Perlu dipahami kalau langkah membuat marketing plan ada yang benar dan ada yang salah. Bagaimana dengan yang Anda jalankan? Apakah sudah benar?
Tidak sedikit bisnis yang merasa sudah memiliki marketing plan, tetapi hasilnya masih jauh dari target yang diharapkan. Ada yang rutin menjalankan promosi, aktif membuat konten, hingga mengalokasikan anggaran iklan setiap bulan, tetapi tetap kesulitan meningkatkan penjualan secara konsisten.
Kondisi seperti ini sering terjadi karena strategi yang disusun belum didasarkan pada data, tujuan bisnis yang jelas, maupun pemahaman yang tepat terhadap target pasar.
Oleh karena itu, memahami langkah membuat marketing plan yang terstruktur menjadi hal penting agar setiap aktivitas pemasaran yang Anda lakukan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan bisnis.
Daftar Isi
ToggleInformasi Apa yang Perlu Dikumpulkan Sebelum Membuat Marketing Plan?
Sebelum menyusun marketing plan, Anda perlu memahami kondisi bisnis secara menyeluruh terlebih dahulu. Semakin lengkap informasi yang dikumpulkan di awal, semakin mudah menentukan strategi yang realistis dan relevan dengan kebutuhan pasar.
Beberapa informasi yang sebaiknya dikumpulkan meliputi:
- Target bisnis yang ingin dicapai.
- Profil target audience.
- Data penjualan dan performa marketing sebelumnya.
- Kondisi kompetitor di pasar.
- Kanal marketing yang saat ini digunakan.
- Budget yang tersedia.
- Produk atau layanan yang menjadi prioritas.
- Peluang dan tantangan yang sedang dihadapi bisnis.
Baca Juga: Mengenal Lead to Customer Ratio untuk Mengukur Efektivitas Konversi dalam Digital Marketing
8 Langkah Membuat Marketing Plan buat Pemula, Praktis!
Marketing plan yang baik tidak selalu harus rumit. Justru banyak bisnis memperoleh hasil lebih optimal ketika mereka memiliki rencana yang sederhana, tetapi jelas dan mudah dieksekusi.
1. Tentukan Tujuan Marketing yang Ingin Dicapai
Langkah pertama dimulai dengan menetapkan tujuan yang spesifik. Hindari target yang terlalu umum seperti “ingin meningkatkan penjualan” karena target tersebut sulit diukur dan dievaluasi.
Sebaliknya, tentukan target yang memiliki angka dan periode waktu yang jelas. Contohnya, meningkatkan jumlah leads sebesar 30% dalam enam bulan atau meningkatkan traffic organik sebesar 50% dalam satu tahun.
2. Kenali Target Audience Secara Mendalam
Banyak marketing plan gagal karena bisnis terlalu fokus pada produknya sendiri. Padahal, keputusan pembelian sering dipengaruhi oleh kebutuhan, masalah, dan motivasi pelanggan.
Cobalah memahami siapa target audience Anda, apa tantangan yang mereka hadapi, serta bagaimana mereka mencari solusi. Informasi tersebut membantu Anda menyusun strategi komunikasi yang lebih relevan.
3. Analisis Posisi Bisnis dan Kompetitor
Sebelum menentukan strategi, Anda perlu mengetahui posisi bisnis saat ini dibandingkan kompetitor. Analisis ini membantu mengidentifikasi peluang yang masih terbuka di pasar.
Perhatikan aspek seperti keunggulan produk, aktivitas marketing kompetitor, keyword yang mereka targetkan, hingga kanal pemasaran yang paling aktif digunakan.
4. Tentukan Value Proposition yang Jelas
Calon pelanggan perlu memahami alasan mengapa mereka harus memilih bisnis Anda dibandingkan kompetitor lain. Karena itu, value proposition harus muncul dengan jelas dalam marketing plan.
Fokuslah pada manfaat yang benar-benar relevan bagi target audience. Semakin spesifik manfaat yang ditawarkan, semakin mudah bisnis membangun diferensiasi di pasar.
5. Pilih Kanal Marketing yang Sesuai
Setiap kanal memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda. SEO dapat membantu menjangkau audiens dengan intent tinggi, sementara social media lebih efektif untuk membangun awareness dan engagement.
Alih-alih menggunakan semua kanal sekaligus, prioritaskan kanal yang paling sesuai dengan perilaku target audience dan tujuan bisnis yang ingin dicapai.
6. Susun Strategi Konten yang Mendukung Funnel
Konten tidak hanya berfungsi menarik perhatian calon pelanggan. Keberadaan konten yang tepat juga membantu mengarahkan mereka dari tahap awareness hingga conversion.
Karena itu, buatlah perencanaan konten yang mencakup berbagai tahap customer journey agar proses nurturing berjalan lebih efektif.
7. Tetapkan Budget dan Timeline
Strategi yang baik membutuhkan sumber daya yang memadai untuk dijalankan. Oleh sebab itu, tentukan budget dan timeline sejak awal agar seluruh aktivitas memiliki arah yang jelas.
Selain membantu pengelolaan sumber daya, langkah ini juga mempermudah proses evaluasi ketika hasil yang diperoleh belum sesuai target.
8. Tentukan KPI yang Akan Dipantau
Marketing plan tanpa KPI akan sulit dievaluasi. Setiap aktivitas perlu memiliki indikator keberhasilan yang dapat diukur secara objektif.
Pilih KPI yang relevan dengan tujuan bisnis, seperti jumlah leads, conversion rate, organic traffic, cost per lead, atau revenue yang dihasilkan dari aktivitas marketing tertentu.
Baca Juga: Strategi Digital Marketing yang Hemat Biaya untuk Bisnis Kecil
Cara Mengevaluasi Marketing Plan Secara Berkala
Marketing plan bukan dokumen yang dibuat sekali lalu dibiarkan begitu saja. Perubahan perilaku pelanggan, kondisi pasar, dan performa campaign membuat evaluasi berkala menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.
Gunakan tabel berikut sebagai panduan evaluasi marketing plan:
| Area Evaluasi | Yang Perlu Dicek | Indikator |
| Target Bisnis | Apakah target masih relevan? | Progress pencapaian KPI |
| Audience | Apakah target audience berubah? | Perubahan perilaku pelanggan |
| SEO | Apakah traffic bertumbuh? | Organic traffic, ranking keyword |
| Ads | Apakah biaya masih efisien? | CPL, CPA, ROAS |
| Social Media | Apakah engagement meningkat? | Reach, engagement rate |
| Leads | Apakah kualitas leads sesuai? | Qualified leads |
| Conversion | Apakah funnel berjalan efektif? | Conversion rate |
| Budget | Apakah penggunaan budget optimal? | Cost efficiency |
| Kompetitor | Apakah ada perubahan strategi pasar? | Market comparison |
| Revenue | Apakah marketing mendukung pertumbuhan bisnis? | Revenue contribution |
Baca Juga: Penyebab Bisnis Tidak Berkembang dan Cara Mengatasinya dengan Tepat
Saatnya Memiliki Marketing Plan yang Tidak Hanya Rapi, Tetapi Juga Menghasilkan Bersama ToffeeDev Hari Ini!
Marketing plan yang baik membantu bisnis mengambil keputusan dengan lebih terarah, mengurangi aktivitas yang tidak memberikan dampak, serta memastikan setiap budget marketing digunakan untuk mencapai tujuan yang jelas.
Ketika strategi, target audience, kanal pemasaran, dan KPI saling terhubung, peluang menghasilkan leads maupun penjualan pun menjadi lebih besar.
Jika Anda ingin menyusun marketing plan yang didukung oleh data, strategi digital yang tepat, serta eksekusi yang terukur, tim ToffeeDev siap membantu melalui layanan Digital Marketing yang dirancang sesuai kebutuhan bisnis Anda.
Hubungi ToffeeDev sekarang dan mulai bangun strategi marketing yang lebih terarah untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.!