6 Jenis Traffic pada Website

Ketika mengelola website atau blog, traffic menjadi salah satu indikator yang harus diperhatikan. Traffic adalah jumlah pengunjung yang datang ke website kita melalui berbagai macam channel atau saluran. Website atau blog kita boleh saja memperoleh banyak kunjungan, tapi penting pula untuk memantau dari mana saja mereka mengunjungi situs kita. Ada berbagai jenis traffic pada website, dan itu sangat mempengaruhi cara kita memperoleh lebih banyak pengunjung lagi untuk website kita.

Untuk menganalisa berbagai jenis traffic pada website kita, kita harus bisa membedakan antara jumlah kunjungan selama waktu tertentu dan jumlah pengunjung yang unik, sebab satu orang yang sama bisa mengunjungi website kita lebih dari sekali. Selain itu, ada pula faktor lainnya yang mendukung tingginya jumlah traffic pada website, seperti durasi kunjungan dan jumlah halaman yang dilihat.

6 Jenis Traffic pada Website yang Harus Diketahui

Agar kita bisa menjangkau lebih banyak pengunjung lagi, kita perlu mengetahui beberapa jenis traffic pada website. Mengetahui jenis traffic sangatlah penting, sehingga kita bisa memetakan channel apa yang lebih unggul digunakan untuk mencari pengunjung website kita. Selain itu, kita juga bisa mengurangi biaya yang tidak diperlukan untuk mempromosikan website kita.

1. Organic Traffic

Jenis traffic yang pertama ini sangat umum didapatkan. Pengunjung memasuki website kita setelah melakukan hasil pencarian di search engine atau mesin pencari. Perlu diingat bahwa pengunjung mencari website kita secara organik, bukan melalui iklan berbayar. Apabila kita ingin mendapatkan traffic secara organik, kita harus meningkatkan nilai Search Engine Optimization (SEO) website kita. Meskipun kita tidak mengeluarkan biaya, kita menginvestasikan waktu, tenaga dan sumber daya lainnya untuk jenis traffic ini.

Baca Juga: Apa itu Organic Traffic & Kenapa Website Membutuhkannya

2. Direct Traffic

Direct traffic adalah jenis traffic di mana pengunjung website yang langsung mengunjungi situs kita. Biasanya mereka ini mengetik URL atau tautan website kita di browser, mem-bookmark website kita, atau mereka yang mengklik tautan website kita melalui dokumen. Untuk mendapatkan direct traffic ini, kita harus memiliki URL website yang unik dan mudah diingat oleh banyak orang. Biasanya, direct traffic lebih gampang dilakukan oleh brand atau bisnis yang sudah melambung namanya. Bisa dikatakan, direct traffic lebih sulit didapatkan daripada organic traffic.

3. Referral Traffic

Seperti namanya, referral traffic menggunakan rujukan untuk mendatangkan traffic ke website kita. Biasanya, pengunjung website kita hadir setelah mereka mengklik tautan yang tersedia dari situs lainnya, termasuk blog atau forum. Referral traffic ini juga dikenal dengan istilah backlink. Untuk mendapatkan referral traffic, kita bisa melakukan guest blogging dan tuliskan saja URL website kita. Wajib diingat, website tempat kita menuliskan URL kita haruslah bisa dipercaya dan tidak melanggar kebijakan Google.

Baca Juga: Backlink Website : Pengertian Dan Jenisnya

4. Paid Traffic

Kita bisa mendapatkan traffic ini dengan iklan berbayar atau paid-per-click ads (PPC), seperti namanya. Paid traffic tidak melulu didapatkan dengan search engine ads, tapi juga bisa menggunakan social media ads. Sisi bagus dari paid traffic adalah, kita bisa memasang iklan yang sesuai dengan target geografis, demografis dan minat target kita. Kita bisa mengontrol audiens daerah mana, dengan ketertarikan apa, dan usia berapa yang bisa melihat iklan kita. Jasa SEO

5. Social Media Traffic

Jenis traffic ini tentunya mengandalkan media sosial untuk memperoleh lintasan kunjungan website kita. Perlu diingat bahwa jenis traffic yang termasuk ke dalam social media traffic ini adalah traffic yang bersifat organik, sehingga iklan berbayar di media sosial tidak termasuk. Saat ini, media sosial memainkan peranan yang vital dalam meningkatkan traffic ke website kita, dikarenakan banyak orang yang menghabiskan waktunya berselancar di media sosial. Tentu saja, kita bisa mendapatkan traffic di media sosial apabila memiliki jumlah pengikut yang tinggi.

Baca Juga:  Manfaat Media Sosial Terhadap SEO

6. Bot Traffic

Jenis traffic yang terakhir ini jarang diketahui karena bot traffic bukanlah tipe traffic yang lazim digunakan. Apalagi istilah bot traffic memiliki konotasi negatif, dikarenakan bukan manusia yang mengunjungi dan mendatangkan traffic ke website kita. Salah satu tipe bot traffic yang digunakan adalah Googlebot, software peningkat traffic yang dikembangkan oleh Google.Jadi, itulah berbagai jenis traffic pada website yang perlu kita ketahui. Ke depannya, kita bisa mengetahui dan memetakan asal muasal pengunjung situs kita, sehingga kita bisa mengetahui channel apa yang harus ditingkatkan untuk mendapatkan traffic kita. Anda juga bisa menghubungi ToffeeDev apabila memerlukan Jasa SEO untuk optimasi website Anda. ToffeeDev adalah Digital Marketing Agency yang telah berpengalaman dalam melakukan optimasi website untuk berbagai perusahaan di berbagai sektor industri.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat