Memahami 2 Cara Riset Keyword di Google Keyword Planner

Cara Riset Keyword

Sebagai seseorang yang hidup di era digital, Anda harus mengetahui cara riset keyword di Google. Hampir setiap orang mencari informasi yang tidak diketahuinya melalui Google. Mesin pencari tersebut memang sudah menjadi bagian hidup dari banyak orang di seluruh belahan dunia. Maka dari itu, Anda sebaiknya memahami cara riset keyword di Google yang baik dan benar.

Untuk memahami topik bahasan ini lebih lanjut, mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Riset Keyword?

Pada dasarnya, riset keyword adalah proses penelitian kata kunci untuk digunakan dalam pembuatan konten, mulai dari artikel, video, hingga podcast. Dengan melakukan riset keyword, Anda dapat mendapatkan data mengenai kata kunci apa saja yang paling sering dicari melalui mesin pencarian seperti Google.

Melalui data yang didapatkan dari riset keyword, Anda dapat menggunakan kata kunci tersebut sebagai topik utama dalam pembuatan konten. Pastikan kata kunci yang dipilih adalah yang memiliki volume pencarian besar. Ketika menggunakan kata kunci dengan volume yang besar,  Anda dapat lebih mudah mendapatkan pengunjung kepada konten yang diunggah.

Untuk melakukan riset keyword di Google, ada beberapa alat bantu yang dapat Anda gunakan, salah satunya adalah Google Keyword Planner. Alat bantu yang merupakan bagian dari Google Ads itu dapat Anda gunakan untuk melakukan riset keyword.

Baca Juga: 8 Tools Riset Keyword Terbaik untuk Mengembangkan Website Anda

Menggunakan Google Keyword Planner untuk Riset Keyword

Google Keyword Planner adalah alat riset keyword atau kata kunci yang termasuk ke dalam layanan Google Ads. Pada dasarnya, alat ini memang dibuat untuk tujuan keperluan pembuatan iklan di Google Ads. Namun, Anda juga dapat menggunakan alat ini untuk tujuan dan keperluan lain seperti riset keyword.

Sebagai salah satu fitur yang disediakan oleh Google Ads, Anda harus mendaftarkan akun ke Google Ads terlebih dahulu untuk menggunakan Google Keyword Planner. Namun, Anda bisa menggunakan Google Keyword Planner dengan gratis tanpa harus memasang iklan di Google terlebih dahulu. Jadi, Anda tidak perlu khawatir harus mengeluarkan uang untuk menggunakan alat ini.

Jasa SEO

2 Cara Riset Keyword di Google Keyword Planner

Setelah mendaftarkan akun ke Google Ads, Anda akan mendapatkan email yang berisi tautan untuk mengonfirmasi pendaftaran akun. Setelah mengklik tautan tersebut, Anda akan diarahkan secara otomatis ke dasbor Google Ads. Selanjutnya, klik menu Tools yang ada di pojok kanan atas, dan pilih Keyword Planner untuk menggunakan alat Google Keyword Planner.

Ada dua fitur utama yang dapat Anda gunakan di Google Keyword Planner, yaitu Discover New Keywords dan Get Search Volume and Forecast. Berikut ini adalah cara riset keyword di Google Keyword Planner menggunakan kedua fitur tersebut.

1. Discover New Keywords

Fitur ini dapat digunakan untuk mencari kata kunci baru yang berkaitan dengan website atau konten yang ingin Anda buat. Untuk menemukan rekomendasi kata kunci melalui fitur Discover New Keywords pada Google Keyword Planner, ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu memasukkan kata kunci yang ingin diriset dan memasukkan alamat website Anda.

Ketika memasukkan kata kunci yang ingin diriset, Anda harus memasukkan kata kunci yang berhubungan dengan website atau konten yang ingin dibuat. Sebagai contoh, jika website Anda bergerak di bidang pemasaran digital, maka kata kunci yang dapat Anda masukkan seperti: “digital marketing”, “seo”, “ads”, dan masih banyak lagi.

Kata kunci yang dapat Anda masukkan di kolom Discover New Trends pada Google Keyword Planner adalah 10 buah. Maka dari itu, pastikan Anda hanya memasukkan kata kunci yang benar-benar relevan saja. Setelah semua kata kunci dimasukkan, klik Get Result.

Baca Juga: 13 Kesalahan Keyword Research SEO yang Harus Dihindari

Untuk melakukan riset keyword di Google Keyword Planner dengan memasukkan alamat website, Anda cukup memasukkan alamat website di kolom bertuliskan “Enter a domain or a page to find keywords” yang disediakan oleh fitur Discover New Trends. Setelah itu, Google Keyword Planner akan melakukan riset otomatis mengenai kata kunci yang berhubungan dengan website Anda.

Data yang akan Anda dapatkan setelah memasukkan kata kunci atau alamat website adalah sebagai berikut:

  • Average Monthly Search: rata-rata pencarian kata kunci setiap bulannya
  • Competition: tingkat kesulitan untuk memenangkan persaingan kata kunci tersebut
  • Top of page bid (low range): harga terendah yang diajukan oleh pengiklan
  • Top of page bid (high range): harga tertinggi yang diajukan oleh pengiklan

Selain itu, Anda juga bisa memperluas riset kata kunci dengan menggunakan fitur Broaden your search. Data-data tersebut dapat Anda gunakan untuk membuat konten dengan lebih maksimal.

Discover New Keywords

2. Get Search Volume and Forecast

Fitur Get Search Volume and Forecast ini berfungsi untuk memberikan dua jenis informasi, yaitu forecast dan historical metrics. Cara riset keyword di Google Keyword Planner menggunakan fitur ini adalah Anda cukup memasukkan keyword yang ingin diriset.

Setelah itu, Anda akan mendapatkan informasi mengenai forecast yang berisi:

  • Clicks: perkiraan jumlah klik yang akan didapatkan dari kata kunci tersebut
  • Impression: perkiraan jumlah kesan yang akan didapatkan dari kata kunci tersebut
  • Cost: biaya yang diperlukan untuk memasang iklan pada kata kunci tersebut
  • CTR: perkiraan click-through-rate (CTR) yang akan didapatkan dari kata kunci tersebut
  • Average CPC: perkiraan rata-rata cost-per-click (CPC) atau biaya per klik dari kata kunci tersebut
  • Average position: perkiraan posisi iklan di hasil pencarian dari kata kunci tersebut

Baca Juga: Panduan Perencanaan Keyword Ampuh untuk Membangun Bisnis

Sementara itu, informasi yang didapatkan dari historical metrics adalah:

  • Average monthly searches
  • Competition
  • Ad impression share
  • Top of page bid (low range)
  • Top of page bid (high range)

Melalui kedua fitur yang disediakan Google Keyword Planner tersebut, Anda dapat mendapatkan data-data mengenai kata kunci yang paling memiliki prospek. Pastikan saja Anda memanfaatkan data-data tersebut sebaik mungkin agar lalu lintas terhadap website makin tinggi.

Apabila tidak ingin repot melakukan riset keyword di Google, Anda dapat menggunakan jasa ToffeeDev untuk melakukannya. Selain itu, ToffeeDev juga menyediakan berbagai layanan pemasaran digital lainnya seperti pengembangan website dan ads. Jika tertarik, Anda dapat melihat layanan kami selengkapnya di sini. Semoga penjelasan mengenai cara riset keyword di Google ini dapat membantu Anda!

Share this on :

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat