Saatnya Mengubah Leads Menjadi Konsumen Tetap Anda

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Salah satu tujuan utama dalam penjualan secara B2B adalah untuk menghasilkan prospek/leads baru. Baik itu melalui acara, seminar, atau online marketing,. Menjadi salah satu cara terpenting untuk bisa mengembangkan bisnis. Tetapi jika tim sales Anda kesulitan untuk bisa mengubah leads menjadi konsumen, maka segala hal untuk bisa mendapatkan daftar konsumen potensial ini bisa menjadi sia-sia. 

Para marketer akan mengukur kesuksesan online marketing melalui leads yang bisa dihasilkan oleh website. Berupa seseorang yang melengkapi formulir web atau mengunduh konten tertentu. Hal ini akan membutuhkan waktu beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk bisa memberikan hasil. Hati-hati bisa saja mereka mungkin kehilangan minat lebih cepat dari yang Anda kira. Sehingga proses untuk bisa mengubahnya menjadi konsumen tetap harus dilakukan dengan gesit.

Baca Juga : Pengertian Marketing Qualified Lead dalam Bisnis

Mengubah Leads Menjadi Konsumen Tetap 

Banyak bisnis memfokuskan semua perhatian mereka untuk mendapatkan pengunjung ke website mereka. Tetapi jumlah pengunjung dapat menciptakan rasa optimisme yang salah tentang betapa hebatnya hal-hal yang terjadi. Meskipun benar bahwa Anda harus mengarahkan orang ke website, untuk memiliki kesempatan mengubah mereka dari leads menjadi pelanggan. 

Pelanggan ingin tahu bahwa Anda memahami masalah atau tantangan mereka, dan bahwa Anda memiliki solusi untuk membantu mereka. Berikut adalah 9 tips untuk mengubah leads menjadi pelanggan. Hal-hal sederhana, namun bisa memberikan dampak yang luar biasa.

1. Komunikasikan Value Terlebih Dahulu

Fokus untuk membawa nilai ke dalam kehidupan pelanggan Anda. Orang tidak menyukai ketika ada brand atau perusahaan yang hanya peduli tentang mendapatkan penjualan dan keuntungan saja. Meningkatkan kehidupan pelanggan Anda dan fokus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan adalah hal yang seharusnya menjadi perhatian utama. Bertindaklah sebagai mentor yang memiliki keahlian hebat di bidang Anda. Dengan begitu mereka juga akan mempercayai penilaian dan solusi Anda untuk masalah mereka.

Baca Juga : Mengapa Persuasi Dalam Komunikasi Pemasaran itu Penting?

2. Identifikasi Masalah Mereka

Anda perlu mengidentifikasi masalah yang dialami oleh leads. Lakukan pendekatan yang berbeda setiap kali Anda mengajukan pertanyaan atau saat memulai percakapan. Ini adalah cara yang baik untuk membuka dialog, membantu para leads untuk mengungkap pertanyaan, atau kekhawatiran yang mungkin dimiliki.

3. Buatlah Percakapan

Para leads akan jauh lebih responsif jika Anda mendorong percakapan secara dua arah. Dialog bisa membuat mereka tetap terlibat, memberikan kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang menjadi kebutuhan mereka. Anda dapat mengetahui dengan tepat bagaimana produk atau layanan akan bisa berhasil untuk mereka. Jangan buat percakapan ini terdengar seperti monolog. Hal ini akan sangat menonjol seperti promosi penjualan tradisional dan bisa saja mereka sudah lelah dengan hal yang seperti ini.

4. Jaga Jangan Sampai Kehilangan Kesempatan

Meskipun Anda menghubungi para leads dalam waktu sepuluh menit setelah mereka  mendaftar, mungkin mereka masih belum siap untuk melanjutkannya ke proses penjualan. Namun, mereka telah menunjukan minatnya pada produk atau layanan Anda. Jadi jangan kehilangan kesempatan untuk membuat mereka tetap tertarik saat melakukan panggilan telepon. Beri tahu mereka informasi yang berguna dan tunjukkan bahwa Anda peduli. Mereka pasti akan kembali kepada Anda jika ada pertanyaan atau siap untuk melanjutkan ke langkah berikutnya.

5. Tanyakan Kepada Mereka Apakah Siap Untuk Melangkah ke Penjualan

Sekedar bertanya bukanlah hal baru atau inovatif, tetapi itu adalah bagian penting dari proses konversi. Terlihat masuk akal, namun sejumlah orang hampir secara mengejutkan tidak melakukannya. Tanyakan leads Anda, apakah mereka siap untuk memulai dan lihat berapa banyak yang mengatakan “ya”. Mereka tidak akan sampai sejauh ini jika tidak memiliki minat di awal untuk menjadi pelanggan. Jika Anda tidak menanyakan mengenai hal ini, bisa saja para pesaing Anda akan melakukannya.

Baca Juga : Perbedaan Konsep Penjualan dan Konsep Pemasaran

6. Follow Up

Pertahankan leads Anda dalam mode pembelian dengan mem-follow up melalui email atau panggilan telepon Ini adalah cara yang bagus untuk dengan cepat mengubah mereka menjadi pelanggan sebelum terlalu banyak waktu berlalu. Segera hubungi dan follow up mereka beberapa hari kemudian setelah selesai menghubungi mereka pertama kali. Anda ingin memastikan mereka paham dan mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan yang mereka ajukan.

7. Jangan Buat Mereka Menunggu

Lakukan kontak pertama Anda sesegera mungkin, karena tingkat ketertarikan bisa turun drastis setelah satu jam. Jangan biarkan calon pelanggan Anda kehilangan minat pada produk atau beralih ke pesaing. Sangat penting untuk menyiapkan rutinitas internal untuk mem-follow up leads.

8. Raih Kepercayaan Mereka

Selalu bersikap tulus dan ramah. Mengatakan hal yang sebenarnya akan bisa memudahkan Anda untuk mendapatkan kepercayaan. Jadi lakukan dialog yang terdengar real dan jujur ​​dengan mereka. Setiap pertemuan harus menjadi percakapan, bukan promosi saja. Habiskan setidaknya setengah dari setiap rapat untuk mendengarkan pelanggan Anda. Lakukan percakapan tentang masalah bisnis yang nyata, sehingga pelanggan memandang Anda sebagai ahlinya.

9. Ingat Mereka

Pengusaha yang cerdas tahu bahwa menghabiskan waktu dengan pelanggan itu adalah hal yang sangat penting. Ini mungkin tampak sederhana, namun beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa leads lebih cenderung berubah menjadi pelanggan saat mereka tidak merasa terburu-buru. Tugas Anda adalah membuat mereka merasa diingat dan dihormati secara individu.

Baca Juga : Seluk Beluk Leads Dalam Dunia Bisnis

10. Gunakan Data untuk Memahami Proses Konversi Anda

Data dapat membantu memahami seberapa baik kinerja proses yang Anda lakukan untuk mengonversi leads. Gunakan software analitik untuk membuat dasbor yang menunjukkan berapa banyak yang akan memasuki sistem CRM Anda di setiap tahap marketing funnel dan berapa banyak dari mereka yang akhirnya dikonversi menjadi pelanggan yang akan membeli produk atau menggunakan jasa Anda.

Saat data disajikan dengan jelas di dasbor, Anda dapat dengan mudah melihat bagian mana dari funnel Anda yang bisa menghasilkan leads potential. Hal ini memungkinkan Anda untuk memfokuskan perhatian Anda untuk menjangkau leads tersebut agar mereka lebih cenderung untuk mau melakukan sebuah konversi.

Melalui penataan tim sales yang efisien dan penggunaan data yang cermat, Anda dapat meningkatkan rasio konversi untuk leads yang didapatkan secara online. Namun, beberapa hal terpenting yang harus diingat adalah:

Alihkan fokus dari pendekatan promosi produk atau layanan ke pendekatan pemecahan masalah. Ini berarti mendengarkan pain point dan rintangan dari leads Anda. Ingatlah bahwa tanggapan Anda harus cepat dan sesuai agar para leads dapat berubah menjadi pelanggan tetap.

Baca Juga : Tips Untuk Meningkatkan Konversi Dalam Digital Marketing


Itulah dia beberapa cara untuk mengubah leads menjadi pelanggan tetap. Manfaatkan  berbagai macam bentuk digital marketing lainnya seperti SEO untuk bisa mendapatkan leads berkualitas yang bisa menjadi pelanggan Anda di masa depan. Manfaatkan jasa kami sebagai Digital Marketing Agency Jakarta untuk membantu bisnis Anda ke tingkat selanjutnya. Kunjungi ToffeeDev sekarang juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post