Target Konsumen: Definisi dan Tips Menemukannya

target konsumen adalah

Dalam mengupayakan perkembangan suatu bisnis, memahami target konsumen adalah salah satu kunci menuju jalan kesuksesan. Menentukan dan memahami target konsumen dapat memberikan beberapa keunggulan bagi reputasi bisnis dan juga manfaat yang dapat membantu Anda sendiri sebagai pelaku bisnis. 

Jadi sebenarnya, apa itu target konsumen? Untuk memahami target konsumen lebih lanjut, ToffeeDev akan mengulas beberapa informasi mengenai aspek yang menyangkut dengan konsumen ini, mulai dari definisi, manfaat dan faktor, sehingga Anda bisa menentukan target konsumen bisnis. Jadi, temukan caranya dengan membaca artikel ini hingga akhir!

Apa itu Target Konsumen?

Sebelum memahami lebih jauh mengenai target konsumen. Tahukah Anda apa itu konsumen? Konsumen adalah individu atau kelompok yang akan memakai produk baik barang atau jasa suatu bisnis. Pembeli, penikmat, atau pengguna produk Anda itulah yang dinamakan seorang konsumen. 

Lalu, kalau begitu apa yang dimaksud dengan target konsumen? Dalam mengembangkan suatu bisnis, tentunya Anda menjual barang atau jasa karena ingin memecahkan suatu masalah tertentu yang dapat dipermudah atau diselesaikan dengan produk atau barang yang bisnis Anda tawarkan. Segmentasi tertentu yang akan memakai atau membeli barang atau jasa bisnis Anda inilah yang dimaksud target konsumen.

Selain didasari untuk memberikan solusi dengan memberikan keuntungan, terkadang memulai suatu bisnis juga bisa dilandasi dengan hanya sekadar ingin berkecimpung di dunia bisnis. Mungkin motivasi lain memulai suatu bisnis adalah Anda sudah bosan dengan pekerjaan kantoran, dan ingin mencoba mendapatkan pendapatan dengan sesuatu yang baru yang mana cara Anda sendiri.

Untuk mengembangkan bisnis yang mendapatkan pendapatan dan keuntungan yang lebih, Anda harus paham barang atau jasa itu ditujukan kepada siapa. Disitulah penentuan target konsumen berperan penting dalam suatu bisnis.

Baca Juga: 3 Cara Efektif Mengidentifikasi Segmen dan Target Pasar

3 Manfaat Menentukan Target Konsumen

Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan ketika Anda telah menentukan dan memahami target konsumen. Berikut adalah manfaat setelah menentukan target konsumen yang bisa Anda rasakan!

1. Pemasaran yang Tepat dan Tidak Over Budget

Ketika sudah memahami karakteristik target konsumen, Anda akan dimudahkan dalam melakukan pemasaran. Hal ini karena ketika membuat media pemasaran, Anda bisa memfokuskan saja kepada target konsumen. Sehingga tidak banyak desain media pemasaran untuk banyak kalangan, namun beberapa di antaranya tidak berpotensi untuk memberi Anda keuntungan.

2. Kesempatan di Waktu yang Tepat

Menentukan target konsumen juga dapat mengarahkan pada kesempatan-kesempatan di waktu tertentu yang dapat dengan mudah dimasuki oleh bisnis Anda. Melakukan pemasaran yang tepat di waktu yang tepat dapat memberikan Anda kesempatan besar karena konsumen akan dengan mudah melirik barang atau jasa yang ditawarkan.

3. Informasi Mengenai Kompetitor Bisnis

Ketika sudah paham target konsumen, secara tidak langsung Anda juga mendapatkan informasi mengenai kompetitor bisnis. Target konsumen dapat memperlihatkan kecenderungan mereka menggunakan barang atau jasa serupa dari brand lain. Secara tidak langsung, Anda dapat mempelajari kompetitor bisnis tersebut dan mengatur strategi bisnis ke depannya. 

Baca Juga: Pengertian Testimoni Konsumen dan Manfaatnya Bagi Bisnis

4 Faktor yang Menentukan Target Konsumen

Ketika ingin menentukan target konsumen suatu bisnis, Anda harus memperhatikan beberapa faktor penting. Beberapa faktor berikut tentunya tidak dapat berdiri sendiri, yang mana semuanya saling berkaitan untuk menentukan target konsumen. Berikut adalah beberapa target konsumen yang perlu Anda ketahui!.

1. Demografi Konsumen

Konsumen merupakan faktor bisnis yang pastinya tidak mungkin untuk dilewatkan. Sebagai faktor utama, konsumen memiliki berbagai macam jenis aspek dalam bentuk demografi yang bisa Anda kategorikan nantikan ketikan menentukan target konsumen. Faktor demografi konsumen mencakup usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, hingga pendapatan. 

2. Lokasi dan Segmentasi Geografis

Faktor kedua adalah lokasi konsumen dan segmentasi geografisnya. Hal ini karena tidak semua produk dapat diperjualbelikan ke lokasi mana pun. Anda juga harus memikirkan beberapa faktor yang berkaitan dengan kebutuhan produksi bisnis. 

Baca Juga: Apa Itu Surplus Konsumen? Ini Pengertian dan Cara Menghitungnya

3. Kebiasaan Konsumen

Sebelum memproduksi barang ada baiknya Anda menentukan target konsumen berdasarkan faktor kebiasaannya. Faktor kebiasaan yang dimaksud adalah kecenderungan konsumen Anda dalam membeli dan mengonsumsi suatu barang.

Contohnya seperti bagaimana kemasan yang disukai, jangkauan harga berapa saja yang masih ditoleransi konsumen untuk satu produk tertentu. Jika  dapat memahami kebiasaan konsumen, bisnis Anda akan bisa masuk dengan mudah di tengah-tengah calon konsumen.

4. Daya Beli Konsumen

Hampir sama dengan kebiasaan konsumen, kemampuan membeli atau daya beli konsumen pasti juga akan melandasi kebiasaan membeli konsumen pada akhirnya. Namun, daya beli konsumen ini lebih berfokus pada faktor keuangan konsumen. 

Biasanya, konsumen yang berpenghasilan tinggi tidak akan mempermasalahkan harga yang tinggi pula. Namun karena kemampuan membeli juga didasari kebiasaan konsumen, maka konsumen yang berpenghasilan tinggi pun terkadang enggan untuk membayar harga mahal untuk satu produk. 

banner

3 Cara Menentukan Target Konsumen

Setelah mengetahui beberapa faktor dalam menentukan target konsumen, Anda harus mengetahui cara-cara untuk menentukan target konsumen. Berikut adalah beberapa cara dalam menentukan target konsumen yang bisa Anda terapkan!

1. Melakukan Segmentasi Konsumen

Langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan segmentasi faktor-faktor yang sebelumnya sudah disebutkan kepada potensi konsumen Anda. Buatlah segmentasi yang sesuai dengan produk yang Anda tawarkan dan juga sedetail mungkin untuk mempermudah langkah selanjutnya.

2. Menganalisis Kebutuhan Konsumen

Setelah melakukan segmentasi yang detail, analisislah apa saja yang menjadi kebutuhan hasil yang Anda pilih dari segmentasi sebelumnya. Ketika Anda menganalisis kebutuhan konsumen berdasarkan hasil segmentasi, hal tersebut akan mempermudah untuk memasukkan produk Anda dengan kemungkinan penerimaan dan penjualan yang tinggi oleh calon konsumen.

Anda bisa melakukan percobaan awal sebelum memutuskan untuk menggunakan hasil dari analisis. Contohnya seperti melakukan bazar dalam kurun waktu beberapa hari saja untuk mengetahui respons dari konsumen berdasarkan segmentasi dan analisis sebelumnya. 

3. Mengevaluasi Percobaan

Terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap percobaan yang telah dilakukan. Berdasarkan percobaan yang dilakukan, Anda bisa menentukan apakah target konsumen yang telah dipilih sebelumnya dengan kebutuhan yang telah dianalisis sesuai untuk bisnis. 

Jika tidak cocok, ada baiknya Anda memilih opsi lain berdasarkan hasil segmentasi dan analisis untuk hasil percobaan yang lebih mendekati target bisnis. Namun, jika hasil dari percobaan evaluasi sudah memenuhi standar Anda, maka target konsumen bisa diteruskan dan ditetapkan untuk bisnis.

Baca Juga: Tipe-tipe Konsumen dalam Bisnis dan Cara Menghadapinya

Contoh Target Konsumen

Untuk menambah pemahaman Anda, kami akan memberikan beberapa contoh target konsumen yang bisa menjadi sebuah referensi. Berikut adalah beberapa contoh target konsumen yang bisa Anda pahami!

1. Target Konsumen Berdasarkan Tujuan Produk Diproduksi

Contoh pertama adalah menentukan target konsumen berdasarkan tujuan produk Anda diproduksi. Dalam menentukan produk sebelum memulai usaha tentunya tidak ditentukan secara sembarangan. 

Beberapa pengusaha menentukan produk mereka karena ingin membantu atau mempermudah suatu masalah di dalam masyarakat. Contohnya seperti hijab instan dibuat untuk mempermudah para penggunanya yang sering mengalami kerumitan ketika harus memasang di tempat umum atau ketika harus menunaikan ibadah. 

Maka dari itu, memperbanyak pilihan produk hijab instan di pasaran bisa menjadi keuntungan tersendiri untuk Anda sekaligus membantu konsumen yang berpotensi. Bisa disimpulkan bahwa target konsumen Anda adalah para perempuan pengguna hijab.

Baca Juga: Memahami Tahapan Proses Pengambilan Keputusan Konsumen

2. Target Konsumen Berdasarkan Faktor Konsumen

Masih dengan contoh yang sama, ketika Anda sudah memutuskan untuk memproduksi dan menjual hijab instan. Anda juga harus menentukan hijab instan yang seperti apa yang ingin di jual dan yang nantikan akan merepresentasi bisnis.

Spesifikasikan target konsumen Anda, sehingga tidak hanya sebatas para perempuan pengguna hijab. Contohnya seperti pada konsumen dengan latar belakang penghasilan berapa yang ingin Anda dekati. Jika Anda ingin mendekati remaja yang mungkin masih duduk di bangku SMA atau perguruan tinggi. Anda tidak akan memasang harga mahal karena latar belakang mereka yang masih belum menghasilkan uang sendiri. 

Selain itu, Anda bisa menentukan desain produk berdasarkan faktor kebiasaan yang dilakukan oleh konsumen remaja. Contohnya seperti memiliki warna yang beragam sehingga mereka bisa memilih tanpa harus terbatas pilihan yang sedikit. Jika kecenderungan konsumen remaja Anda menyukai warna pastel, Anda bisa memproduksi hijab instan dengan warna-warna tersebut. 

Ketika ingin memutuskan untuk memahami lebih dekat target konsumen mana yang sangat berpotensi bagi bisnis Anda, namun merasa hal itu sepertinya sangat membutuhkan perencanaan ekstra atau sedikit rumit. Kehadiran digital marketing akan membuat Anda merasa dimudahkan dalam mengenal dan memahami lebih jauh target konsumen. 

ToffeeDev hadir dengan beberapa solusi digital marketing sesuai dengan target konsumen Anda, salah satunya SEO. Hubungi kami sekarang juga untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai jasa digital marketing ToffeeDev!

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top
WhatsApp chat