Pelajari Cara Berbisnis yang Baik dan Coba Lakukan Setelahnya

cara berbisnis yang baik

Selama pandemi, tingkat pengangguran di Indonesia juga semakin tinggi. Ada banyak orang yang saat ini harus bekerja dari rumah atau Work from Home. Namun banyak juga yang saat ini tidak dapat bekerja dari rumah, maksudnya tidak lagi memiliki pekerjaan karena adanya penurunan pendapatan perusahan-perusahaan. Bappenas mencatat bahwa pada tahun 2020 tingkat pengangguran mencapai 8,1% – 9,2%. Banyak orang yang harus memutar otak dan beralih profesi karena mereka mengalami pemutusan kerja dari perusahaan tempat mereka bekerja dahulu.

Ada  yang harus kembali bersusah payah untuk melamar pekerjaan di banyak perusahaan, ada yang menjadi youtuber hingga akhirnya membuka bisnis mereka sendiri. Mungkin Anda adalah salah satunya, dan Anda jadi bertanya “apa saja yang saya perlukan untuk membangun bisnis?” “bagaimana cara berbisnis yang baik?”. Kami senang Anda bertanya. Untuk menemukan jawabannya, pastikan Anda membaca artikel ini sampai pada akhirnya.

Kita tahu saat ini jumlah UMKM melonjak cukup tinggi, namun mungkin banyak juga dari bisnis yang telah dibuka tetapi tidak bisa bertahan lama. Oleh karena itu mempersiapkan semua yang perlu Anda siapkan akan menjadi langkah awal krusial bagi keberlangsungan bisnis Anda ke depan. Persiapan yang Anda lakukan saat inilah yang akan menentukan kemenangan seperti apa yang akan Anda raih di depan. Jadi simak penjelasan berikut untuk informasi lebih lanjut. 

Persiapan Sebelum Membuat Bisnis

Sebelum akhirnya Anda mulai menjalankan bisnis Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda pikirkan dan tentukan seperti berikut ini.

1. Tentukan Bisnis Anda 

Saat Anda mulai melakukan bisnis, pasti Anda tidak langsung begitu saja menjual semua produk yang bisa dijual, bukan? Memang dalam membangun bisnis Anda bisa menjual apa saja yang bisa dijual, tetapi pasti Anda memikirkan lebih jauh kira-kira produk apa yang akan memberikan keuntungan paling besar bagi Anda. Saat Anda ingin mulai membangun bisnis dari nol, Anda harus menentukan apa yang bisa Anda jual dan mengapa harus produk tersebut. Apakah Anda mendapati produk tersebut mudah Anda dapatkan atau alasan lainnya.

Jika Anda bingung harus mulai dari mana untuk membuka usaha, Anda bisa mulai dari apa yang Anda bisa dan yang Anda sukai. Misalnya Anda suka semua hal yang menggunakan tangan Anda. Anda bisa mencoba merangkai bunga atau merajut. Jika Anda merasa sepertinya tidak ada yang Anda sukai atau tidak ada yang bisa Anda jadikan produk untuk dijual, Anda bisa mulai bertanya pada diri Anda apa saja bantuan yang diminta oleh teman-teman kepada Anda. Poin ini bisa menjadi peluang bisnis atau model bisnis yang bagus. Bisa jadi Anda selalu dimintai bantuan untuk membuat kue atau menghias cokelat. Jadi Anda bisa melihat apakah mau menjual produk atau jasa.

2. Lakukan Penelitian Lebih Jauh 

Jika Anda sudah memilih bisnis mana yang akan Anda jalankan, ini saatnya berlanjut ke tahap berikutnya yakni melakukan penelitian. Penelitian yang dimaksud bukan berarti Anda harus pergi ke laboratorium, penelitian ini berarti Anda harus mencari informasi yang lebih dalam mengenai bisnis yang telah Anda pilih. Misalnya Anda memilih menjadi florist. Anda harus mencari tahu informasi apa saja yang perlu Anda ketahui saat Anda menjadi seorang florist, berikut beberapa hal yang dapat Anda cari tahu informasinya:

  1. Mencari supplier bunga hidup dan bunga kering di dekat tempat tinggal Anda. Kalau tidak ada yang berada di dekat rumah Anda, apakah supplier tersebut masih dapat Anda jangkau. 
  2. Mencari tahu florist lain di lingkungan rumah Anda. Jika sudah banyak, maka Anda harus memikirkan perbedaan-perbedaan apa yang bisa Anda berikan kepada calon konsumen nantinya supaya mereka dapat memilih membeli bunga di tempat Anda. 
  3. Mencari supplier kertas wrapping yang dibutuhkan.
  4. Cari tahu harga bouquet yang dijual di pasaran. Hal ini dilakukan supaya Anda mengetahui harga kisaran saat Anda menjualnya jadi Anda tidak mengalami kerugian di kemudian hari. 

Keempat hal di atas hanyalah sedikit dari apa yang perlu Anda cari tahu, Anda bisa mencari tahu lebih banyak dan lebih lanjut apa saja yang ingin Anda ketahui di internet sebelum Anda membuka bisnis sebagai florist. 

Baca Juga: Panduan Cara Membuat Bisnis Plan untuk Mendirikan Usaha

3. Tentukan Tujuan Bisnis Anda

Jika Anda sudah banyak mencari tahu informasi mengenai bisnis Anda, kini saatnya Anda mulai memikirkan tujuan atau goals yang ingin Anda capai. Hal ini perlu dilakukan agar saat nanti Anda menjalankan bisnis, Anda tidak mudah goyah atau menyerah karena sudah ada tujuan yang jelas. Selain itu dalam masa-masa yang sangat sulit, tujuan Anda akan kembali mengingatkan Anda mengenai tujuan awal mengapa Anda memulainya, sehingga Anda mendapatkan semangat Anda kembali. Tentukan goals-goals yang ambisius untuk memotivasi Anda, namun yang tetap dapat Anda capai nantinya. Anda bisa menggunakan metode SMART. Penjelasannya seperti di bawah ini:

  • Specific: Dalam membangun bisnis, Anda harus jadi spesifik dan jelas agar saat Anda melakukannya, Anda jadi tidak bingung dalam mencapainya dan tepat pada sasaran yang sudah ditentukan sebelumnya. Misalnya seperti apa saya yang bisnis Anda ingin capai, mengapa tujuan tersebut penting dicapai, kapan Anda ingin mencapai tujuan tersebut.
  • Measurable: memiliki tujuan yang dapat diukur berguna untuk melihat bagaimana bisnis Anda berkembang saat Anda menjalankannya. Hal ini dapat Anda lakukan dengan membuat indikator-indikator kesuksesan untuk bisnis Anda. Membuat indikator kesuksesan dapat memudahkan Anda untuk dapat berjalan sesuai arah yang sudah ditentukan, Anda juga jadi lebih mengetahui kemajuan apa saja yang telah dibuat oleh bisnis Anda. 
  • Achievable: Pada awal memang telah disebutkan bahwa ada baiknya menentukan tujuan yang ambisius untuk memotivasi Anda sepanjang melakukan bisnis Anda nantinya. Namun jangan lupa untuk membuatnya tetap realistis yang dapat dicapai. Dapat dicapai berarti goals yang Anda buat bisa diraih dengan strategi-strategi yang ada. 
  • Relevant: Tujuan yang Anda buat harus dipastikan merupakan tujuan-tujuan yang penting dan sejalan dengan nilai dan rencana jangka panjang Anda. Misalnya apakah tujuan tersebut merupakan jawaban yang dicari oleh banyak orang dan apakah tujuan tersebut memiliki manfaat yang baik ke depannya. 
  • Time-bound: Selain semua aspek tadi, waktu menjadi elemen yang tidak kalah penting. Memastikan jangka waktu dalam mencapainya membuat Anda jadi lebih fokus. Jika tidak ada tenggat waktu, Anda akan cenderung bersantai dan tidak memiliki motivasi untuk melakukannya dengan baik.

Jasa SEO

Langkah-langkah Memulai Bisnis yang Baik

Dalam membangun bisnis, penting bagi Anda untuk mempelajari langkahnya satu per satu supaya bisnis yang Anda lakukan dapat berjalan dengan baik, simak penjelasan di bawah ini untuk memahaminya.

1. Pahami Visi dan Misi

Jika Anda sudah menentukan tujuan dan memikirkan bagaimana cara Anda mencapainya, cobalah pahami sekali lagi secara menyeluruh. Mengenal visi misi yang Anda miliki akan ‘menjaga’ Anda pada jalan yang benar saat ada persimpangan. Visi misi dan value yang Anda miliki ini akan menjadi fondasi bagi bisnis Anda kedepan. Jika ada keputusan-keputusan yang harus Anda ambil, maka Anda tidak akan kesulitan karena Anda sudah mengerti apa tujuan Anda. 

Baca Juga: Top 10 Reputation Management Tips Untuk Local Business

2. Mematangkan Rencana

Dari informasi yang sudah Anda kumpulkan sebelumnya, kini Anda harus memutuskan dan membuat perencanaan yang matang supaya bisnis Anda dapat dijalankan. Anda dapat mulai menuliskan semua hal tentang bisnis Anda dari produk, target audience hingga strategi serta modal yang Anda butuhkan untuk mencapai tujuan dari bisnis Anda. Berikut penjelasannya:

Produk

Mematangkan produk berarti Anda sudah yakin tentang apa yang Anda jual. Jika kita menggunakan perumpamaan florist tadi, Anda sudah tahu Anda akan menggunakan bunga jenis apa, kertas pembungkus seperti apa, supplier mana yang akan Anda gunakan dan sebagainya. 

Riset Pasar

Mengetahui siapa target audience Anda sangat berdampak pada produk yang akan Anda jual nantinya. Misalnya jika Anda menargetkan audience berusia 20-35 tahun maka kemungkinan besar bouquet bunga yang Anda jual adalah bouquet simple dan minimalis yang harganya masih dapat dijangkau oleh kalangan muda. Jika Anda menargetkan audience berusia 40-65 tahun, akan lebih tepat bagi Anda menaruh rangkaian bunga pada vas yang cantik agar terlihat mewah. Jika Anda bingung dalam memulainya, Anda bisa menganalisis audience yang dimiliki oleh kompetitor Anda. 

Modal

Jangan lupa untuk menghitung semua pengeluaran yang Anda keluarkan saat awal membangun bisnis Anda. Hitung perkiraan budget operasionalnya, biaya untuk marketing, biaya akuisisi customer, biaya produksi hingga packaging yang digunakan dalam bisnis Anda. Menghitung berapa biaya yang Anda keluarkan akan membantu Anda di akhir proses untuk menentukan apakah bisnis Anda berjalan baik atau tidak. Perhitungan yang Anda buat juga akan memperlihatkan besaran ROI yang akan didapatkan dari bisnis Anda. 

Strategi Marketing 

Dengan produk dari bisnis yang sudah ada, sesuaikanlah strategi marketing yang paling cocok dengan bisnis Anda dan dengan target audience Anda. Cara yang paling efektif untuk Anda gunakan sebagai batu loncatan pada strategi berikutnya adalah strategi menggunakan internet atau secara online. Dengan keadaan yang memaksa kita untuk berada di rumah, semua orang jadi menggunakan internet untuk menemukan apapun yang mereka butuhkan. Anda bisa menggunakan beberapa cara berikut:

  • Website: Membuat sebuah website kini tidak sulit. Sudah banyak platform-platform gratis yang dapat Anda gunakan sebagai awal yang baik. Jika nantinya Anda sudah memiliki lebih banyak sumber daya, Anda bisa menggunakan jasa pembuatan website yang dapat Anda sesuaikan lebih lagi dengan kebutuhan bisnis Anda. Pembuatan website dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produk Anda, selain itu website berguna untuk memberikan semua informasi mengenai produk dari brand bisnis Anda. Menggunakan jasa SEO agar website Anda muncul pada bagian teratas di halaman hasil pencarian juga sangat dianjurkan agar Anda dapat menjangkau lebih banyak lagi target audience.
  • Social Media: Memasarkan produk Anda dengan menggunakan social media menjadi langkah tepat yang dapat Anda lakukan. Selain penggunaannya yang efektif, membuat akun social media pun tidak sulit. Anda hanya perlu memasukkan e-mail dan membuat password, lalu akun Anda  sudah siap digunakan. Memaksimalkan penggunaan social media untuk membantu Anda dapat meningkatkan awareness audience terhadap produk Anda. Social media juga sangat dekat dengan hampir seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya Indonesia, penggunaan social media membuat Anda dapat menjangkau pasar dunia. 
  • E-commerce: Selain social media, menggunakan platform-platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Lazada dan platform lainnya juga akan membuat produk Anda dikenal oleh semakin banyak orang. Anda tidak akan pernah tahu dapat menjangkau seluas dan sebanyak apa sebelum Anda mencoba melakukannya. Bukalah toko online pada platform-platform tersebut dan gunakan fitur-fitur yang telah disediakan untuk membuat toko online Anda dikunjungi lebih banyak orang. Penggunaan e-commerce juga sangat memudahkan calon konsumen nantinya untuk melihat produk apa saja yang Anda miliki dan memudahkan dalam transaksi. 

Baca Juga: 4 Tips Membangun Campaign Marketing yang Efektif

3. Eksekusi 

Saat mengeksekusi setiap rencana dan strategi yang telah Anda tentukan, akan lebih baik jika Anda memecahnya ke dalam langkah-langkah kecil agar setiap harinya sudah ada prosedur atau jadwal yang dapat Anda ikuti demi tercapainya setiap tujuan Anda. Anda dapat menggunakan kalender sebagai timeline Anda dan untuk melihat tugas-tugas apa saja yang ada di setiap harinya. Dengan begitu rencana yang Anda tetapkan dapat berjalan dengan lancar. Tools lainnya yang dapat Anda gunakan adalah Trello. Pada platform tersebut Anda bisa membuat section to-do, on-going, dan done. Anda juga bisa membuat deadline pada setiap poin-poin yang ada untuk membantu mengingatkan Anda akan deadline dan strategi selanjutnya yang perlu Anda lakukan.

4. Evaluasi 

Setelah semua strategi dijalankan, jangan lupa untuk mencatat dan menganalisis setiap hasil dari strategi yang digunakan. Anda jadi punya data yang jelas untuk mengevaluasi setiap bagian yang Ada. Dengan begitu Anda juga dapat memutuskan langkah-langkah krusial berikutnya yang dapat Anda ambil. Kegiatan evaluasi ini sangat penting untuk Anda lakukan, agar saat ada hasil yang negatif atau tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan, Anda langsung dapat mengambil keputusan terkait dengan hal tersebut tanpa merugikan bisnis Anda lebih banyak. 

Baca Juga: Mengapa Evaluasi Itu Penting Dalam Bisnis?

5. Upgrade

Saat Anda sudah melakukan evaluasi pada setiap bagian yang ada, maka bahan evaluasi tersebut harus Anda tindak lanjuti dengan perbaikan atau penambahan yang dapat meningkatkan kualitas bisnis Anda baik secara produk, pelayanan dan strategi yang Anda gunakan. Berikut penjelasannya:

Produk

Dalam jangka waktu tertentu mungkin saja produk yang Anda jual sudah cukup baik dan diterima dengan baik oleh audience Anda. Namun mungkin ada beberapa detail yang Anda lewatkan yang Anda dapatkan dari hasil evaluasi yang Anda lakukan. Data ini dapat Anda kumpulkan dari survei atau masukan serta kritikan yang sekiranya dapat membantu Anda mengembangkan produk Anda. Mengupgrade dan memperbaiki produk Anda agar menjadi lebih baik lagi perlu dilakukan, supaya semakin banyak audience yang tertarik dengan produk Anda dan agar audience yang pernah membeli produk Anda tetap setia pada brand Anda. 

Audience

Saat melakukan evaluasi mungkin Anda mendapati bahwa strategi yang Anda gunakan lebih efektif dalam menjangkau target audience dengan karakteristik berbeda dari yang telah Anda tentukan. Dari hal ini ternyata Anda mendapati bahwa produk yang Anda jual lebih cocok untuk audience yang lainnya. Jika begitu maka ini saatnya bagi Anda untuk kembali menentukan siapa target audience Anda yang sebenarnya. Anda tidak perlu mengganti seluruh target audience Anda karena bisa saja Anda menjangkau 2 kelompok yang berbeda tersebut. Anda hanya perlu menggunakan strategi yang berbeda pada masing-masing kelompok yang ada agar hasil yang diharapkan lebih maksimal.

Strategi

Jika Anda mendapati bahwa strategi sebelumnya tidak membawa dampak yang signifikan pada tujuan-tujuan yang Anda miliki, maka ini saatnya bagi Anda juga memikirkan ulang strategi yang akan Anda gunakan berikutnya. Lihat lagi target audience yang Anda miliki, lihat nilai dan kegunaan dari produk Anda, serta gunakan juga data-data dari internet yang bisa dipercaya untuk membantu Anda memutuskan strategi yang tepat. 

Baca Juga : Sales Funnel dan SEO: Repeat Purchase hingga Loyalitas Customer

Sikap yang Anda Perlukan dalam Membuka Bisnis

Dalam perjalanannya, bisnis memang melewati banyak trial dan error. Jika Anda mendapati banyak kekurangan dan Anda mengalami kegagalan, jangan langsung rendah diri dan menganggap bahwa Anda tidak berbakat dalam membangun bisnis. Tidak apa-apa untuk gagal, Anda bisa mencobanya lagi dengan semua pilihan yang masih bisa Anda pilih dan gunakan. Ingat bahwa kegagalan merupakan sebuah langkah maju pada keberhasilan dan kesuksesan bisnis Anda. Berikut ini adalah sikap yang Anda perlukan dalam membangun bisnis Anda agar dapat bertahan dalam masa-masa yang tidak mudah: 

1. Komitmen

Anda membutuhkan komitmen yang kuat dan teguh untuk membangun bisnis. Tentu bisnis yang Anda ingin buat bukanlah bisnis yang hanya bertahan dalam jangka waktu tertentu, bukan? Komitmen yang kuat dibantu dengan tujuan yang jelas akan membantu Anda melewati masa-masa yang sulit. Komitmen yang teguh akan membuat Anda tetap melakukan apa yang harus Anda lakukan meskipun Anda merasa malas melakukannya.

Misalnya ada satu waktu di mana bisnis Anda mengalami penurunan, mungkin sudah 2 minggu sejak tren negatif muncul pada bisnis Anda. Pada hari berikutnya Anda merasa sangat malas melakukan promosi produk Anda, karena Anda tidak melihat hasil yang cukup baik. Namun dengan komitmen yang Anda miliki, Anda tidak akan menyerah begitu saja dengan tren negatif yang ada. Anda justru jadi lebih bersemangat lagi dalam mengusahakan yang terbaik bagi bisnis Anda. 

2. Konsistensi

Dalam membangun bisnis, komitmen harus berjalan bersamaan dengan konsistensi. Jika bisnis Anda masih baru, maka Anda memerlukan konsistensi untuk terus mengupload konten-konten yang mempromosikan produk Anda. Dengan konsistensi yang Anda miliki, maka tinggal tunggu waktu saja bagi produk Anda untuk mulai dikenal oleh masyarakat. 

Baca Juga: Apa itu SWOT?

3. Open-Mindedness

Pemikiran yang terbuka dibutuhkan untuk Anda menerima setiap feedback yang masuk dan meresponnya dengan pemikiran yang positif. Tidak dapat kita pungkiri, dalam menjalankan bisnis pasti ada saja kekurangan yang perlu kita perbaiki. Selain itu dalam membangun bisnis, kita pasti berhubungan dengan pelanggan yang memiliki karakter berbeda-beda. Ada yang menyampaikan keluhan mereka dengan maksud mengembangkan produk dari bisnis kita, namun tidak sedikit juga yang menyampaikan keluhan untuk menjatuhkan kita dengan kata-kata negatif yang bisa menghancurkan kita. Pada saat inilah pemikiran terbuka diperlukan untuk menyikapi setiap pelanggan dengan baik dan positif. Anda juga tidak perlu rendah diri atau berkecil hati, melainkan menggunakan semua feedback yang ada untuk kemajuan bisnis Anda. 

Kira-kira begitulah informasi yang dapat kami jelaskan kepada Anda. Semoga apa yang dijelaskan di atas dapat membantu Anda untuk lebih mengerti mengenai cara berbisnis yang baik dari persiapan, saat menjalankannya dan sikap apa yang dapat membantu Anda dalam menjalankan bisnis Anda nantinya. Jika Anda memerlukan jasa untuk memasarkan bisnis Anda secara cepat Anda dapat menggunakan jasa ToffeeDev. ToffeeDev menyediakan jasa pembuatan web, SEO dan strategi lainnya yang dapat membantu mengembangkan bisnis Anda. Kunjungi website kami di sini dan hubungi tim kami untuk membuat kesepakatan di sini.

Share this on :

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat