Memahami Apa itu Captive Market

captive market adalah

Ekonomi global terdiri dari berbagai jenis pasar, seperti pasar persaingan sempurna untuk sektor-sektor seperti ritel, buah-buahan, dan sayuran; pasar oligopoli seperti dalam industri telekomunikasi; dan pasar monopoli di mana hanya satu penjual yang diizinkan untuk menjual produk tertentu dalam perekonomian. Dalam pasar monopoli, harga ditentukan oleh produsen dan pembeli tidak memiliki sumber alternatif sehingga harus membeli dari penjual tunggal.

Captive market memiliki beberapa kesamaan dengan pasar monopoli. Meskipun tidak ada monopoli alami, captive market adalah pasar yang membuat konsumen memiliki pilihan sangat terbatas dan mendorong pembelian produk hanya dari satu penjual, sehingga menciptakan monopoli buatan. Captive market membuat produk yang awalnya umum di pasar normal dan dapat dibeli dalam lingkungan persaingan, menjadi dijual oleh sangat sedikit penjual di area tertentu. Agar lebih paham apa itu captive market, mari simak penjelasan berikut!

Apa itu Captive Market?

Captive market adalah pasar di mana pembeli potensial memiliki pilihan yang sangat terbatas. Dengan kata lain, kecuali pembeli membeli dari satu atau dua pemasok, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah tidak membeli. Dalam jenis pasar ini, penjual lebih untung karena dapat menaikkan harga tanpa khawatir pesaing merebut pelanggannya.

Captive market ada di beberapa negara yang hanya memiliki satu pemasok produk atau layanan. Contohnya, di Meksiko, penduduk lokal hanya bisa mengisi mobil dengan bensin dari SPBU PEMEX. Pasar dengan hanya satu penjual disebut sebagai monopoli. Kondisi di mana sekelompok konsumen terpaksa (karena kurangnya pilihan) untuk membeli produk tertentu, sehingga memberikan monopoli kepada pemasok, disebut captive market.

Sebagian besar pembuat printer menerapkan captive market untuk penjualan toner. Setelah membeli printer tersebut, Anda hanya bisa menggunakan toner dari satu pemasok. Anda tidak dapat membeli merek toner lain karena tidak berfungsi di perangkat printer tersebut. Ini adalah contoh di mana Anda telah menjadi korban monopoli.

Baca Juga: Definisi dan Contoh Buyer Persona untuk Bisnis Anda

7 Contoh Captive Market

Seperti yang telah dijelaskan, captive market adalah kondisi pasar di mana pembeli punya pilihan sangat terbatas. Jika masih bingung, berikut beberapa contoh captive market untuk membantu Anda memahami:

1. Kapal Pesiar

Di kapal pesiar, Anda secara fisik tidak bisa pergi ke tempat lain untuk membeli produk dari pemasok lain. Tidak ada persaingan bagi toko di kapal pesiar, sehingga sebagai penumpang, Anda hanya bisa membeli obat penghilang rasa sakit, pasta gigi, popok untuk bayi, dan barang kebutuhan pokok lainnya di sini.

2. Bioskop

Jika ingin makan dan minum di bioskop, Anda harus membeli produk yang hanya dijual di bioskop. Bioskop melarang penonton mengonsumsi makanan dan minuman yang dibeli dari luar. Sementara penjual di bioskop sebenarnya harus bersaing dengan penjual di bioskop lainnya, tetapi saat penonton berada di bioskop tertentu, mereka hanya bisa membeli makanan dan minuman yang dijual di area ini.

Aturan semacam ini menciptakan kondisi captive market bagi pengunjung bioskop. Jika ingin menonton film sambil makan dan minum, pengunjung bioskop mau tidak mau harus membelinya di sini. Harga makanan dan minuman di bioskop biasanya juga lebih tinggi dibanding produk sejenis yang dijual di area luar bioskop dengan tujuan mendapat keuntungan.

3. Taman Hiburan

Di sebagian besar taman hiburan, Anda harus membayar snack atau makanan dengan harga dua atau tiga kali lipat lebih mahal. Hal ini bisa dihindari jika Anda membawa bekal sendiri.

Baca Juga: Memahami Taktik Relationship Marketing

4. Museum

Di museum, Anda biasanya tidak bisa membawa makanan dan minuman dari luar. Museum juga biasanya memaksa pengunjung untuk membayar harga makanan dan barang dagangan dengan harga selangit.

5. Stadion Olahraga

Aturan stadion olahraga mirip dengan taman hiburan. Anda harus membayar biaya yang lumayan tinggi untuk membeli makanan, minuman, dan barang dagangan di stadion olahraga.

6. Koperasi Sekolah

Kebanyakan sekolah umumnya mempunyai satu koperasi yang menjual berbagai keperluan sekolah, mulai dari buku, dasi, baju olahraga, hingga badge sekolah. Umumnya, koperasi sekolah juga mendapat kebebasan dan aturan pendukung sebagai satu-satunya penjual alat tulis di area sekolah. Oleh karena itu, para siswa dan siswi yang berada di dalam sekolah hanya bisa membeli dari satu penjual alat tulis saja.

7. Provider Telekomunikasi di Area Rural

Minimnya pemukiman penduduk di area pedesaan dibanding area perkotaan atau pinggir kota, serta lambatnya aspek pembangunan di area ini, membuat akses provider telekomunikasi terbatas. Area rural atau pedesaan umumnya hanya memiliki sedikit provider yang bersedia dan mampu menjangkau pasar areanya. Kondisi ini menciptakan captive market bagi provider yang bisa menyediakan layanan di area tersebut.

Banner - Ads General

Terdapat beberapa hal yang bisa memengaruhi terbentuknya sebuah captive market. Entah itu disebabkan oleh faktor produknya itu sendiri ataupun kondisi pasar tertentu. Berikut ini adalah sejumlah faktor yang menjadi penentu terbentuknya captive market.

1. Kurangnya Pasokan

Faktor pertama dari adanya captive market adalah kibat dari kurangnya pasokan ke dalam suatu lingkungan atau daerah. Sebagai contoh, hasil pertanian di daerah A tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, sehingga harganya lebih tinggi. Selain itu, misalnya terdapat produk yang sudah tidak layak konsumsi akibat penyimpanan yang tidak tepat, sehingga akan terjadi kenaikan harga juga.

2. Produk Unik

Faktor berikutnya yakni ketika produk memiliki kualitas atau suatu manfaat yang unik dan berbeda di dalamnya. Sehingga tentunya produsen akan mematok harga yang lebih tinggi pada produk tersebut. Misalnya, elektronik, buah-buahan impor, parfum dari brand luar negeri, dan sebgaainya. 

Baca Juga: Panduan Lengkap Membuat Strategi Evergreen Content Marketing untuk Kesuksesan Jangka Panjang Bisnis Anda

3. Penjual Tunggal 

Kemudian, Captive market juga terbentuk pada saat hanya terdapat satu penjual yang memiliki semua unit produk di suatu tempat belanja. Penjual yang menyewa kios atau toko, memiliki kekuasaan untuk bisa menjual produk tersebut dengan harga tinggi karena tidak memiliki kompetitor.

Banner - Ebook Ads

Manfaat Captive Market Bagi Bisnis

Bukan tanpa alasan captive market eksis di dunia bisnis. Kondisi pasar satu ini mampu memberikan sejumlah manfaat berikut bagi para pelaku bisnis.

1. Bisa Menetapkan Harga Tinggi

Bagi bisnis, manfaat utama adanya captive market adalah dapat menetapkan harga setinggi yang diinginkan. Contohnya, sebagian besar perusahaan yang menjual perangkat menerapkan captive market untuk suku cadang. Harga perangkat utama biasanya murah, tetapi produk lanjutan atau suku cadangnya mahal. Contoh lainnya, dalam beberapa bisnis waralaba, penerima waralaba hanya bisa membeli persediaan dari pemilik waralaba.

2. Sebagai Strategi Pemasaran dan Penjualan

Bagi bisnis, captive market dapat dimanfaatkan sebagai strategi penjualan dan pemasaran. Konsep captive market sendiri bisa dimanfaatkan oleh marketing strategist untuk mengidentifikasi apakah suatu kondisi pasar berpotensi untuk dikembangkan menjadi skenario monopoli. 

Jika peluangnya terbuka lebar, produk yang dijual tidak akan memiliki pesaing di area pasar tersebut atau hanya akan memiliki sedikit pesaing. Sehingga, penjual bisa bebas menentukan harga, sementara konsumen tidak dapat menawar harga.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Pengertian dan Fungsi Buyer Persona

Kelemahan Captive Market Bagi Bisnis

Disamping adanya manfaat, tentu terdapat kelemahan jika Anda berperan dalam kondisi captive market, diantaranya seperti:

  • Konsumen harus membeli produk dengan harga yang telah ditetapkan atau tidak membelinya sama sekali.
  • Pembeli yang sudah sadar akan kondisi ini, mungkin saja mengantisipasinya dengan membawa sendiri produk yang mereka butuhkan. 

Meski kelemahan-kelemahan tersebut kemungkinan kecil terjadi, namun Anda harus tetap memperhitungkannya. Contohnya seperti, tidak menyediakan stok produk terlalu banyak dan sesuai permintaan. Lalu jika Anda memutuskan ingin mencoba berbisnis sebagai captive market, ada baiknya untuk melakukan riset terlebih dahulu.

Anda harus memikirkan dan mempertimbangkan siapa kira-kira yang akan menjadi konsumen dan kompetitor. Tak hanya itu, Anda juga tetap harus waspada dan siap terhadap segala kondisi pasar yang terkadang tidak menentu.

Banner - Lead Gen Ads

Berdasarkan ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa captive market adalah kondisi pasar di mana pembeli potensial memiliki pilihan yang sangat terbatas. Meski begitu bukan berarti bisnis yang menerapkan captive market tidak memiliki saingan dalam berkompetisi.

Para pelaku bisnis tetap membutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar bisnisnya, baik yang memanfaatkan captive market maupun tidak, tetap bisa unggul dari kompetitor. Untuk kebutuhan satu ini, Anda bisa mengandalkan ToffeeDev. Klik di sini untuk mengetahui layanan selengkapnya dari ToffeeDev dalam menyukseskan marketing campaign Anda!

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top