3 Cara Mengurangi Bounce Rate

Memahami cara mengurangi bounce rate merupakan salah satu senjata utama yang perlu dimiliki oleh pemilik website maupun blog. Pasalnya, bounce rate yang tinggi akan memengaruhi beberapa hal seperti SERP yang menjadi anjlok, ranking penilaian situs menjadi lebih rendah, hingga monetisasi iklan menjadi buruk—sekalipun trafik kunjungan tinggi. Kalau sudah begini, pundi-pundi pendapatan pun berisiko menurun.

Apa Itu Bounce Rate?

Bounce rate adalah persentase pengunjung yang langsung meninggalkan sebuah situs setelah membuka satu halaman saja dari situs tersebut—termasuk tidak melakukan tindakan apa pun seperti menekan tombol menu yang tersedia, CTA, atau internal link lain yang ada pada halaman tersebut.

Ada beberapa kemungkinan yang membuat seorang pengunjung melakukan tindakan tersebut. Umumnya, pengunjung segera meninggalkan halaman situs dan menciptakan bounce rate karena kualitas konten pada halaman tersebut dianggap buruk sehingga pengunjung tidak tertarik untuk mengeksplorasi lebih jauh konten lainnya. Selain itu, bounce rate juga dapat terjadi karena konten yang tertera pada halaman tersebut tidak sesuai dengan informasi yang dicari.

Baca Juga : Apa Itu Bounce Rate dalam Optimasi Website?

Cara Mengurangi Bounce Rate

SEO bukanlah pekerjaan yang mudah—karena itu banyak pemilik situs yang menggunakan jasa pakar SEO. Kendati begitu, tidak semua langkah-langkah SEO harus sepenuhnya diserahkan kepada pihak jasa SEO profesional. 

Beberapa cara mengurangi bounce rate seperti berikut misalnya, dapat dilakukan sendiri oleh pemilik situs atau tim internalnya. 

1. Membuat Konten Menarik

Akan selalu ada beberapa—bahkan sangat banyak—konten dengan topik serupa yang bertebaran di internet. Maka dari itu, pemilik website maupun blog harus menyajikan konten yang lebih menarik dan unik dibandingkan kompetitor lainnya.

Konten yang menarik memiliki alur cerita yang apik dan tersusun rapi—karena itu, penting untuk memperhatikan logika kalimat. Buatlah konten yang dapat memberi sentuhan personal dan berempati terhadap pengunjung yang membaca. Selain itu, menggunakan kalimat sapaan yang tepat sesuai konteks juga akan sangat membantu.

Selalu menempatkan diri menjadi pembaca sehingga memahami point of view dari pengunjung merupakan hal esensial lainnya. Pemilik situs harus dapat melihat beberapa sudut pandang dari pengunjung, seperti sedetail apa informasi yang dibutuhkan, apakah diksi yang digunakan mudah diterima, mudahkah untuk dipahami kalimat yang disusun, dan sebagainya. Dengan begitu, konten yang dihasilkan pun dapat mengakomodasi hal-hal yang diharapkan pengunjung.

Baca Juga : Cara Membuat Konten Website yang Menarik Untuk Bisnis Online

2. Meningkatkan Kualitas Konten

Tak cuma menarik, kualitas konten pun penting untuk diperhatikan. Hal ini lebih cenderung terhadap hal-hal teknis penulisan.

Pengguna internet terbiasa membaca cepat. Maka dari itu, artikel yang terdiri dari paragraf-paragraf pendek akan sangat membantu dan nyaman bagi mereka. Tentunya, meminimalkan kalimat yang bertele-tele juga tak kalah penting.

Subheading juga memegang peranan penting. Hal ini akan mempermudah pengunjung menemukan poin-poin penting yang mereka butuhkan dalam konten.

Menambahkan visual yang relevan dan menarik akan meningkatkan pula kualitas konten di mata pengunjung. Pengunjung pasti akan merasa jemu jika hanya membaca teks dari awal hingga akhir dalam halaman tersebut. Di samping itu, media visual akan turut membantu pengunjung lebih memahami penjelasan yang dimaksud.

3. Membuat Konten yang Sesuai

Bounce rate akan makin tinggi jika pengunjung tidak menemukan informasi yang tidak sesuai. Oleh sebab itu, konten dan keyword haruslah selaras dan berkaitan dalam topik yang sama. Pengunjung tentu akan kesal jika mencari produk dapur, tetapi situs yang muncul di laman pencarian justru menyediakan produk skincare yang sedang viral, bukan?

Baca Juga : 8 Tips Memilih Keyword yang Tepat Untuk Dioptimasi

Secara umum, keyword berdasarkan search intent dibagi ke dalam empat kategori: informational, navigational, commercial investigation, dan transactional. Dengan menggunakan keyword yang tepat, pengunjung akan lebih mudah untuk menemukan informasi yang diinginkan dan makin puas dengan kualitas situs tersebut.

Cara mengurangi bounce rate tak hanya berhenti pada tiga poin di atas. Master SEO biasanya juga akan menyarankan—bahkan melakukan—perbaikan desain web, seperti pengaturan open in new tab, penggunaan pop up, desain mobile friendly, dan berbagai metode teknis lainnya.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post

WhatsApp chat