Apakah yang Dimaksud Conversion Dalam Pemasaran Online?

Tahukah Anda apakah yang dimaksud conversion dalam pemasaran online? Era digital dan internet membawa berbagai perubahan terhadap cara manusia menjalani kehidupannya, mulai dari cara berkomunikasi, bekerja, mencari informasi, hingga berbisnis. Dalam dunia bisnis, khususnya, adanya internet di satu sisi memudahkan, tetapi juga menyebabkan adanya perombakan strategi, utamanya dalam bidang marketing di sisi lain.

Dahulu, orang memasarkan dagangannya dari pintu ke pintu, menggunakan brosur, hingga memasang iklan di media cetak dan elektronik. Kini, dengan menggunakan internet, seseorang dapat dengan mudah mengiklankan bisnisnya dengan biaya jauh lebih murah dan mudah. Namun demikian, tetap diperlukan adanya parameter yang jelas untuk mengukur keberhasilan kampanye marketing online yang telah dilakukan. 

Salah satu parameter yang dapat digunakan mengukur keberhasilan pemasaran online adalah conversion rate. Dalam pemasaran online, conversion marketing dikenal sebagai teknik terbaik untuk menyelamatkan traffic website yang cenderung tidak stabil. Lebih lanjut, untuk menjawab pertanyaan seputar conversion dalam pemasaran online, berikut ini beberapa penjelasan dari tim ToffeeDev untuk Anda. 

Apakah yang Dimaksud Conversion dalam Pemasaran Online?

Conversion dalam pemasaran online memiliki arti sebuah situasi ketika pengunjung website melakukan tindakan yang membawa keuntungan untuk kelangsungan bisnis. Beberapa kegiatan tersebut meliputi menjadi subscriber atau pengikut, mendaftarkan diri sebagai anggota, hingga melakukan transaksi pembelian. Dengan demikian, secara singkat conversion rate dapat diartikan sebagai persentase pengunjung website yang melakukan kegiatan yang menguntungkan pelaku bisnis, dari total pengunjung website atau toko online

Cara menghitung conversion rate cukup mudah, yakni dengan membagi jumlah conversion yang terjadi dengan total pengunjung laman website Anda. Kemudian, kalikan hasil pembagian tersebut dengan 100. Penghitungan ini penting karena jumlah like and share pengunjung media sosial saja tidak cukup untuk dijadikan tolok ukur keberhasilan kampanye pemasaran online Anda. 

Misalnya, Anda mengelola toko online yang bergerak di bidang fashion. Kemudian, pada halaman produk untuk “Kemeja”, terjadi transaksi pembelian sebanyak 50 buah. Sementara itu, jumlah pengunjung website Anda mencapai 2.000 pengunjung. Maka, conversion rate halaman tersebut adalah 50 dibagi 2.000, lalu dikalikan 100, yakni 2,5%. 

Baca Juga: Offline Conversion: Mengukur Efektivitas Bisnis di Dunia Nyata

Jenis Perusahaan yang Membutuhkan Conversion Marketing

Bisnis online sebenarnya tidak hanya berkutat pada e-commerce atau website yang menjual produk fisik. Pada era ini, segala sesuatu yang ada di internet dapat menjadi ladang bisnis. Dengan demikian, dapat dikatakan conversion marketing dibutuhkan oleh seluruh jenis bisnis dan industri. 

Sebagai contoh, pada bisnis jual-beli produk, bagi tim marketing conversion adalah tentang meyakinkan pelanggan untuk membeli produk lainnya. Sementara itu, bagi pelaku industri media, mereka mengandalkan penghasilan dari penjualan iklan. Dengan demikian, bagi perusahaan semacam ini, conversion berarti bagaimana membuat pengunjung tertarik dengan iklan-iklan yang mereka tampilkan. 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada era ini, seluruh bisnis digital membutuhkan conversion marketing yang optimal. Tak hanya untuk menarik orang datang dan berkunjung, setiap perusahaan berlomba-lomba menciptakan strategi yang dapat menarik pengunjung untuk membeli produk, layanan, hingga iklan yang mereka tawarkan.  

Jasa SEO

Alasan Pentingnya Conversion Rate 

Dalam bisnis online, conversion rate adalah salah satu parameter yang penting untuk diperhatikan. Dengan menggunakan parameter ini, Anda dapat lebih mudah mengidentifikasi target pemasaran yang tepat untuk mendapatkan solusi paling efektif dalam mengembangkan bisnis online yang tengah Anda jalankan. 

Menghitung conversion rate penting. Pasalnya, seperti yang telah kami bahas sebelumnya, menghitung traffic dan jumlah like & share pada media sosial Anda tidak cukup untuk menentukan keberhasilan kampanye marketing online yang Anda jalankan. Hal itu karena traffic yang tinggi tidak selalu berarti terjadi peningkatan penjualan. 

Sebagai contoh, toko A memiliki traffic mencapai 20.000 pengunjung per bulan dengan total lima pengunjung yang melakukan transaksi pembelian. Sementara itu, toko B hanya memiliki traffic 2.000 per bulan, tetapi jumlah pembelinya mencapai 200 orang. Dari perbandingan kedua kasus tersebut, tentu dapat kita simpulkan bahwa toko B lebih untung meski traffic-nya jauh lebih rendah.  

Dengan kata lain, meningkatkan traffic pengunjung toko memang penting. Namun, Anda juga perlu menciptakan strategi yang tidak hanya membuat pembeli datang berkunjung, tetapi juga melakukan pembelian bahkan menjadi pelanggan setia. Setelah mendapatkan pelanggan, secara tidak langsung merekalah yang nantinya akan membantu pemasaran bisnis Anda ke relasi terdekatnya.  

Baca Juga: Remarketing vs Retargeting, Lebih Baik Fokus ke Mana?

Angka Ideal Conversion Rate 

Setelah memahami konsep conversion dalam pemasaran online, pertanyaan selanjutnya adalah berapa angka ideal conversion rate toko online Anda? Bagaimana cara menentukannya? 

Menurut WordStream, conversion rate semua jenis industri rata-rata berada di angka 2,35%. Kemudian, sejumlah 25% pebisnis online mencapai conversion rate hingga angka 5,31%. Bahkan, 10% lainnya bisa mencapai angka 11.45%. Lantas, pada angka berapa sebaiknya Anda memasang target? 

Pertama-tama, Anda perlu terlebih dahulu menghitung capaian conversion rate Anda sebelumnya. Apabila angka conversion rate Anda sebelumnya baru mencapai kisaran 0,3% hingga 0,5%, Anda bisa memasang target 2,35% sebagai standar awal. Namun, bila conversion rate Anda sudah melebihi standar tersebut, Anda bisa memasang target angka yang lebih tinggi. 

Cara Optimasi Conversion Rate

Setelah menentukan conversion rate toko online Anda, langkah selanjutnya adalah menentukan langkah untuk mencapainya. Strategi yang Anda pilih dapat disesuaikan dengan jenis usaha yang Anda miliki. Untuk lebih memahami cara terbaik meningkatkan conversion rate, berikut beberapa langkah meningkatkan conversion rate yang dapat tim ToffeeDev rangkum untuk Anda. 

1. Membuat CTA Teks di Blog 

Cara pertama yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan conversion rate adalah dengan membuat Call-To-Action (CTA) dalam artikel blog Anda. CTA dapat berbentuk teks, gambar, atau channel yang akan mengarahkan pembaca ke halaman yang Anda inginkan. Namun, manakah yang paling efektif?

Berdasarkan hasil uji coba HubSpot, CTA yang paling efektif adalah yang berbentuk teks. Sementara itu, CTA dalam bentuk banner ternyata kurang menarik minat pengunjung. Selain sederhana, CTA dalam bentuk teks mudah untuk Anda selipkan dalam artikel mengikuti alur yang telah Anda buat. 

2. Menggunakan Fitur Pop Up

Fitur pop up pada website juga termasuk salah satu cara efektif meningkatkan conversion rate website Anda. Untuk melakukan strategi ini, Anda terlebih dahulu perlu mempertimbangkan halaman website yang tepat untuk memunculkan pop up, yang berpotensi menghasilkan tingkat conversion tinggi. 

Untuk menciptakan pop up menarik, Anda juga dapat memanfaatkan plugin dari pihak ketiga. Biasanya, tersedia berbagai pilihan jenis pop up yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk melakukan uji coba agar bisa menemukan pop up yang paling cocok untuk audiens Anda. 

Baca Juga: Apa saja Isi Dari Struktur Website yang Baik?

3. Melakukan Uji Coba Landing Page

Landing page merupakan halaman yang sengaja dibuat untuk menaikkan conversion rate website bisnis. Dalam hal ini, landing page merupakan salah satu elemen penting yang dapat menentukan tingkat conversion rate website Anda. Adapun link dalam landing page umumnya lebih sedikit daripada homepage dan didesain untuk mendorong pengunjung membuat keputusan transaksi pembelian, melakukan pendaftaran, atau subscribe newsletter

4. Menciptakan Layanan Customer Service yang Ramah 

Beberapa pengunjung, terutama yang masih terbiasa dengan cara belanja tradisional, biasanya masih membutuhkan layanan customer service untuk menanyakan informasi produk. Tidak peduli seberapa rincinya Anda dalam menulis spesifikasi, jumlah stok, harga, hingga syarat dan ketentuan, layanan customer service kerap kali masih menjadi pilihan konsumen untuk meyakinkan diri membeli sebuah produk. 

Oleh sebab itu, penting untuk menciptakan layanan customer service yang responsif dan ramah. Anda dapat menyediakan layanan chat atau telepon. Buatlah layanan customer service semudah mungkin dijangkau pengunjung agar mereka selalu merasa diutamakan. 

5. Memanfaatkan Fitur Chat Bantuan 

Ada kalanya, promo yang Anda tawarkan tidak terlihat oleh pengunjung. Oleh sebab itu, cara ini secara langsung menjadi pengumuman bagi setiap pengunjung yang mampir ke toko online Anda. Manfaatkan fitur chat bantuan yang tersedia pada website Anda untuk memberikan semacam notifikasi kepada pengunjung. Masukkan segala informasi terkait promosi dan penawaran yang Anda berikan kepada calon pelanggan. Kemudian, arahkan mereka menuju halaman produk yang Anda tawarkan. 

Baca Juga: Langkah Akurat Menciptakan Buyer Persona untuk Bisnis Anda

6. Memanfaatkan Artikel Blog Potensial 

Pilihlah artikel blog Anda yang potensial menghasilkan conversion. Kemudian, pasang pop up pada halaman tersebut. Untuk memilah artikel potensial, Anda bisa mengecek traffic-nya melalui Google Analytics. Periksalah performa masing-masing artikel di website/blog Anda, lalu pilih yang memiliki traffic paling tinggi. 

Selain artikel dengan traffic tinggi, Anda juga bisa memeriksa artikel-artikel yang memang telah menghasilkan conversion. Lakukan pembaruan pada artikel tersebut secara berkala agar tetap relevan bagi pengunjung. 

7. Melakukan Remarketing 

Jika keenam cara di atas belum membuahkan hasil maksimal, mungkin Anda dapat mencoba strategi remarketing. Dengan remarketing, Anda dapat menampilkan iklan langsung ke orang-orang yang telah mengunjungi website Anda. Tujuan utamanya adalah untuk mempertahankan keinginan membeli pelanggan maupun calon pelanggan Anda. 

Untuk menjalankan remarketing, Anda dapat memasang iklan melalui Google Ads, Facebook Ads, atau Instagram Ads. Dalam hal ini, setelah pengunjung meninggalkan website Anda, mereka akan melihat iklan-iklan produk Anda di berbagai platform yang mereka miliki. Dengan demikian, mereka akan terus teringat dengan produk yang mereka lihat hingga memungkinkan berakhir dengan membeli produk tersebut karena merasa “diyakinkan”. 

Baca Juga: Bagaimana Melakukan Remarket Untuk Kampanye Anda Dengan Google AdWords

Demikian penjelasan tim ToffeeDev untuk menjawab pertanyaan apakah yang dimaksud conversion dalam pemasaran online. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa conversion rate merupakan parameter penting yang menentukan berhasil tidaknya sebuah kampanye online. Dalam hal ini, makin banyak orang melakukan conversion, makin tinggi conversion rate, maka makin tinggi pula keuntungan yang diperoleh perusahaan. 

Namun demikian, conversion rate yang tinggi tidak bisa diperoleh dalam sekejap. Anda mungkin harus melakukan trial and error berulang kali untuk menemukan strategi yang tepat. Dibutuhkan sikap disiplin dan konsisten agar target conversion rate Anda dapat tercapai. Ingat, jangan terkecoh dengan traffic karena tujuan utama dalam berbisnis adalah meningkatkan penjualan. 

Sebagai salah satu digital marketing agency yang menyediakan jasa SEO, ToffeeDev siap membantu optimasi bisnis digital Anda. Dengan tim profesional dan berpengalaman, kami siap membantu mengembangkan berbagai jenis bisnis dan industri Anda dengan hasil optimal. Hubungi ToffeeDev untuk menemukan solusi terbaik dalam menjalankan digital marketing Anda!

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat