Mengenal Tipografi dalam Desain Grafis

tipografi dalam desain grafis

Bergelut pada dunia kreatif, Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan tipografi dalam desain grafis. Meski cukup umum didengar, masih banyak orang yang belum mengenali apa arti tipografi dan fungsi yang sesungguhnya. 

Pada dasarnya tipografi kerap digunakan dalam penyusunan teks dalam menciptakan sebuah desain. Anda tentu tidak menginginkan pembaca untuk melihat sebuah desain yang apik tetapi memiliki bentuk tulisan yang tidak selaras atau biasa saja. Sebab itulah tipografi penting dalam dunia desain. 

Ingin mengetahui lebih lanjut seputar tipografi dalam desain grafis? Simak informasi selengkapnya berikut ini. 

Pengertian Tipografi dalam Desain Grafis

Tipografi dalam desain grafis adalah teknik dalam mengatur huruf dan teks pada sebuah ruang yang tersedia agar dapat terbaca dengan jelas dan menarik perhatian audiens serta mendukung tampilan visual dasarnya. 

Pada praktiknya, tipografi berkaitan dengan proses pemilihan font, menyesuaikan penampilan, dan struktur tulisannya agar memperoleh emosi tertentu dan pesan di dalam desain yang diciptakan dapat tersampaikan dengan baik pada audiens. Sebagai seorang graphic desainer, kemampuan tipografi tentu sangat dibutuhkan untuk menunjang hasil desain yang diciptakan. 

Apalagi saat ini banyak ditemukan beragam font dan style penulisan yang berbeda-beda, sehingga penting untuk memahami ilmu tipografi agar dapat menentukan bentuk tulisan yang tepat. 

Tipografi sejatinya dapat memiliki gaya dan bentuk yang berbeda pada setiap jenis desain. Misalnya, desain pamflet promosi tentu memiliki tipografi yang berbeda dengan desain logo maupun desain infografis.

Baca Juga: 8 Contoh Inspirasi Tipografi dalam Desain Website

3 Fungsi Tipografi dalam Desain Grafis

Penggunaan tipografi dalam desain grafis sendiri bukan sebatas mempercantik visual desain. Melainkan memiliki sedikitnya 3 fungsi yang penting untuk Anda ketahui. Adapun fungsi tipografi dalam desain grafis antara lain:

1. Menarik Perhatian 

Fungsi tipografi yang pertama adalah menarik perhatian. Pada dasarnya, tipografi yang ditambahkan dalam sebuah desain ditujukan untuk menarik perhatian audiens. Saat melihat sebuah desain dengan komponen di dalamnya yang dibuat selaras dan menarik, orang akan terdorong untuk membaca dan memperhatikan desain yang disajikan sebab menunjukkan tampilan yang menarik.

2. Memudahkan Pembacaan

Jika dalam sebuah desain berukuran besar, ditambahkan tulisan kecil seperti saat menulis pada lembar penulisan aplikasi word, apakah tulisan akan terbaca dengan jelas? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Untuk itu, memperhatikan pemilihan font beserta ukuran yang tepat sesuai dengan jenis desain agar lebih mudah dibaca dan pesan pada desain pun dapat tersampaikan dengan baik. 

3. Memberi Tone dan Value

Tipografi berperan penting dalam memberikan tone dan value pada sebuah desain grafis. Setiap desain pasti diciptakan dengan tujuan dan kepentingan yang berbeda-beda, hal tersebut juga berlaku pada tipografinya. 

Contohnya, ketika Anda membuat desain sebagai media iklan bisnis, maka font yang digunakan dapat berupa script, comic, atau jenis font non-formal lainnya. 

Namun saat desain dibutuhkan untuk memberikan informasi, font serif akan lebih baik sebab lebih mudah dibaca. 

10 Elemen Tipografi

 

Secara tidak langsung, tipografi dalam desain grafis disajikan agar seolah-olah desain berbicara dengan pembacanya. Tipografi sendiri tidak tersusun begitu saja. Ada 15 elemen yang harus Anda kenali dan perhatikan penggunaannya. Berikut ini merupakan elemen yang dapat memengaruhi hasil tipografi:

1. Lengan dan Bahu

Elemen pertama adalah lengan dan bahu. Lengan adalah huruf yang memanjang ke atas baik secara lurus maupun lengkung dengan ujung yang menyambung atau terpisah. Misalnya seperti huruf V. Sedangkan bahu adalah huruf yang memiliki lengkungan ke bawah dan biasa ditemukan pada huruf h, m, dan n.

2. Ascenders dan Descenders

Ascenders adalah bagian pada huruf kecil yang lebih tinggi dibanding huruf kecil disekitarnya. Contohnya adalah huruf h, f, dan l. Sebaliknya, descenders merupakan bagian dari huruf yang memanjang ke bawah seperti huruf p, y, g, q, dan lain sebagainya. 

Baca Juga: 5 Tips Jitu Membuat Desain Iklan Produk yang Menarik

3. Bar dan Crossbar

Bar adalah bagian horizontal pada sebuah huruf, sedangkan crossbar adalah bagian horizontal tetapi menghubungkan kedua garis. Bar dapat Anda temukan pada huruf f dan e, crossbar dapat ditemukan pada huruf H dan A. 

4. Mangkuk

Mangkuk atau bowl adalah bagian melengkung pada pada sebuah huruf seperti yang ada pada huruf O, D, B, dan lain sebagainya. 

5. Cap Height dan X Height

Cap height merupakan garis imajiner untuk menandai ketinggian sebuah huruf besar dan X height lebih mengacu pada jarak antara garis median dan garis dasar pada huruf kecil.

6. Ear

Ear merupakan goresan kecil pada huruf yang menonjol dari beberapa sisi di huruf kecil. Dalam elemen ini, Anda dapat melihatnya pada huruf g.

7. Finials

Finials berarti ujung meruncing atau melengkung yang tampak pada huruf seperti e dan c.

8. Kaki

Kaki pada elemen tipografi berarti bagian huruf yang memanjang ke atas dengan salah satu ujung yang terpasang dan sisi lain yang membentang ke arah lain, contohnya seperti huruf K.

banner

9. Ekor

Ekor atau tail adalah bagian turunan melengkung ke bawah layaknya ekor pada huruf seperti g, j, y, dan lain-lain.

10. Tittle

Tittle adalah sebuah titik kecil yang berada di bagian atas huruf kecil seperti j atau i. 

3 Tips Memanfaatkan Tipografi Bagi Seorang Grafis Desainer

Membuat tipografi yang menarik tentu tidak mudah. Butuh waktu dan skill yang cakap sehingga desain yang dihasilkan menjadi lebih sempurna dengan seluruh kombinasi tampilan di dalamnya. Sehingga, Anda perlu mengetahui tips memanfaatkan tipografi yang baik bagi seorang grafis desainer. Berikut ulasan selengkapnya:

1. Lihat Jenis Teks yang Akan Digunakan

Sebelum menambahkan berbagai teks yang dibutuhkan, Anda perlu memahami terlebih dahulu jenisnya. Hal ini meliputi untuk apa tipografi digunakan dan bagaimana jenis desainnya. Sehingga, Anda dapat dengan tepat membuat plot penempatan teks, font, ukuran, warna, dan komponen tipografi lainnya. 

2. Mengatur Spasi dan Alignment

Selanjutnya, jangan lupa untuk atur spasi dan alignment yang tepat. Usahakan teks yang tertera pada desain tidak berjarak terlalu jauh atau terlalu dekat. Tak kalah penting, perhatikan peletakan dan baris teks harus disusun dengan rapi dan tertata agar lebih memanjakan mata dan memudahkan pembacaan tulisan. 

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Anda Harus Menerapkan Responsive Web Design

3. Memilih Warna 

Pilih warna yang kontras dengan latar belakang desain seperti jika menggunakan warna terang pada background, maka warna teks yang gelap akan memudahkan audiens membaca tulisan. Warna kontras ini fungsinya untuk mempermudah audiens menyadari keberadaan teks dan membaca pun tampak lebih mudah sebab terlihat jelas. 

Melalui penjelasan mengenai tipografi dalam desain grafis di atas, apakah Anda sudah lebih memahaminya sekarang? Pada dasarnya menyajikan desain grafis dengan tipografi yang baik akan memudahkan dalam membagikan informasi pada audiens terutama untuk memperkenalkan sebuah bisnis dan meningkatkan brand awareness

Ingin mencoba mengembangkan usaha dengan desain grafis namun tak cukup banyak pengalaman dalam mendesain? Serahkan saja pada Toffeedev yang memberikan layanan jasa desain grafis untuk kebutuhan bisnis Anda. 

Dalam era kemajuan teknologi saat ini, digital marketing adalah bentuk iklan yang cukup efektif untuk mengembangkan bisnis. Sebab itu, Toffeedev membantu memenuhi kebutuhan marketing dengan hasil yang terbaik. Hubungi Toffeedev dan kembangkan bisnis Anda menjadi lebih besar melalui optimalisasi digital marketing sekarang juga. 

Share this post :

Scroll to Top
WhatsApp chat