Bagaimana Proses SEO Berjalan Sampai Website Muncul di Mesin Pencari?

bagaimana proses seo

Bagi para pengelola website bisnis atau pribadi, pernahkah Anda berpikir mengenai bagaimana proses SEO sehingga situs web bisa masuk ke halaman mesin pencari atau search engine seperti Google? Jawabannya mungkin menjadi misteri karena algoritma Google yang bisa saja berubah sewaktu-waktu. Meskipun algoritma Google terkadang berubah, tidak ada salahnya pemilik website melakukan proses optimasi SEO agar situsnya bisa menembus halaman pertama Google.

SEO (Search Engine Optimization) adalah sebuah proses untuk meningkatkan eksistensi website agar bisa masuk ke search engine result page (SERP). Prosesnya tidak memakan waktu yang singkat, tapi jika dilakukan dengan benar akan membuat website mampu bertahan pada posisi teratas dalam waktu yang cukup lama. Proses optimasi website tidak hanya bersifat on-page SEO atau apa yang ditampilkan di suatu situs, tapi juga termasuk optimasi SEO off-page yang melibatkan struktur dalam website.

Kini, SEO dianggap sebagai salah satu strategi digital marketing yang efektif untuk meningkatkan penjualan bisnis. Bisnis tidak hanya memasarkan produk dan layanan mereka lewat media sosial, tapi juga melalui website e-commerce yang dimilikinya. Satu-satunya cara agar website bisnis semakin dikenal dan mendapatkan banyak trafik kunjungan serta penjualan adalah dengan melancarkan strategi SEO. Karena berhubungan dengan kegiatan pemasaran bisnis secara digital, SEO pun dianggap sebagai strategi digital marketing yang bersifat organik dalam menjaring pengunjung.

Banyak sekali keunggulan SEO jika diterapkan dalam website bisnis di samping meningkatkan angka penjualan. Akan lebih baik jika kita mengetahui pula cara kerja SEO yang bisa mendorong website kita masuk ke hasil pencarian di mesin pencari Google. Kali ini, Toffeedev akan menjelaskan lebih dalam mengenai proses SEO yang harus dilakukan oleh pengelola website bisnis agar meningkatkan peluang muncul di search engine.

Pengertian SEO dan Jenis-Jenisnya

pengertian seo dan jenisnya

Search Engine Optimization (SEO) pada dasarnya adalah proses meningkatkan visibilitas beberapa halaman web tertentu di SERP secara organik, sehingga website perusahaan jadi lebih mudah ditemukan. Proses ini memiliki tujuan akhir dalam pemasaran mendorong peningkatan trafik pengunjung dan penjualan yang masuk dalam website tersebut. Itulah alasan SEO sudah mulai dianggap sebagai salah satu strategi pemasaran digital dalam bisnis.

Tidak ada jaminan keberhasilan halaman website bisa masuk ke mesin pencari atau search engine karena algoritmanya yang terus berubah. Hari ini halaman web Anda bisa saja masuk ke hasil pencarian Google, tapi bisa juga di beberapa waktu kemudian tidak ditemukan lagi karena beberapa faktor.

Performa website yang menurun saat diakses atau tampilan halaman yang berantakan adalah salah dua dari faktor Google tidak menampilkan halaman website Anda di hasil pencarian. Namun, pengelola website bisa membuat situsnya tetap bertahan di halaman pertama mesin pencari Google dengan melakukan berbagai cara mutlak ini: membuat konten berkualitas tinggi, menambah link eksternal, dan menjaga engagement dengan pengunjung website.

Selain SEO, dikenal pula istilah Search Engine Marketing (SEM) yang menggunakan mesin pencari sebagai media pemasarannya. Jika SEO dilakukan secara organik tanpa harus mengeluarkan biaya, SEM tentu saja berbeda. Pemilik website harus mengeluarkan biaya untuk menampilkan situs web mereka di halaman pertama Google. Ketika dicari dengan kata tertentu, halaman web-nya akan muncul di posisi teratas ditandai dengan tulisan “Ad” di sampingnya.

Dalam dunia SEO, kita juga mengenal beberapa istilah penting yang berkaitan dengan proses tersebut. Sebelum mengetahui proses melakukan SEO, alangkah baiknya kita pahami dulu beberapa istilah yang harus diketahui dalam strategi pemasaran digital ini.

Baca Juga: Digital Marketing: Pengertian & Perannya Untuk Bisnis Anda

1. Elemen Dasar SEO: On-Page dan Off-Page

Seringkali kita mendengar istilah SEO on-page dan off-page dalam melakukan optimasi website di mesin pencari. Kedua istilah tersebut merupakan hal yang penting diketahui dalam proses optimasi agar website bisa masuk ke hasil pencarian Google.

SEO on-page berbicara tentang membangun dan membuat konten dalam website untuk meningkatkan ranking di searcg engine. Prosesnya melibatkan riset kata kunci kemudian menerapkannya dalam beberapa halaman website dan konten. Tidak hanya itu, website juga harus menyediakan konten dengan kata kunci tersebut secara berkala dengan memperhatikan kualitasnya. Penggunaan keyword dalam title tag dan metatag merupakan salah satu faktor yang bisa meningkatkan ranking website tersebut.

SEO off-page sendiri berbicara tentang optimasi website yang dilakukan di balik tampilan website-nya, seperti mendapatkan backlink atau menambah kecepatan loading website. Kita bisa mengibaratkannya dengan konser musik band, di mana faktor keberhasilan konsernya tidak hanya sang artis, tapi juga pencahayaan, efek asap yang dibawakan, dan lain-lain. Prosesnya memang relatif lama, tapi bisa memengaruhi keberhasilan halaman website masuk ke peringkat teratas mesin pencari.

Baik off-page maupun on-page, kedua faktor tersebut harus diperhatikan dalam meningkatkan ranking suatu website dalam mesin pencari. Sayang sekali, bukan, jika kita membaca konten yang relevan dengan kata kunci tapi user experience website tersebut tidak memuaskan?

Baca Juga: Apa Manfaat SEO On Page Dan SEO Off Page?

2. Teknik SEO: Black Hat SEO dan White Hat SEO

Selain on-page dan off-page, penting bagi kita untuk mengetahui tentang dua teknik dalam melakukan SEO, yakni black hat dan white hat. Keduanya merupakan teknik yang sifatnya berlawanan dan membawa hasil yang berbeda pula dalam ranking suatu website apabila diterapkan.

Sederhananya, black hat SEO adalah berbagai teknik optimasi website untuk menaikkan ranking website yang melanggar ketentuan dan aturan yang ditetapkan oleh Google. Teknik ini memanipulasi algoritma mesin pencari agar situsnya bisa masuk ke Google, padahal kualitas konten atau website-nya tidak terlalu bagus. Contoh penerapannya adalah keyword stuffing, hidden texts, link farming, dan lain-lain. Website memang masuk ke halaman mesin pencari dalam waktu yang relatif singkat, tapi tidak akan bertahan lama.

White hat SEO sendiri adalah kebalikan dari black hat SEO, yakni teknik optimasi yang tidak melanggar ketentuan dan aturan Google. Cara-cara optimasinya pun bisa dibilang benar, seperti membangun inbound link organik, membuat konten yang menarik, mengutamakan user experience dalam situs web, dan lain-lain. Prosesnya memang terbilang lama agar halaman website bisa masuk ke ranking teratas hasil pencarian, tapi cukup untuk membuat posisi situs web tersebut bertahan dalam jangka waktu tertentu.

Jika memilih antara white hat dan black hat SEO, sudah jelas teknik white menjadi jawabannya. Meskipun memerlukan effort yang lebih, setidaknya teknik white hat SEO tidak membahayakan ranking website di mesin pencari.

Baca Juga: 5 Bahaya Menggunakan Black Hat SEO dalam Bisnis

Memahami Bagaimana Proses SEO untuk Mendatangkan Traffic

bagaimana proses seo mendatangkan traffic

SEO sendiri merupakan proses panjang dan berkelanjutan agar halaman website bisa muncul dalam mesin pencarian. SEO bisa diibaratkan dengan olahraga untuk membentuk kebugaran tubuh, tidak ada jalan pintas yang dilakukan kecuali jika kita ingin mengambil resikonya.

Justru, kita harus memiliki perencanaan jangka panjang dalam SEO hingga kita bisa melihat salah satu halaman website sudah mulai muncul di SERP. Penerapan teknik white hat SEO dan strategi lainnya yang tepat akan membawa hasil yang signifikan bagi website kita, yakni traffic kunjungan yang berdatangan serta angka penjualan yang meningkat.

Bagi yang ingin memulai optimasi untuk SEO, setidaknya masukkan beberapa strategi ini sebagai bagian dari proses SEO yang harus dilakukan.

1. Audit

Banyak orang yang mengira bahwa riset kata kunci untuk website atau blog adalah kunci utama SEO yang harus didahulukan. Anggapan tersebut memang tidak salah, karena website akan muncul apabila dilakukan pencarian kata kunci (keyword) yang relevan. Hanya saja, penting bagi website untuk melakukan audit dulu sebagai langkah pertama dalam proses SEO, tujuan utamanya adalah untuk memeriksa performa website tersebut sebelum ‘dipasarkan’ melalui strategi ini.

Proses audit terbagi dua, yakni audit teknis dan audit konten. Untuk audit teknis, dilakukan pemeriksaan terhadap setiap elemen yang bisa memengaruhi penilaian SEO website. Salah satu contoh audit teknis adalah kecepatan loading halaman website saat dijalankan.

Meskipun terlihat sepele, faktor ini ternyata sangat memengaruhi jumlah kunjungan secara signifikan. Website yang waktu loading-nya lama akan memiliki bounce rate yang cukup tinggi, bahkan bisa kehilangan calon pelanggan yang potensial.

Selain kecepatan loading, audit teknis juga berkaitan tampilan website yang mobile-friendly, mengingat saat ini pengguna Google mulai mencari informasi melalui telepon genggam mereka. Ada juga yang berkaitan dengan memeriksa link yang rusak, user experience dalam suatu website, dan lain-lain. Audit teknis biasanya dilakukan secara mendalam, bahkan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk menyelesaikannya, tergantung pada beberapa error yang dimiliki situs web tersebut.

Ada pula audit konten yang dilakukan untuk memeriksa setiap halaman konten dalam suatu website. Berapapun jumlah halaman dalam website yang tersedia, pemilik konten harus melakukan audit konten untuk membuang konten yang tidak diperlukan atau meng-update konten yang sudah usang. Google kadang-kadang masih memunculkan halaman website yang terbit beberapa tahun silam, jadi pemilik website bisa memperbarui konten tersebut agar tetap relevan dan menjawab kebutuhan pengunjung.

Namun, tidak salah juga menghapus beberapa halaman website dalam jumlah besar, justru itu mendatangkan keuntungan bagi website tersebut. Meski terlihat penurunan traffic secara signifikan, setidaknya kita bisa menghilangkan trafik kunjungan yang kurang relevan dan tidak selalu menghasilkan konversi. Website hanya menyediakan konten yang relevan dengan target audiens kita, sehingga bisa mendatangkan angka konversi yang lebih tinggi, seiring dengan trafik yang meningkat.

Baik audit konten maupun audit teknis, keduanya sama-sama bermanfaat untuk membuat website kita menjadi lebih baik. Jika ada masalah dalam website, kita bisa memperbaikinya terlebih dulu, baru menambahkan konten dalam step berikutnya. Hingga nanti saat website siap dikunjungi, pengunjung pun merasa nyaman dan betah dalam situs kita, bahkan tidak segan berkonversi menjadi pelanggan setia.

Baca Juga: Inilah SEO Site Audit Checklist yang Harus Diperhatikan

2. SEO Off-Page

Link yang dipasang dalam website atau blog juga memengaruhi ranking-nya dalam mesin pencari. Inilah langkah kedua proses SEO yang harus dilakukan, yaitu melakukan optimasi secara off-page setiap komponene yang membangun situs kita. Teknik SEO off-page ini mencakup index status, crawl budget, crawl error, internal link, sitemap, site speed, redirect, broken link, sertifikat SSL, dan lain-lain.

Jangan hanya perbaiki salah satu, kita harus memeriksa semua komponen tersebut agar website bisa masuk ke mesin pencarian. Jika salah satu indikator off-page di atas bermasalah, Google tidak akan segan menurunkan ranking website di halaman pencarian. Sebagai raksasa mesin pencari, Google ingin menyajikan website terbaik dan nyaman untuk dikunjungi oleh penggunanya.

Jika rumah memerlukan perabotan dan fondasi, website yang baik juga memerlukan komponen di atas agar bisa berfungsi. Karena itu, cobalah lakukan optimasi SEO secara off page, seperti menambah kecepatan loading website, memperbaiki link yang rusak, dan lain-lain. Lakukan perbaikan setelah melakukan audit teknis dari website tersebut. Jumlah konversi pun meningkat, apalagi ditambah dengan keamanan SSL yang membuat pengunjung lebih percaya untuk memberikan informasi kontaknya.

3. Riset Kata Kunci

Setelah melakukan perbaikan terhadap komponen website yang rusak atau tidak berfungsi, barulah kita bisa melakukan riset kata kunci (keyword) sebagai komponen utama SEO. Akan lebih baik jika dilakukan riset keyword terlebih dulu sebelum menulis konten, karena kita bisa mengetahui keyword yang tepat dan mampu mendatangkan traffic pengunjung yang lebih tinggi terhadap suatu website. Selain itu, kita juga bisa melakukan keyword placement dengan tepat saat menulis atau membuat konten baru.

Dalam rencana optimasi website, lakukan keyword research yang bisa memberikan dampak yang signifikan bagi website Anda. Dengan melakukan step ini, kita bisa paham apa yang dicari oleh pengguna Google, bagaimana mereka mencarinya (kata apa yang digunakan), serta website terbaik apa yang disajikan oleh mesin pencari dengan keyword tertentu. Website tersebut bisa kita amati untuk membuat konten website yang lebih baik dengan penempatan kata kunci yang sesuai.

Kita akan menemukan keyword apa saja yang benar-benar cocok untuk bisnis kita. Satu bisnis bisa membahas banyak topik dalam blognya dan mereka bisa menggunakan keyword yang tepat untuk menulisnya. Keyword juga berguna untuk mengoptimasi konten yang sudah ada sehingga bisa mendatangkan trafik dan konversi yang lebih banyak lagi. Intinya, target audiens akan lebih mudah menemukan website serta produk atau layanan yang kita jual secara daring hanya dengan keyword yang tepat.

Zaman sekarang, bukan hanya bisnis yang bergerak mencari pelanggan, tapi mereka juga bergerak mencari bisnis kita. Hal itu semakin mungkin apabila jika menggunakan strategi digital marketing yang tepat sasaran.

Baca Juga: Panduan Perencanaan Keyword Ampuh untuk Membangun Bisnis

4. Pengaturan Lokasi

Memasang pengaturan lokasi sangat penting bagi perusahaan atau bisnis lokal yang ingin memasarkan produknya di beberapa area tertentu. Kabar bagusnya, Google sudah mulai mendukung usaha lokal dengan layanan Google Bisnisku yang tersedia. Jika dilakukan pencarian keyword di Google, akan muncul beberapa bisnis lokal atau alamat perusahaan yang menyajikan produk atau layanan yang dibutuhkan di peringkat teratas.

Misalnya, ketika kita mencari layanan “salon terdekat di Bogor” pada halaman pencarian Google, mesin pencari akan menyajikan beberapa salon di hasil teratas pencariannya, lengkap dengan informasi kontak seperti alamat dan nomor telepon yang dimiliki.

Pengguna Google juga masih banyak yang melakukan pencarian terhadap bisnis lokal yang menyediakan produk atau jasa yang mereka butuhkan. Jadi, gunakan kesempatan itu dengan memasang lokasi bisnis di Google Maps. Kita bisa mengambil contoh lokasi Toffeedev yang menyediakan informasi mengenai layanan yang mereka sediakan di sebelah namanya.

Keunggulan dari step ini adalah kita bisa mendatangkan calon klien yang potensial. Akan lebih bagus jika kita menggunakan bahasa yang bisa dipahami oleh target audiens kita. Jadi, hasil riset keyword juga bisa digunakan untuk mendeskripsikan layanan yang kita miliki dalam Google Bisnis agar lebih mudah disorot masuk ke hasil pencarian teratas.

Sebagai informasi, Google akan menaikkan ranking bisnis dan website berdasarkan relevansi dan jaraknya. Jika kita memberikan data yang akurat, Google akan memberikan ranking yang cukup tinggi bagi bisnis kita.

Jasa SEO

5. Strategi Konten

Setelah mengetahui keyword yang akan digunakan dalam website, jangan buru-buru membuat konten dengan keyword tersebut. Kita harus memiliki strategi konten website yang tepat dan hendak dibuat, karena target audiens lebih tertarik melihat beberapa halaman web tertentu. Ada audiens yang ingin melihat konten berupa artikel, ada pula yang ingin melihat halaman produknya, tergantung tujuan mereka menggunakan mesin pencari.

Cobalah gunakan strategi konten di bawah ini:

  1. Konten Utama: merupakan konten yang paling penting dalam website karena memuat kata kunci dan topik utama. Di sini, kita bisa membuat konten berisi produk barang atau jasa yang ditawarkan karena bisa mendatangkan pundi-pundi keuntungan. Konten ini bisa juga berupa artikel dengan kata kunci long tail yang berkaitan dengan produk atau layanan yang kita tawarkan dalam bisnis.
  2. Konten FAQ (Frequently Asked Question): merupakan konten yang berisi pertanyaan yang sering diajukan terkait bisnis serta jawabannya. Agar bisa menembus hasil pencarian, gunakan link yang bersifat SEO friendly dan sisipkan beberapa keyword di dalamnya. Usahakan agar page FAQ dibuat sekomprehensif mungkin, kita bisa membandingkannya dengan sepuluh halaman web yang mendapat kunjungan trafik terbanyak. Sebagai informasi, audiens juga senang dengan hal-hal yang sifatnya interaktif, jadi penting sekali untuk membuat konten FAQ dalam website.
  3. Konten Bebas: Halaman web seperti About Us, homepage, galeri gambar, foto atau sejenisnya bisa dimasukkan ke prioritas ketiga. Di sini, bisnis bebas menunjukkan identitas serta spesialisasi mereka dalam menjalankan bisnis. Tidak perlu menggunakan keyword, bahkan bisnis bisa menunjukkan identitas asli mereka dalam halaman web ini.
  4. User Experience dalam konten: Strategi yang terakhir berkaitan dengan pengembangan konten agar meningkatkan user experience bagi pengunjung. Pemilik website bisa menggunakan visual untuk menunjang nilai estetika situsnya. Mereka juga bisa meningkatkan navigasi website dan link call to action CTA yang bisa meningkatkan nilai konversi suatu website.

Dengan strategi konten di atas, kita bisa mengetahui tujuan pembuatan kontennya, apakah untuk awareness atau menghasilkan konversi. Membuat konten pun jadi lebih mudah, pengunjung bisa tahu mengenai bisnis kita serta produk atau layanan yang kita tawarkan kepada mereka. Kejelasan strategi konten ini tentunya akan membuat pengunjung bisa mencapai tujuannya dalam mencari informasi yang berkaitan dengan kata kunci, bahkan bisa menghasilkan konversi apabila mereka membeli produk kita.

6. Penulisan Konten

Langkah ini baru bisa dilakukan apabila kita sudah memiliki strategi konten yang tepat karena sudah paham dengan tujuan penulisan masing-masing konten. Perlu diingat, halaman web yang diproyeksikan di mesin pencari bisa berupa artikel atau product page, jadi kita harus mengetahui cara penulisan konten sesuai dengan tujuannya. Baik konten baru atau konten lama, semuanya harus dioptimasi agar ranking-nya tetap bertahan dalam hasil pencarian. Untuk mengoptimasinya, kita bisa menggunakan beberapa tools yang membantu dalam penulisan konten.

Saat membuat konten baru, usahakan agar kontennya nyaman dibaca oleh pengunjung, tapi tidak melupakan prinsip SEO yang harus diaplikasikan di dalamnya. Perhatikan penempatan kata kunci dan keyword density, jangan gunakan keyword yang terlalu banyak dalam satu artikel karena bisa memperburuk peringkat website di mesin pencari. Konten yang sudah ditulis kemudian akan diindeks oleh Google untuk dinilai kualitas dan keyword placement-nya, kemudian ditampilkan di halaman pencarian.

Konten website yang menarik juga berhasil memancing pengunjungnya agar mereka melakukan konversi. Pada akhir artikel, gunakan kalimat call-to-action yang cukup mengundang pembaca untuk mengklik link yang dipasang. Kita bisa menambahkan keunggulan produk serta manfaatnya dalam paragraf call-to-action (CTA) untuk mengajak pengunjung membeli atau menggunakan produk yang ditawarkan.

Pada akhirnya, konten bisa menjadi sarana brand awareness untuk menunjukkan bisnis kita. Bangunlah kepercayaan pengunjung dengan menulis konten yang reliabel dan mudah dipertanggungjawabkan. Konten juga sebaiknya relevan dengan kata kunci agar pencarian pembaca tidak sia-sia.

Setelah membuat konten, jangan lupa lakukan proofreading agar tidak ada kesalahan dalam konten tersebut. Pastikan konten ditulis dengan baik dan tidak ada typo, sehingga calon konsumen pun mulai mempercayai bisnis kita. Terlalu banyak typo atau konten yang susah dibaca justru akan membuat pengunjung kabur duluan tanpa mengetahui produk yang ingin ditawarkan di paragraf CTA.

Baca Juga: Mengenal Strategi Content Marketing Untuk Website

7. Ranking

Proses terakhir dalam melakukan SEO adalah ranking atau pemeringkatan website. Kita telah melakukan enam langkah besar di atas, dan saatnya untuk menyerahkan tugas terakhir kepada Google untuk mengetahui ranking website. Meskipun tidak bisa mengontrol cara kerja Google dalam ranking, setidaknya kita bisa memahami algoritma atau cara kerjanya.

Tidak ada jaminan keberhasilan dari Google, tapi setidaknya peluang naiknya suatu website pun bertambah. Pahami audiens kita dan buatlah konten yang relevan untuk mereka, serta jangan lupa optimasikan website agar nyaman dikunjungi dari perangkat apapun. Ketiga cara tersebut akan meningkatkan peluang website Anda muncul di ranking teratas mesin pencarian.

Enam langkah di atas sebaiknya dilakukan semaksimal mungkin, tapi jangan menggunakan teknik black hat SEO yang merugikan. Produk atau layanan yang dibutuhkan oleh banyak orang jika difasilitasi dengan strategi SEO yang tepat di atas bisa mendatangkan trafik organik, baik kunjungan maupun konversi.

Bagaimana Google Menyeleksi Halaman Web yang Ditampilkan?

cara google menyeleksi website

Algoritma Google memang berubah-ubah tiap saat, tapi kita bisa mengetahui sedikit mengenai cara kerjanya. Pada dasarnya, seluruh sistem Google bekerja secara otomatis termasuk memilih dan melakukan ranking pada situs webnya. Jadi, seleksi halaman web untuk tampil di hasil pencarian ini tidak pernah dilakukan secara manual, tetapi dilakukan secara otomatis dengan bantuan software.

Google menggunakan web crawler, yakni software untuk mencari ribuan situs web yang ada di internet untuk kemudian diindeks. Ribuan situs yang ada di dunia maya tidak mungkin jika dicek satu per satu, bukan? Itulah kegunaan utama web crawler, yakni mempermudah Google dalam memilih dan menyeleksi situs yang memenuhi kaidah SEO. Situs yang ada ditemukan secara otomatis, kemudian dimasukkan ke daftar indeks untuk kemudian dipresentasikan kepada pengguna.

Proses Google dalam menyeleksi situs web terbagi dalam tiga tahap, yaitu:

1. Crawling

Pada tahap pertama, Google menggunakan web crawler untuk mencari dan menemukan ribuan website yang tersebar di internet. Prioritas crawling yang dilakukan oleh Google adalah halaman website yang baru terbit alias recent posts atau konten lama yang sudah diperbarui. Tautan atau URL halaman web tersebut kemudian dikumpulkan dalam database mereka untuk kemudian diseleksi nantinya.

Metode pencarian halaman web yang dilakukan oleh Google berbeda-beda. Namun, mereka juga memiliki metode atau cara main yang selalu diterapkan, yakni menggunakan tautan dari halaman website yang sudah ada dalam database Google untuk mencari konten baru.

Baca Juga: Cara Kerja Web Crawler dalam SEO yang Harus Dipahami

2. Indexing

Langkah berikutnya adalah indexing, di mana Google mengunjungi halaman yang sudah melalui proses crawling. Sesuai namanya, tahap indexing adalah tahap Google untuk menganalisa konten dari halaman web tersebut, seperti tulisan, gambar, dan video. Di sini, Google akan mencoba memahami isi atau tujuan yang disampaikan oleh halaman web yang sedang diindeks. Hasilnya akan dimasukkan ke dalam database yang disebut Google index.

3. Serving

Tahap terakhir adalah serving, di mana Google akan menyajikan hasil pencarian sesuai dengan hasil crawling dan index yang telah dilakukan. Sebagai raksasa search engine, tentu saja Google ingin menyajikan hasil pencarian yang berkualitas tinggi dan terbaik untuk penggunanya. Namun, seperti apa kriterianya.

Banyak faktor yang menentukan halaman website tersebut layak ditampilkan saat dilakukan pencarian kata kunci. Faktor tersebut tentunya bergantung pada pengguna Google itu sendiri, seperti lokasi pengguna, bahasa yang digunakan, perangkat atau device-nya, kueri pencarian sebelumnya, dan masih banyak lagi.

Misalnya, Anda mengetik kata kunci “jasa tambal ban”. Hasilnya tentu akan berbeda antara pengguna yang berada di Bandung dan Jakarta. Itu karena Google ingin menampilkan hasil pencarian yang relevan dan menjawab kebutuhan penggunanya secara langsung.

Yang jelas, proses ranking di Google dilakukan berdasarkan algoritma yang telah dibuat. Untuk urusan SEO, Google tidak menerima pembayaran agar halaman website bisa mendapatkan ranking tertinggi. Kecuali jika Anda menjalankan teknik Search Engine Marketing, Google dengan senang hati akan menaruh website Anda di halaman pertama lengkap dengan tulisan “Ad” di sampingnya.

Baca Juga: Yuk, Kenalan Dengan SEO, Cara Tepat Membangun Bisnis Anda

Apa Saja Faktor SEO yang Terus Diterapkan?

faktor seo yang perlu diperhatikan

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, faktor munculnya halaman website di hasil pencarian Google tergantung pada kondisi penggunanya. Namun, pemilik atau pengelola website masih bisa mengusahakan agar situsnya bisa masuk ke ranking teratas pencarian Google.

Meskipun tren atau algoritma SEO berubah, setidaknya ada beberapa hal yang membuat halaman website kita bisa masuk ke ranking teratas pencarian. Faktor internal seperti struktur web, anchor text, struktur tautan atau URL, dan sejenisnya juga bisa menjadi faktor yang meningkatkan peluang website masuk ke hasil pencarian.

Karena itu, cobalah menerapkan beberapa faktor internal website yang bisa mendorong website masuk ke hasil pencarian ini:

1. Konten yang Relevan dan Teroptimasi

Penggunaan keyword atau kata kunci dalam konten juga sebaiknya harus diimbangi dengan konten yang relevan dan berkualitas tinggi. Akan lebih bagus jika kontennya dioptimasi secara berkala sehingga proses SEO-nya berjalan lebih mudah.

Konten yang bagus juga bisa mendatangkan backlink atau tautan dari situs lain ke website kita. Tentunya semua pemilik website mengharapkan backlink karena itulah salah satu faktor SEO terbesar.

Untuk menulis konten berkualitas tinggi, terapkan tips penulisan konten ini. Meskipun keyword adalah faktor penting, konteks tulisan tetaplah rajanya. Web crawler Google kini bekerja dengan menganalisa konteks tulisan tersebut dan relevansinya dengan search intent yang dilakukan oleh pengguna.

Namun, tetap masukkan keyword di beberapa bagian penting, seperti judul, meta description, tautan konten, alt attributes, dan tag H1. Penempatan keyword tersebut akan membantu web crawler untuk menilai relevansi situs kita. Selain itu, masukkan juga keyword di dalam kontennya dengan memperhatikan keyword density, yakni 1% dari jumlah kata secara keseluruhan.

Berbicara jumlah kata, lebih baik menulis konten dengan panjang minimal 500 kata. Namun, tetap perhatikan relevansinya dengan kata kunci. Google sendiri mengatakan bahwa kepuasan pengguna terhadap konten yang panjang bergantung pada topik dan tujuan konten tersebut.

Intinya, tetaplah menulis seperti untuk pembaca yang adalah manusia. Setelahnya, barulah pemilik website bisa melakukan optimasi agar halaman website-nya bisa masuk ke ranking Google.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Optimasi Website Dalam SEO

2. Metadata Halaman Website

Saat ditampilkan di SERP, akan muncul metadata berupa judul halaman konten serta dua baris teks yang merupakan bagian dari artikel. Dua baris teks ini bisa juga diganti dengan meta description, yaitu semacam sinopsis atau kesimpulan artikel tersebut.

Metadata ini memberikan kesan pertama kepada pengguna Google, karena memuat informasi mengenai halaman konten yang akan mereka akses. Karena itu, lakukan optimasi pada metadata seperti mengganti meta title dan meta description agar lebih menarik.

Tips mengoptimasinya sederhana, hanya saja kita butuh kreativitas untuk membangunnya. Caranya adalah:

  • Masukkan keyword yang relevan dan menggambarkan konten tersebut. Keyword jangan diulang, cukup sebutkan sekali dan gunakan perbendaharaan kata lainnya.
  • Meta description harus singkat, tapi jangan terlalu pendek. Google hanya menampilkan 160 karakter meta description, jadi gunakan sebaik mungkin.
  • Isi meta description dan meta title harus jelas dan ringkas, tapi mampu memberikan gambaran isi konten kepada pengguna.
  • Buatlah meta description sebagai sarana ‘iklan’ konten atau halaman website tersebut. Beri pengunjung alasan mereka harus mengklik dan membaca konten Anda.

Menggunakan meta title dan meta description tidak hanya meningkatkan peluang halaman website masuk ke SERP. Website pun akan mendapatkan trafik kunjungan lebih banyak selama metadata mampu menarik perhatian pengunjung.

3. Tautan dalam Website

Tautan atau link juga menjadi faktor penting yang menentukan website bisa menembus search engine. Link dalam website terbagi dua, yakni inbound link dan outbound link. Kita bisa dengan mudah mendapatkan inbound link dengan menautkan anchor text ke konten yang relevan.

Bagi Google, tautan dalam website bisa diibaratkan sebagai ‘votes’ yang menandakan konten di dalamnya bermanfaat. Apalagi dengan mendapatkan backlink dari situs web lain, peluangnya semakin tinggi karena mereka menganggap halaman website-nya memiliki konten yang berkualitas tinggi.

Jangan hanya fokus pada banyaknya tautan yang dimiliki, tapi juga perhatikan kualitas tautannya. Di bagian sebelumnya sudah dijelaskan bahwa link yang rusak akan menurunkan skor SEO, jadi jangan pernah menghubungkan tautan yang error atau sedang dalam perbaikan. Google juga akan mengindeks tautan yang ada di halaman situs dan mulai melakukan ranking berdasarkan kualitas tautannya.

Baca Juga: Outbound Marketing: Pengertian, Kelebihan, dan Penerapannya

4. User Experience Website

User experience (UX) website berkaitan dengan desain, layout, infrastruktur situs dan konten di dalamnya. UX ini memainkan peran yang besar dalam menentukan ranking situs web di hasil pencarian Google.

Itulah mengapa dilakukan audit teknis terlebih dulu sebelum riset keyword, agar situsnya tetap nyaman saat diakses atau dikunjungi oleh pengguna. Lakukan beberapa cara di bawah ini untuk menjaga UX website:

  • Pastikan bahwa waktu yang pengunjung habiskan di situs Anda tidak terlalu sebentar. Sebisa mungkin, hindari angka bounce rate yang rendah karena itu menandakan bahwa UX situs webnya kurang menarik. Meskipun bukan faktor utama penentu ranking, mengoptimasi struktur website bisa mendatangkan banyak pengunjung ke situs Anda. Google pun tak akan segan menampilkan situs web Anda di peringkat teratas dengan faktor ini.
  • Pastikan bahwa situsnya mudah dijelajahi. Navigasi website harus dibuat lebih sederhana, cukup hanya navigation bar, drop-down menu, internal link, dan kolom pencarian website. Pengguna pun tidak akan kebingungan dengan tautan yang harus dipilih saat ingin mengakses halaman web lainnya.
  • Jaga kecepatan website, idealnya kurang dari 2 detik website harus sudah selesai loading. Lakukan kompresi pada gambar, optimasi coding dan struktur website di dalamnya. Gunakan server yang lebih cepat untuk pengalaman browsing yang lebih baik.

5. Website yang Mobile Friendly

Pengguna smartphone dan tablet yang kian meningkat setiap harinya membuat website harus mengikuti tren tersebut. Pemilik website harus bisa memastikan bahwa situs web mereka bisa diakses dengan menggunakan perangkat portabel. Desain dan layout website juga harus diperhatikan agar tetap kompatibel untuk layar yang lebih kecil.

Faktanya, Google sudah mulai melakukan mobile-first indexing sejak 2018. Mesin pencari ini juga menganalisis versi mobile dari ribuan website yang tersedia di internet. Lagipula, lebih dari 50% pencarian dilakukan dari perangkat mobile dibandingkan dengan komputer.

Faktor ini tentu sangat penting bagi site SEO kita. Google sendiri menyarankan website dibuat dalam desain yang responsif. Artinya, konten atau halaman di dalamnya harus tetap konsisten antara desktop dan perangkat mobil. Kecepatan loading-nya juga harus dijaga agar tetap mumpuni.

Akan lebih mudah jika Anda membuat website-nya dengan WordPress. Pasalnya, WordPress juga menyediakan preview tampilan website apabila ditampilkan dalam perangkat mobile.

Baca Juga: 12 Cara Menentukan Target Pasar yang Tepat Sasaran

Kembangkan Website Bisnis Anda dengan Strategi SEO dari Toffeedev!

Proses SEO dalam website memang membutuhkan langkah yang panjang. Meskipun berkaitan dengan riset atau pencarian kata kunci, SEO juga memperhatikan kualitas dan kenyamanan website yang dikunjungi. Jadi, penting untuk memastikan struktur situs webnya, apakah sudah cukup nyaman untuk dikunjungi dan dijelajahi oleh penggunanya. Setelahnya, baru kita bisa mulai meriset kata kunci dan membuat konten yang relevan untuk situsnya.

Lamanya proses dalam SEO hingga mencapai ranking hasil pencarian seringkali membuat tim website perusahaan sering menyerah duluan di tahap awal. Malahan, ada yang tidak sanggup mengerjakan tugasnya karena terbatasnya sumber daya dan kemampuan yang dimiliki. Alhasil, impian untuk mencapai halaman pertama Google pun buyar.

Untuk itulah Toffeedev hadir sebagai digital marketing agency yang siap berpartner dengan perusahaan Anda dalam mengembangkan strategi SEO. Biarkan kami yang menangani masalah SEO website perusahaan dan Anda cukup fokus menjalankan bisnisnya. Tim SEO yang sudah berpengalaman lewat jasa SEO ini akan memberikan hasil kerja terbaik dan bisa membuat website Anda berada di peringkat pertama.

Toffeedev sudah melayani klien dari berbagai sektor bisnis di Indonesia dan kini giliran kami untuk bekerjasama dengan perusahaan Anda. Segera hubungi tim kami untuk informasi lebih lanjut mengenai jasa SEO ini.

Share this on :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat