan atau ads. Sebenarnya, apakah Instagram ads itu? Mengapa para pelaku bisnis atau pengusaha sering menggunakan Instagram ads untuk beriklan?

Mengenal Instagram Ads

Instagram ads adalah konten berbayar, bisa berupa story atau post yang biasanya diunggah oleh pelaku bisnis untuk mempromosikan produk barang atau jasa mereka. Sekilas, post atau story yang diunggah terlihat mirip, tapi yang membedakannya adalah tulisan ‘Sponsored’ yang ada di bawah nama akun pengiklan.

Tak hanya itu, iklan ini berbeda dari tipe iklan konvensional yang sering kita lihat. Jenis iklan ini menyediakan link menuju profil Instagram sang pengiklan, link atau URL website pemilik bisnis, atau bisa langsung menuju Direct Message (DM) profil Instagram tersebut.

Fitur beriklan di Instagram ini mulai ada sejak 2013, kala Instagram mulai diakuisisi oleh Facebook. Namun, fitur ini baru dibuka dan bisa diakses untuk semua jenis usaha, termasuk usaha mikro sejak 2015, setelah dua tahun hanya menawarkan tempat beriklan untuk pelaku bisnis tertentu. Tahun 2017, Instagram ads berhasil menjaring satu juta pengiklan.

Karena berada di bawah kepemilikan Facebook, publikasi dan manajemen Instagram ads diatur dengan fitur Facebook ads manager. Oleh karena itu, rata-rata pengiklan di Instagram menggunakan akun bisnis yang terhubung dengan Facebook fanpage mereka. Facebook ads manager juga memberikan kemudahan dalam mengatur pilihan targeting iklan, sehingga para pengiklan tidak perlu pusing memilih dan memetakan audience mereka.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Instagram Insights Beserta Fitur

Keuntungan Menggunakan Instagram Ads

Para pelaku bisnis bisa saja lebih memilih mengiklankan produk atau layanan mereka secara organik, alias tidak perlu bayar ke pihak Instagram. Tapi, ada keuntungan tersendiri ketika mereka memutuskan untuk menggunakan fitur Instagram ads. Lagi pula, memasarkan bisnis mereka secara organik membutuhkan waktu yang lama, sehingga penjualan belum tentu mencapai targetnya dalam waktu yang ditentukan.

1. Menjangkau Audiens Lebih Luas

Kombinasi konten yang diunggah secara organik dan berbayar akan membawa hasil yang luar biasa. Menggunakan Instagram ads akan menjangkau audiens yang lebih luas, sembari tetap terhubung dengan pengikut setia lewat unggahan organiknya. Instagram juga dikenal sebagai platform visual, sehingga pebisnis bisa mempromosikan produknya dengan menampilkan gambar dan video yang menarik.

Jasa SEO

2. Biaya Iklan yang Fleksibel

Tak hanya itu, biaya iklan di Instagram juga fleksibel, alias kita bisa memasang bid untuk penempatan iklan kita. Ada faktor yang memengaruhi tinggi rendahnya biaya iklan, yaitu targeting, penempatan iklan, format iklan, dan time of year.

Tidak ada harga dasar saat beriklan di Instagram ads, semua itu tergantung pada budget yang kita miliki. Untuk mendapatkan performa yang terbaik, kita harus bisa menghitung budget iklan yang dibutuhkan per harinya. Misalnya, kita hanya memiliki anggaran Rp 20.000 per harinya untuk beriklan, berarti iklan kita bisa tayang ke 1000 pengguna Instagram. Lebih tinggi harga yang kita bayarkan, lebih luas audience yang kita jangkau.

Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Biaya Instagram Ads untuk Promosi Bisnis Anda!

3. Kemudahan dalam Beriklan

Selain itu, beriklan di Instagram tidaklah serumit dan seseram yang dibayangkan. Justru ada kemudahan dalam beriklan di platform yang identik dengan logo kamera tersebut asalkan tidak melanggar syarat dan ketentuannya. Beriklan di Instagram ads sangat mudah, cukup unggah iklan dan tunggu persetujuannya dalam beberapa jam.

Penggunaan Instagram ads untuk periklanan juga mudah, bahkan bisa menggunakan unggahan yang sudah ada tanpa perlu membuat unggahan baru. Pengiklan bisa memilih produk yang sudah diunggah sebelumnya secara organik, kemudian masuk ke Facebook ads manager untuk menentukan target pengguna Instagram yang ingin disasar.

4. Target Iklan yang Tersegmentasi

Target iklan yang tersegmentasi juga merupakan keuntungan Instagram ads. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Facebook ads manager memiliki kapabilitas lebih dalam menentukan target, sehingga pengiklan bisa mendapatkan segmentasi dan targeting yang lebih tepat dan sesuai dengan audiensnya. Pengiklan juga bisa memilih target audiens mereka secara spesifik, dari segi demografi, perilaku, minat dan ketertarikan, serta kriteria lainnya.

5. Meningkatkan Brand Awareness

Inilah yang menjadi impian para pebisnis dalam menjalankan usahanya. Impian ini bisa terwujud apabila mereka berani beriklan di Instagram ads. Secara tidak langsung, audience lebih mengenal brand atau produk yang kita promosikan lewat iklan yang dipasang. Bahkan audience yang baru saja mendengar brand mereka pun bisa mengetahui produk dari brand tersebut, sehingga brand awareness suatu usaha semakin meningkat.

Baca Juga: 4 Cara Meningkatkan Brand Awareness Produk Anda

Cara Beriklan di Instagram Ads yang Efektif

Beriklan di Instagram ads tentu saja mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi pembayarannya seperti investasi, di mana kita menaruh sejumlah budget untuk memasang iklan yang akan dibayar ketika ada klik yang masuk. Agar iklan kita bisa menarik dan menghasilkan klik yang lebih banyak, mari kita ketahui cara beriklan yang efektif ini.

1. Tentukan Tujuan Iklan

Memilih tujuan dari suatu iklan merupakan hal yang mendasar sebelum memasang iklan. Tujuan iklan bisa berupa mengkonversi audiens menjadi followers, meningkatkan brand awareness, atau membuat audience membeli dan menggunakan produk kita. Instagram ads juga bisa digunakan untuk tujuan peningkatan traffic menuju website atau online shop kita.

Seorang pengiklan harus mengetahui apa tujuan mereka memasang iklan sehingga ia bisa memutuskan isi pesan, audience yang dituju dan bentuk call to action (CTA). Tujuan iklan juga harus mencerminkan pengalaman terbaik untuk audience dan pelanggan setelah melihat konten campaign tersebut.

2. Kenali Audiens

Pengusaha yang baik pasti akan memberikan promosi yang relevan dengan target audiens mereka. Dengan mengenal audiens lebih baik, pengiklan akan mampu membuat konten campaign dan pesan yang menarik perhatian mereka.

Ada dua pertanyaan yang bisa digunakan untuk mengenali audiens Anda, yaitu:

  • Apa yang mereka butuhkan dan inginkan?
  • Apa solusi yang ditawarkan dari produk atau layanan Anda?

Jawaban dari kedua pertanyaan itu harus direnungkan dan diingat saat membuat materi campaign sehingga bisa menghasilkan konten yang relevan. Pengiklan harus ingat bahwa iklan yang dipasang harus berorientasi pada audiens, bukan brand mereka.

Baca Juga: 5 Cara Untuk Mengenal Target Audiens Kamu

3. Gunakan Caption yang Mengundang Minat Audiens

Karena Instagram adalah platform berbagi gambar dan video, penggunaan captions dalam materi campaign sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan iklan yang sudah ditentukan. Namun, Instagram ads hanya memberikan 2.200 karakter untuk caption mereka. Gunakan dua baris teks awal untuk memancing mereka mengklik tombol CTA yang terpasang.

4. Aktif Membalas Komentar Audiens

Atas alasan efektivitas, pengguna Instagram lebih memilih berkomentar langsung di campaign daripada meluncur langsung ke profil Instagram pengiklan. Oleh karena itu, admin akun Instagram juga harus aktif memantau orang yang menyukai dan memberikan komentar di iklan mereka.

Mayoritas komentar yang muncul di Instagram ads berupa produk yang diiklankan, sehingga admin harus memantau engagements yang ada dalam iklan mereka. Keaktifan dan cara membalas pertanyaan mereka akan memengaruhi keputusan mereka untuk membeli dan menggunakan produk kita. Tak hanya itu, audience lainnya pun terpengaruh untuk membeli apabila kita aktif di kolom komentar.

Apabila tidak mau repot bolak-balik kolom komentar, pengiklan bisa membuat CTA yang mengarahkan ke Direct Message dengan profil kita. Asalkan tetap aktif merespon, tujuan iklan kita bisa tercapai.

5. Gunakan Instagram Stories

Instagram Stories sangat membantu menjangkau audiens yang lebih luas, mengingat posisinya yang terletak di atas sehingga pengguna Instagram lebih memilih untuk menontonnya. Dengan targeting yang tepat, iklan Instagram akan muncul di Stories dan mengundang banyak prospek yang tertarik dengan produk kita. Selain itu, fitur swipe up yang ada di Instagram Stories juga lebih memudahkan audiens untuk meluncur ke halaman yang dituju.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Engagement Instagram untuk Mengembangkan Visibilitas Brand

6. Tes, Ukur, dan Optimasi Iklan

Iklan Instagram yang sudah dipasang jangan dibiarkan begitu saja. Justru kita harus memantau performa iklan kita lewat Facebook Ads manager. Memantau hasil yang didapatkan dari iklan yang dipasang akan membantu kita mengoptimasinya. Selain itu, kita juga bisa menyaring strategi yang digunakan serta menghemat biaya iklan yang diperlukan.

Ciri-ciri Iklan Instagram Ads yang Menarik Banyak Audience

Cara beriklan di atas akan kurang optimal apabila tidak diimbangi dengan konten campaign yang sesuai. Desain campaign yang terkesan mewah juga tidak cukup apabila pesannya tidak tersampaikan dengan baik. Karena itu, pengiklan harus memperhatikan beberapa kriteria iklan yang menarik di bawah ini sebelum mengunggah iklan mereka.

1. Menambahkan Teks dalam Campaign

Kita harus ingat bahwa Instagram adalah platform media sosial yang berbasis visual, dan penggunaan teks di caption yang terlalu panjang terkesan membosankan. Ada baiknya, campaign yang hendak dipromosikan memiliki unsur teks di dalamnya.

Penggunaan teks dalam konten campaign juga berpengaruh pada format iklan yang digunakan. Perlu diketahui, Instagram ads memiliki berbagai format iklan, yaitu single image, carousel atau multipost, video (biasanya berbentuk persegi atau lanskap), dan Story ads, dan yang terbaru adalah Reels ads.

Setelah menentukan formatnya, pengiklan bisa mulai menulis teks di konten campaign. Buatlah teks yang menceritakan produk dengan gaya bahasa yang cocok dan relevan untuk target audiens. Untuk iklan format video, kita juga bisa bercerita dengan gaya storytelling.

Baca Juga: 4 Tips Membangun Campaign Marketing yang Efektif

2. Menyelesaikan Masalah

Iklan di Instagram harus mampu mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh audiens dan menyajikan solusi dari produk yang dipromosikan. Mengidentifikasi masalah yang dimiliki calon pelanggan kita bisa menciptakan ikatan emosional antara brand dengan mereka. Akibatnya, audience lebih penasaran dengan produk yang kita tawarkan.

3. Fokus pada Satu Tujuan

Masih ingat dengan tujuan iklan yang disebutkan di atas? Iklan yang baik berfokus pada satu tujuan yang telah ditetapkan. Jangan pernah menyatukan beberapa tujuan dalam satu iklan, karena audience akan merasa dibombardir sehingga mereka akan melewatkan campaign. Selain itu, iklan di Instagram lebih baik tidak memasukkan banyak nilai jual, karena akan terlihat seperti promosi.

4. Tidak Tampak Seperti Iklan

Pada dasarnya, media sosial ini dibuat untuk menghibur, sehingga konten campaign yang disajikan juga harus relevan dan terkesan berbaur dengan jenis konten lainnya di beranda. Karena itu, iklan yang dibuat tidak boleh bersifat over-promotional, atau orang akan melewatkan iklan Anda. Inilah yang membuat iklan di Instagram lebih atraktif daripada Youtube.

Pebisnis juga berharap agar mereka bisa menangkap perhatian audience lewat iklan mereka. Karena itu, buatlah materi campaign yang juga bisa memberikan nilai sehingga menciptakan engagement dari mereka.

Baca Juga: Strategi Cara Promosi Iklan di Instagram yang Menarik

5. Mengoptimasi Landing Page di Smartphone

Pengguna Instagram lebih sering memainkan aplikasi kesayangan mereka melalui smartphone atau tablet. Apabila iklan kita memiliki call to action (CTA) yang mengarah ke landing page, ada baiknya kita harus memeriksa apakah landing page tersebut sudah mobile-friendly.

Tidak ada yang lebih buruk daripada menekan tombol CTA, tapi landing page tidak sesuai dengan tampilan di layar HP. Bukan tidak mungkin kita akan kehilangan pembeli potensial hanya karena masalah ini. Berikan juga kenyamanan pada audiens setelah mereka mengklik tombol CTA di iklan kita.

6. Menggunakan Thumbnail yang Memikat

Tips ini berlaku untuk jenis iklan video. Tidak seperti Youtube atau Facebook, thumbnail di video Instagram dipilih dari potongan klipnya. Ketika shooting video, pilihlah thumbnail yang atraktif dan mampu memikat orang yang menontonnya.

Thumbnail yang atraktif akan membuat orang menaikkan volume suara mereka untuk menontonnya. Apalagi ditunjang isi video yang memiliki nilai dan dibutuhkan oleh mereka, nilai konversi iklan pun meningkat lantaran ketertarikan mereka yang besar terhadap produk yang kita tawarkan.

7. Menggunakan Visual yang Konsisten

Membangun brand berarti kita harus menciptakan ciri khas atau trademark yang ada dalam brand kita. Zaman serba online ini, kita bisa memanfaatkan profil media sosial untuk menciptakan ciri khas trademark lewat konten visual yang kita rancang.

Alangkah baiknya apabila iklan yang kita pasang juga sejalan dengan trademark yang kita usung di feeds, meskipun diterbitkan secara terpisah. Oleh karena itu, gunakan visual yang konsisten juga dalam iklan kita, seperti warna, gaya, dan musik, apabila kita menggunakan format video.

Komponen tersebut, walaupun kecil, membuat pengaruh yang signifikan dalam campaign. Apabila pesan yang disampaikan tidak sesuai dengan identitas brand yang sudah dibangun, audiens akan menganggap iklan kita tidak otentik dan melewatkannya.

Baca Juga: Pentingnya Identitas Visual bagi Sebuah Brand

8. Menggunakan Call-to-Action yang Jelas

Call to action (CTA) dalam iklan Instagram juga harus jelas dan sesuai dengan tujuan iklan yang sudah dibuat. Pengguna Instagram ingin segalanya serba praktis, jadi mengubek-ubek akun Instagram pengiklan untuk mengklik link di bio mereka bukanlah hal yang diinginkan.

CTA yang jelas pastinya mengandung pesan yang sederhana. Bila kita ingin audiens mengunjungi landing page, gunakanlah kata ‘Learn More…’. Bila ingin audiens membeli produk kita, gunakan ‘Buy Now…’.

Pesan mengenai keuntungan atau solusi yang ditawarkan bisa disampaikan di gambar atau video yang diiklankan. Cara ini lebih efektif digunakan karena orang yang melihat iklan kita akan lebih tertarik melakukan aksi lewat CTA yang dipasang.

Gunakan Jasa Digital Marketing dari Toffeedev

Instagram ads memang merupakan salah satu sarana iklan yang efisien ketika digunakan. Untuk mencapai tujuan iklan yang diharapkan, tentu kita harus mempraktekkan cara beriklan yang sudah disebutkan di atas. Pastikan juga materi campaign yang digunakan relevan dan mampu menggugah perhatian target pelanggan kita. Tips ini tidak hanya berguna untuk Anda yang baru terjun di dunia bisnis, tapi juga perusahaan lama yang ingin menjaring pelanggan lebih banyak lagi.

Landing page yang harus dikunjungi oleh pengguna Instagram juga harus mobile friendly. Bila Anda bingung bagaimana membuat landing page yang interaktif dan memiliki nilai konversi yang tinggi, jangan ragu untuk menggunakan jasa digital marketing dari Toffeedev. Toffeedev adalah digital marketing agency yang telah memiliki portofolio website dan bekerja sama dengan perusahaan di berbagai sektor industri di Indonesia.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post

WhatsApp chat